<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Enjoy Our Life Stories™Enjoy Our Life Stories™ | Tag Archive | Nasehat</title>
	<atom:link href="http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tag/nasehat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.utuhwibowo.com</link>
	<description>Utuh Wibowo &#38; Novita Wibowo Public Website</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Feb 2012 15:36:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>10 Wasiat Rasulullah Kepada Fatimah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 14:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[Wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb Bismillahirrahmanirrahim.. Ukhti, Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&#8221; (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah) Ukhti, Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang &#8230;  <a class="more-link" href="http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ukhti, <strong>Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&#8221;</strong> (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)</p>
<p style="text-align: justify;">Ukhti,</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia<br />
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yg solehah.<br />
(HR. Muslim)</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h2 style="text-align: justify;">Hai Akhi: Carilah Wanita Yang Sholehah Agar Engkau Mendapatkan Harta Yang Paling Indah Di Dunia Dan Jagalah Diri Kalian Serta Berusahalah Agar Menjadi Lelaki Yang Pantas Dijadikan Imam Oleh Wanita.</h2>
<h2 style="text-align: justify;">Hai Ukhti: Carilah Suami Yang Sholeh Agar Engkau Bisa Dituntun Ke Jalan Allah SWT &amp; Agar Engkau Dicintai Oleh Allah SWT, Jagalah Diri Kalian Agar Senantiasa Menjadi Wanita Yang Sholehah.</h2>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em> Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tak beriman. (QS. Al-A’raf: 27)</em></p>
<p><em>Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir: 6).</em></p>
<p><em><img class="alignnone" title="10 Wasiat Rasulullah" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs037.snc3/12433_158839723494_610443494_2822348_4118506_n.jpg" alt="" width="400" height="320" /></em></h1>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Rujukan bacaan:<br />
<strong>http://freshcerita.blogspot.com/2009/01/10-wasiat-nabi-muhammad-kepada-fatimah.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Orang Sukses</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 11:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli IT]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli IT Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[IT Consultant]]></category>
		<category><![CDATA[IT Expert]]></category>
		<category><![CDATA[IT Expert Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb Bismillahirrahmanirrahim.. “Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..” (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar &#8230;  <a class="more-link" href="http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..” </strong> (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. Mungkin juga seseorang yg gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena ia telah memilih dunia wirausaha lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah sehingga mewujudlah segala buah jerih payah itu dalam belasan perusahaan besar yg menguntungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang ayah dihari tua tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia sementara anak anak telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidup ketika jutaan umat telah menjadi jamaah yg setia dan telah menjadikan sebagai panutan sementara pesantren selalu dipenuh sesaki ribuan santri. Pendek kata adalah hak tiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik diri sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya? Membangun Fondasi Kalau kita hendak membangun rumah maka yg perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena fondasi yg tak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atap dibuat sekuat dan sebagus apapun. Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan misal yg asal memiliki kinerja yg baik sehingga maju pesat tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebab adalah karena didalam merajalela ketidakjujuran penipuan intrik dan aneka kezhaliman lainnya. Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantor sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat sementara anak-anak pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi bahkan yg sudah bekerjapun beroleh posisi yg bagus. Namun apa yg terjadi kemudian? Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangga itu karena beberapa faktor yg mungkin mental mereka tak sempat dipersiapkan sejak sebelum utk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta gelar pangkat dan kedudukan sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaan kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisi sendiri terjebak dalam prasangka mudah iri terhadap sesama dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tak lagi menemukan ketenangan krn sehari-hari menonton keteladanan yg buruk dan menyantap harta yg tak berkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yg harus kita lakukan utk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada kesuksesan yg sesungguh kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yg berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip yakni sukses dgn dan krn pertolongan-Nya. Inilah yg dimaksud dgn fondasi yang tak bisa tak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sunnatullah dan Inayatullah</strong>, seseorang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yg tak diharapkan ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah arti sunnah-sunnah Allah yg mewujud berupa hukum alam yg terjadi menghendaki proses sebab akibat sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studi tepat waktu dan dgn predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad utk bersungguh-sungguh dalam belajar mempersiapkan fisik dan pikiran dgn sebaik-baik lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajar sedemikian rupa sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah sangat mungkin ia bisa meraih apa yg dicita-citakan itu.Akan tetapi ada bis yg terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpang tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yg terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tak apa-apa padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebalik mahasiswa yg telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi bisa saja gagal total hanya krn Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studi misalnya. Segala yg mustahil menurut akal manusia sama sekali tak ada yg mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja maka sangat mungkin akan beroleh sukses krn toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi bukankah rencana manusia tak mesti selalu sama dgn rencana Allah. Dan adakah manusia yg mengetahui persis apa yg menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan krn dgn begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tak mengubah apapun. Lagipula kecewa yg timbul dihati tiada lain krn kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dgn rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian krn hanya Dia yg Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rekayasa Diri</strong> Apa kuncinya? Kunci adl kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yg layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan yakni tercapai apa yg kita dambakan &#8211; krn faktor sunnatullah tadi &#8211; namun juga tak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain. Lain hal kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dgn ikhtiar bathin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengawali dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah</strong>. Berikhtiar dgn cara yg benar kesungguhan yg tinggi ilmu yg tepat sesuai yg diperlukan jujur lurus tak suka menganiaya orang lain dan tak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dgn segenap hati kepada Nya agar bisa sekira apa-apa yg tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi diri mapun bagi orang lain kira Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tak lupa menyerahkan sepenuh segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian. Bila Allah sudah menolong maka siapa yg bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia utk menghalangi pertolongan yg diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tak akan pernah terhalang krn Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yg beriman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Allah menolong kamu maka tak adl orang yg dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu maka siapakah gerangan yg dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal” </strong>(Q. S Ali. Imran (3) : 160 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>USAHA, DOA &amp; PASRAH (IHKTIAR, DO&#8217;A, TAWAKKAL)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Berdo’a tanpa usaha bagaikan pengemis, berusaha tanpa do’a bagaikan komunis&#8221;</strong>, adagium ini sangat merakyat, di sisi lain kita pun mendengar seruan bernada pasrah dalam menjalani kehidupan <strong>&#8220;Hidup matiku ada di tangan Tuhan&#8221;</strong>, saya yakin kebanyakan dari kita pernah mendengar ungkapan tersebut. Lantas apa pesan dari kalimat-kalimat sederhana yang sarat dengan makna ini? Sehingga gaungnya benar-benar merambah ke segenap penjuru dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah sadar atau tidak, ternyata hari-hari kita selalu diliputi dengan beragam keinginan dan angan-angan, timbul silih berganti tidak pernah hilang, semakin hari semakin bertambah, karena inilah sebenarnya yang dinamakan dengan tabiat manusia. Potensi <strong>&#8220;tidak puas&#8221;</strong> adalah sifat dasar yang selalu melekat dalam diri kita. Munculnya keinginan erat berhubungan dengan adanya ketidak puasan, Allah SWT berfirman: <strong>&#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir&#8221;</strong> (Qs. al Maarij: 19). Kalau kenyataanya demikian, bagaimanakah Islam menyikapi sifat dasar yang melekat dalam diri setiap manusia ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan dan angan-angan di sini sifatnya universal, mencakup cita-cita dan harapan. Seorang pedagang berkeinginan sukses dalam berbisnis, stok dagangannya laku kemudian meraup keuntungan, komunitas pelajar berharap lulus saat ujian sehingga cita-citanya dapat tercapai, para pemikir berangan-angan mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang damai sejahtera agar tercipta baldatun thayibah wa rabbun ghafur (gemah ripah loh jinawi). Ujung dari semuanya akan berhubungan dengan &#8220;kesuksesan&#8221; atau &#8220;kegagalan&#8221; (predikat berhasil atau gagal).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada deskripsi singkat tadi, apakah hanya dengan berusaha kita bisa meraih target yang diinginkan? Adakah unsur-unsur lain yang sekiranya penting diperhatikan dalam menyikapi derasnya angan, keinginan, harapan dan cita-cita? Sebab, bukankah kita sering mendengar kabar kegagalan seorang negarawan dalam menjalankan tugasnya, padahal dia telah mencurahkan segala kemampuan. Atau kita sering mendengar kabar buruk para pelajar dalam menghadapi ujian, padahal mereka telah belajar maksimal, bahkan kita juga sering mendengar cerita orang-orang yang frustasi dan berakhir dengan bunuh diri akibat depresi saat menghadapi kegagalan. Disinilah ajaran Islam datang memberikan solusi atas fenomena di atas, dalam Islam kita dikenalkan anjuran berdo’a dan berpasrah di samping kita dituntut untuk berusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berusaha:<br />
<strong>&#8220;Dan katakanlah; bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu&#8221;</strong> (Qs. at Taubah: 105), spirit berusaha dan berikhtiar terkandung dalam ayat ini. perintah untuk bekerja artinya perintah untuk berusaha keras dalam menggapai suatu tujuan baik duniwai maupun ukhrowi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berusaha</strong> adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan seorang muslim dalam meraih sejuta impian dan harapan, tanpa unsur &#8220;usaha&#8221; jangan berharap orang akan bisa mewujudkan keinginannnya. Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah memberi contoh konkrit dalam hal ini, yaitu dengan terjun berbisnis sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam al Qur&#8217;an dijelaskan; <strong>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri&#8221;</strong> (Qs. ar Ra’d : 11) Artinya, Allah SWT tidak akan merubah keadaan kita selama kita tidak berusaha merubah sebab-sebab kemunduran. Kalaupun terjadi &#8220;kesuksesan&#8221; tanpa dilalui dengan proses usaha, maka hal itu termasuk dalam katagori anugerah khusus dari Allah, bagaimanapun jika Allah SWT berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangi. &#8220;Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; jadilah ! maka terjadilah&#8221; (Qs. Yasin : 82)</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berdo’a:<br />
Dalam segala aktivitas, kita dianjurkan untuk berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT. Al-Qur’an menjelaskan: <strong>&#8220;Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku&#8221;</strong> (Qs. al Baqarah: 186). Menjadi jelaslah bahwa Allah akan mendengar setiap permintaan para hamba-Nya, dan bahkan akan mengabulkan segala permintaanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, apa yang dimaksud dengan pengabulan setiap do’a di sini? Apakah Allah akan menuruti setiap permintaan kita (sesuai bentuk, kualitas dan kuantitas) dari apa yang kita inginkan saat berdo’a, atau memiliki makna yang lebih luas?</p>
<p style="text-align: justify;">Pakar tafsir Muhamad bin Ali as Syaukani (w: 1250 H) dalam bukunya fath Al Qadir menjelaskan; pengabulan do’a bisa seketika, bisa juga ditunda, bisa sesuai dengan apa yang terlintas saat berdo’a, atau bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi si pendo’a. Rasulullah Saw bersabda: <strong>&#8220;Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam&#8221;.</strong> (HR. Bukhori).</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berpasrah:<br />
Di antara ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang urgensi tawakkal (berpasrah) bagi pribadi muslim dalam menjalani kehidupan adalah firman Allah dalam surat At Talaq: <strong>&#8220;Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu&#8221;</strong> (Qs. at Talaq: 3)</p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, sufi besar Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang pemuda yang tampak gelisah, beliau berkata: saya akan bertanya tentang tiga hal: 1- apakah ada sesuatu di alam ini terjadi tanpa kehendak dari Allah?, Pemuda menjawab: tidak ada. 2- apakah rizkimu bisa berkurang dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah?, Pemuda menjawab: tidak, 3- apakah ajalmu bisa datang sebelum tanggal yang telah ditetapkan oleh Allah? Pemuda menjawab: tidak mungkin, kemudian Ibrahim bin Adham berkata: kalau begitu kamu harus mengkhawatirkan apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tawakal (berpasrah) harus diposisikan setelah proses usaha dan berdo’a, hal ini sebagai antisipasi agar kita tidak berburuk sangka terhadap Allah SWT (atas segala ketetapan-Nya). Maka dengan berpasrah saat menunggu hasil jerih payah dan usaha keras, kita diarahkan kepada dua hal positif, yaitu; bersyukur saat menemukan kesuksesan, dan bersabar saat menghadapi kegagalan. Di sinilah Rasulullah Saw bersabda: &#8220;saya kagum dengan keadaan orang Islam, semuanya istimewa; ketika sukses mereka bersyukur, dan ketika gagal mereka bersabar&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Epilog:<br />
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa: <strong>Dalam menjalani kehidupan di alam fana, kita dianjurkan berusaha keras untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita, hal ini tentunya dibarengi dengan berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT, kemudian apapun hasil dari usaha keras yang telah kita curahkan, semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT. Saat usaha kita berhasil kita tidak lupa daratan, begitu juga saat usaha gagal, kita tidak dihinggapi rasa frustasi dan kekecewaan. Yang demikian inilah sebagai bentuk penyelarasan antara tiga hal yang ditekankan dalam ajaran Islam; yaitu berusaha, berdo’a dan berpasrah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;">HEY AKHI! HEY UKHTI! MARILAH KITA SENANTIASA BERIKHTIAR, BERDOA, DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT. SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN MUSLIM YANG SHOLEH/HAH, SABAR DAN AHLI SURGA &amp; SELALU DALAM LIMPAHAN RAHMAT SERTA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT&#8221;</h1>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Kunci Orang Sukses" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9118_155057613494_610443494_2794531_905963_n.jpg" alt="" width="350" height="330" /></p>
<p style="text-align: justify;">Rujukan:<br />
<strong>http://blog.re.or.id/kunci-hidup-sukses-tausyiah-aa-gym.htm<br />
http://arwani-syaerozi.blogspot.com/2007/10/antara-usaha-doa-dan-pasrah_06.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ketika-iblis-bertamu-kepada-rasulullah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ketika-iblis-bertamu-kepada-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 08:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Utuh Wibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Amanah]]></category>
		<category><![CDATA[Iblis]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb Bismillahirrahmanirrahim.. Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas) Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan &#8230;  <a class="more-link" href="http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ketika-iblis-bertamu-kepada-rasulullah.html">Continue reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW<br />
(Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:</strong> “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”<br />
<strong>Rasulullah bersabda:</strong> “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”<br />
<strong>Kami menjawab:</strong> “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.”<br />
<strong>Beliau melanjutkan:</strong> “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”<br />
<strong>Umar bin Khattab berkata:</strong> “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.<br />
<strong>Rasulullah menahannya:</strong> “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”<br />
<strong>Ibnu Abbas RA berkata:</strong> &#8220;Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Iblis berkata:</strong> “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”<br />
<strong>Rasulullah SAW lalu menjawab:</strong> “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”<br />
<strong>Iblis menjawab:</strong> “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah bertanya:</strong> “Siapa yang memaksamu?”<br />
<strong>Iblis mejawab:</strong> Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:<br />
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin. Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis:</strong> “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”<br />
<strong>Iblis segera menjawab:</strong> “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa selanjutnya?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Lalu siapa lagi?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Lalu siapa lagi?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Orang yang selalu bersuci.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa lagi?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa tanda kesabarannya?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> ” Selanjutnya apa?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Orang kaya yang bersyukur.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa tanda kesyukurannya?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Umar bin Khattab?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Usman bin Affan?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Ali bin Abi Thalib?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Kenapa?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Jika seorang umatku berpuasa?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Jika ia berhaji?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Aku seperti orang gila.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Jika ia membaca al-Quran?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Jika ia bersedekah?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Mengapa bisa begitu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Suara kuda perang di jalan Allah.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Taubat orang yang bertaubat.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang dapat membakar hatimu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Istighfar di waktu siang dan malam.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Sedekah yang diam – diam.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang dapat menusuk matamu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Shalat fajar.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang dapat memukul kepalamu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> <strong>Iblis:</strong> “Shalat berjamaah.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang paling mengganggumu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Majelis para ulama.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Bagaimana cara makanmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Dengan tangan kiri dan jariku.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Di bawah kuku manusia.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah lalu bertanya:</strong> “Siapa temanmu wahai Iblis?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Pemakan riba.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa sahabatmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Pezina.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa teman tidurmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Pemabuk.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa tamumu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Pencuri.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa utusanmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Tukang sihir.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Apa yang membuatmu gembira?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Bersumpah dengan cerai.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa kekasihmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Orang yang meninggalkan shalat jumaat”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah SAW lalu bersabda:</strong> “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”<br />
<strong>Iblis segera menimpali:</strong><br />
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.<br />
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah:</strong> “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tahukah kamu Muhammad?</strong> Bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Syaithan juga berkata:</strong> “Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. “Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tahukah kau Muhammad?</strong> Dusta berasal dari diriku. Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tahukah kau Muhammad?</strong> Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wahai Muhammad</strong>, Umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bukankah kamu tahu Muhammad?</strong> Orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. Jjika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebahagiaan apa untukmu?</strong> Sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wahai Muhammad</strong>, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.<br />
<strong>Wahai Muhammad</strong>, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah bertanya:</strong> “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”<br />
<strong>Iblis:</strong> “10 macam”<br />
<strong>Rasulullah:</strong> “Apa saja?”<br />
<strong>Iblis mejawab:</strong><br />
<strong>1.</strong> Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman: “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong> Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4.</strong> Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5.</strong> Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6.</strong> Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7.</strong> Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8.</strong> Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman: “Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan.” (QS Al-Isra : 27).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9.</strong> Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10.</strong> Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab: “Silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Iblis berkata:</strong> &#8220;Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.<br />
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasulullah SAW lalu membaca ayat:</strong><br />
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT.” (QS Hud :118 &#8211; 119)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Juga membaca:</strong><br />
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Iblis lalu berkata:</strong><br />
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”</p>
<h1 style="text-align: justify;">SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN ORANG YANG DILINDUNGI OLEH ALLAH SWT. AMIEN YA ROBBAL ALAMIEN..</h1>
<p style="text-align: justify;">Sumber : rileks.com , indobestseller.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ketika-iblis-bertamu-kepada-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

