Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..
Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.
Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegagalan yang lain dan kadang TUHAN-pun menjadi “TERTUDUH”, TUHAN tak adil, TUHAN tak mengabulkan doa , buat apa sholat, toh sholat tak merubah nasib dan seterusnya. TUHAN kadang “DIPROTES“ pada tengah malam, “Mengapa Engkau biarkan ini terjadi ? Mengapa kejadian ini terjadi ? Mengapa dan banyak pertanyaan mengapa lainnya, seakan TUHAN salah dalam mengatur hidup dan kehidupan ini”.
Ya, sering kali TUHAN menjadi “TERTUDUH” atas kegagalan manusia mencapai sesuatu yang diinginkan dan TUHAN seringkali “DIPROTES“ oleh orang-orang yang mendapat musibah atau bencana, sekali lagi seakan-akan TUHAN salah dalam mengatur hidup ini. TUHAN tak pernah salah sedikitpun, kalau TUHAN salah, bukan TUHAN namanya! Mustahil TUHAN salah, itu bertentangan dengan logika manapun. Kalau TUHAN salah, kehidupan tak pernah ada sejak diciptakan! Loh gimana ada kehidupan kalau TUHAN salah sejak awal?
Nyatanya, menurut geologi dan astronomi usia kehidupan di bumi ratusan juta tahun lalu dan alam jagat raya milyaran sampai tak terhingga usianya. Tak ada yang bergeser dalam sistem tata surya seincipun, planet-planet sejak diciptakan tetap pada orbitnya masing-masing. Wah kalau mau dipanjangkan kisahnya bisa beratus halaman.
Kembali kepada kegagalan atau musibah, seringkali terjadi, dibalik yang awalnya dikatakan musibah ternyata membawa berkah dan hikmah yang banyak. Banyak orang yang gagal pada satu bidang, ternyata sukses di bidang lain. Ada yang gagal di terima di suatu pekerjaan, ternyata malah sukses gemilang ditempat pekerjaan yang tak di duganya, terhadap pasangan yang gagalpun, seringkali mendapat pengganti yang lebih baik dari yang semula ditangisi, bahkan nyaris putus asa. Itulah rahasia TUHAN, TUHAN yang DIPROTES, tetap saja menyayangi hamba-hamba-NYA, apa lagi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada-NYA.
Lagi pula kalau TUHAN DIPROTES.. TUHAN menantang.. Silahkan cari TUHAN yang lain. Atau lebih serem lagi.. Keluarlah dari Bumi-KU ! Ayo, mau kemana kalau kita di usir dari bumi TUHAN? Di usir manusia, masih bisa pindah ke tempat lain, loh kalau TUHAN yang mengusir, mau pindah ke mana? Pindah ke planet lain, planetpun milik-NYA, lagi pula sampai detik ini belum ditemukan planet di seluruh jagat raya yang bisa ditinggali manusia seperti di Bumi !
Oke, TUHAN tetap DIPROTES, karena dituduh tidak adil atau tak memberi rejeki atau karunia. Baik, kalau memang merasa TUHAN tidak adil dan tidak memberikan rejeki bahkan DIPROTES hingga tidak menjalani perintah-NYA, silahkan kembalikan satu saja nikmat TUHAN yang diberikan padamu, misalnya mata. Ayo.. Siapa yang mau matanya, maaf, buta satu aja, ga usah dua-duanya, satu saja.. Pasti semua yakin tak ada yang mau ! Itu baru mata, belum mulut, telinga, hidung, lidah, kulit, jantung, paru-paru, ginjal usus, gigi, bibir, rambut, kaki, tangan, jari-jari dst. Pernahkah mencoba menghitung nikmat-NYA? Kalau belum, mari mencoba, ambil kertas dan tulis nikmat-NYA yang ada pada anggota tubuh kita saja dulu, jangan ke luar, cukup pada diri kita dulu. Coba hitung.. Berapa banyak nikmat-NYA yang telah diberikan pada anggota tubuh kita? Masihkah TUHAN DIPROTES?
Baik, kalau TUHAN masih juga DIPROTES, mari kita lihat cahaya dan suara, dua aja dulu. Pernahkah kita hidup tanpa cahaya dan suara? Pernahkah TUHAN meninggalkan kita, tanpa cahaya dan suara? Bayangkan, bila TUHAN mencabut cahaya dan suara dari kehidupan manusia? Dunia akan gelap gulita dan sepi!
Masih kurang puas juga? Oke, mari masuk ke dalam metro kereta bawah tanah. Nah setelah masuk, penumpang sudah di dalam kereta tiba-tiba listrik mati dan tak ada suara. Bayangkan, jangankan sehari! Sejam dua jam saja manusia akan panik luar biasa, anak anak akan menangis, tak ada suara. Perempuan menjerit-jerit ketakutan, mereka menjerit sekeras kerasnya, tapi tak ada suara, tiba- tiba stress masal akan terjadi, manusia tiba-tiba kan menjadi kacau balau. Semua saling menyelamatkan diri, bertabrakan satu sama lain, saling injak dan maut bertebaran di mana-mana, karena mereka tak melihat, padahal semua punya mata dan telinga, kenapa? Karena hanya tak ada cahaya dan suara !
Masihkah tetap mengatakan TUHAN tak adil atau merasa tak punya apa²? Kalau iya? ISTIGHFARLAH.. Masih banyak waktu untuk bertobat, selama ajal belum menjelang..
Maka Nikmat TUHAN Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?
(QS: Ar-Rahman)
Referensi: http://www.eramuslim.com/oase-iman/ketika-tuhan-DIPROTES-dia-tetap-menyayangi-hambanya.htm




Salam Persahabatan.
Wah Sungguh Luar Biasa.
Tulisan Yang sangat menusuk hati orang yang mau berpikir.
untaian kata2 yang membuat orang yang tertidur terperanjat dari bangunnya.
aku punya jawaban dari semua itu.
dari pemikiran yang membuat orang2 “Menuduh dan Memprotes Tuhan”
diantara jawabannya itu adalah, Orang2 gak kenal ama “TUHAN dan NABI”
jawaban selengkapnya ada di http://www.kuncicahaya.blogspot.com
silahkan kunjungi dan kaji apa yang ada disana.
Semoga Perjumpaan kita gak terputus
Wasalam
suhendar1423@yahoo.co.id