Enjoy Our Life Stories™

Utuh Wibowo & Novita Wibowo Public Website

I Love The Internets!

The Digital Technology 2012

Lets say no to war!

Previous Next
  • ABOUT
  • MYJOBS
  • CONTACT
  • Album cover
    Previous Play Pause Next
    Loading audio... Please wait while albums and tracks are being loaded..
    Update Required To Play Media Update your browser to a recent version or update your Flash plugin.
  • Search

    • Tweet
  • Latest Tweet

    utuhwibowo utuhwibowo @utuhwibowo
    •  
    Follow @utuhwibowo

Browsing Tags Islam

Ciri Istri Idaman – Istri Yang Sholehah

  • 02/04/10
  • Utuh Wibowo
  • · Advice

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah S.W.T.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah S.W.T dan RasulNya ?
- Mencintai Allah S.W.T. dan Rasulullah S.A.W. melebihi dari segala-galanya
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapak
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga
- Berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah
- Tidak cemberut di hadapan suami
- Tidak menolak ajakan suami
- Tidak keluar tanpa izin suami
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
—————————————

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah S.W.T. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah S.A.W.: artinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah S.W.T. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah S.W.T. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah S.W.T. di dalam surah al-An’am: artinya:

” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk

Ad-Dun Ya Mata’, Wa Khoirul Mata’ Al Mar’atus Sholich

Dunia Adalah Perhiasan, Dan Perhiasan Dunia Yang Baik Adalah Wanita Sholihah.

** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:

“Siapapun Istriku Nanti, Dia Akan Selalu Istimewa”

Dirujuk dari:
http://wanita.wordpress.com/2007/11/03/ciri-ciri-wanita-sholehah/

Adapun rujukan lainnya yang wajib dibaca adalah:
http://myayshee.blogspot.com/2005/12/20-ciri-wanita-sholehah.html

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al Banni didalam Shahihut Targhib wat Tarhib)

10 Wasiat Rasulullah Kepada Fatimah

  • 01/31/10
  • utuhwibowo
  • · Advice

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Ukhti, Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)

Ukhti,

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:


1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini.

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yg solehah.
(HR. Muslim)

** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:

Hai Akhi: Carilah Wanita Yang Sholehah Agar Engkau Mendapatkan Harta Yang Paling Indah Di Dunia Dan Jagalah Diri Kalian Serta Berusahalah Agar Menjadi Lelaki Yang Pantas Dijadikan Imam Oleh Wanita.

Hai Ukhti: Carilah Suami Yang Sholeh Agar Engkau Bisa Dituntun Ke Jalan Allah SWT & Agar Engkau Dicintai Oleh Allah SWT, Jagalah Diri Kalian Agar Senantiasa Menjadi Wanita Yang Sholehah.


Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tak beriman. (QS. Al-A’raf: 27)

Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir: 6).

Rujukan bacaan:
http://freshcerita.blogspot.com/2009/01/10-wasiat-nabi-muhammad-kepada-fatimah.html

Kunci Orang Sukses

  • 01/29/10
  • utuhwibowo
  • · Advice

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

“Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..” (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. Mungkin juga seseorang yg gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena ia telah memilih dunia wirausaha lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah sehingga mewujudlah segala buah jerih payah itu dalam belasan perusahaan besar yg menguntungkan.

Seorang ayah dihari tua tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia sementara anak anak telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidup ketika jutaan umat telah menjadi jamaah yg setia dan telah menjadikan sebagai panutan sementara pesantren selalu dipenuh sesaki ribuan santri. Pendek kata adalah hak tiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik diri sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya? Membangun Fondasi Kalau kita hendak membangun rumah maka yg perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena fondasi yg tak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atap dibuat sekuat dan sebagus apapun. Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan misal yg asal memiliki kinerja yg baik sehingga maju pesat tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebab adalah karena didalam merajalela ketidakjujuran penipuan intrik dan aneka kezhaliman lainnya. Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantor sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat sementara anak-anak pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi bahkan yg sudah bekerjapun beroleh posisi yg bagus. Namun apa yg terjadi kemudian? Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangga itu karena beberapa faktor yg mungkin mental mereka tak sempat dipersiapkan sejak sebelum utk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta gelar pangkat dan kedudukan sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaan kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisi sendiri terjebak dalam prasangka mudah iri terhadap sesama dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tak lagi menemukan ketenangan krn sehari-hari menonton keteladanan yg buruk dan menyantap harta yg tak berkah.

Lalu apa yg harus kita lakukan utk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada kesuksesan yg sesungguh kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yg berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip yakni sukses dgn dan krn pertolongan-Nya. Inilah yg dimaksud dgn fondasi yang tak bisa tak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.

Sunnatullah dan Inayatullah, seseorang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yg tak diharapkan ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah arti sunnah-sunnah Allah yg mewujud berupa hukum alam yg terjadi menghendaki proses sebab akibat sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studi tepat waktu dan dgn predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad utk bersungguh-sungguh dalam belajar mempersiapkan fisik dan pikiran dgn sebaik-baik lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajar sedemikian rupa sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah sangat mungkin ia bisa meraih apa yg dicita-citakan itu.Akan tetapi ada bis yg terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpang tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yg terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tak apa-apa padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebalik mahasiswa yg telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi bisa saja gagal total hanya krn Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studi misalnya. Segala yg mustahil menurut akal manusia sama sekali tak ada yg mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.

Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja maka sangat mungkin akan beroleh sukses krn toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi bukankah rencana manusia tak mesti selalu sama dgn rencana Allah. Dan adakah manusia yg mengetahui persis apa yg menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan krn dgn begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tak mengubah apapun. Lagipula kecewa yg timbul dihati tiada lain krn kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dgn rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian krn hanya Dia yg Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.

Rekayasa Diri Apa kuncinya? Kunci adl kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yg layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan yakni tercapai apa yg kita dambakan – krn faktor sunnatullah tadi – namun juga tak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain. Lain hal kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dgn ikhtiar bathin.

Mengawali dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dgn cara yg benar kesungguhan yg tinggi ilmu yg tepat sesuai yg diperlukan jujur lurus tak suka menganiaya orang lain dan tak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dgn segenap hati kepada Nya agar bisa sekira apa-apa yg tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi diri mapun bagi orang lain kira Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tak lupa menyerahkan sepenuh segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian. Bila Allah sudah menolong maka siapa yg bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia utk menghalangi pertolongan yg diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tak akan pernah terhalang krn Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yg beriman.

“Jika Allah menolong kamu maka tak adl orang yg dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu maka siapakah gerangan yg dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal” (Q. S Ali. Imran (3) : 160 )

USAHA, DOA & PASRAH (IHKTIAR, DO’A, TAWAKKAL)

“Berdo’a tanpa usaha bagaikan pengemis, berusaha tanpa do’a bagaikan komunis”, adagium ini sangat merakyat, di sisi lain kita pun mendengar seruan bernada pasrah dalam menjalani kehidupan “Hidup matiku ada di tangan Tuhan”, saya yakin kebanyakan dari kita pernah mendengar ungkapan tersebut. Lantas apa pesan dari kalimat-kalimat sederhana yang sarat dengan makna ini? Sehingga gaungnya benar-benar merambah ke segenap penjuru dunia.

Entah sadar atau tidak, ternyata hari-hari kita selalu diliputi dengan beragam keinginan dan angan-angan, timbul silih berganti tidak pernah hilang, semakin hari semakin bertambah, karena inilah sebenarnya yang dinamakan dengan tabiat manusia. Potensi “tidak puas” adalah sifat dasar yang selalu melekat dalam diri kita. Munculnya keinginan erat berhubungan dengan adanya ketidak puasan, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir” (Qs. al Maarij: 19). Kalau kenyataanya demikian, bagaimanakah Islam menyikapi sifat dasar yang melekat dalam diri setiap manusia ini?

Keinginan dan angan-angan di sini sifatnya universal, mencakup cita-cita dan harapan. Seorang pedagang berkeinginan sukses dalam berbisnis, stok dagangannya laku kemudian meraup keuntungan, komunitas pelajar berharap lulus saat ujian sehingga cita-citanya dapat tercapai, para pemikir berangan-angan mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang damai sejahtera agar tercipta baldatun thayibah wa rabbun ghafur (gemah ripah loh jinawi). Ujung dari semuanya akan berhubungan dengan “kesuksesan” atau “kegagalan” (predikat berhasil atau gagal).

Pada deskripsi singkat tadi, apakah hanya dengan berusaha kita bisa meraih target yang diinginkan? Adakah unsur-unsur lain yang sekiranya penting diperhatikan dalam menyikapi derasnya angan, keinginan, harapan dan cita-cita? Sebab, bukankah kita sering mendengar kabar kegagalan seorang negarawan dalam menjalankan tugasnya, padahal dia telah mencurahkan segala kemampuan. Atau kita sering mendengar kabar buruk para pelajar dalam menghadapi ujian, padahal mereka telah belajar maksimal, bahkan kita juga sering mendengar cerita orang-orang yang frustasi dan berakhir dengan bunuh diri akibat depresi saat menghadapi kegagalan. Disinilah ajaran Islam datang memberikan solusi atas fenomena di atas, dalam Islam kita dikenalkan anjuran berdo’a dan berpasrah di samping kita dituntut untuk berusaha.

Makna berusaha:
“Dan katakanlah; bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu” (Qs. at Taubah: 105), spirit berusaha dan berikhtiar terkandung dalam ayat ini. perintah untuk bekerja artinya perintah untuk berusaha keras dalam menggapai suatu tujuan baik duniwai maupun ukhrowi.

Berusaha adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan seorang muslim dalam meraih sejuta impian dan harapan, tanpa unsur “usaha” jangan berharap orang akan bisa mewujudkan keinginannnya. Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah memberi contoh konkrit dalam hal ini, yaitu dengan terjun berbisnis sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam al Qur’an dijelaskan; “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Qs. ar Ra’d : 11) Artinya, Allah SWT tidak akan merubah keadaan kita selama kita tidak berusaha merubah sebab-sebab kemunduran. Kalaupun terjadi “kesuksesan” tanpa dilalui dengan proses usaha, maka hal itu termasuk dalam katagori anugerah khusus dari Allah, bagaimanapun jika Allah SWT berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangi. “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; jadilah ! maka terjadilah” (Qs. Yasin : 82)

Makna berdo’a:
Dalam segala aktivitas, kita dianjurkan untuk berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT. Al-Qur’an menjelaskan: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku” (Qs. al Baqarah: 186). Menjadi jelaslah bahwa Allah akan mendengar setiap permintaan para hamba-Nya, dan bahkan akan mengabulkan segala permintaanya.

Namun, apa yang dimaksud dengan pengabulan setiap do’a di sini? Apakah Allah akan menuruti setiap permintaan kita (sesuai bentuk, kualitas dan kuantitas) dari apa yang kita inginkan saat berdo’a, atau memiliki makna yang lebih luas?

Pakar tafsir Muhamad bin Ali as Syaukani (w: 1250 H) dalam bukunya fath Al Qadir menjelaskan; pengabulan do’a bisa seketika, bisa juga ditunda, bisa sesuai dengan apa yang terlintas saat berdo’a, atau bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi si pendo’a. Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam”. (HR. Bukhori).

Makna berpasrah:
Di antara ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang urgensi tawakkal (berpasrah) bagi pribadi muslim dalam menjalani kehidupan adalah firman Allah dalam surat At Talaq: “Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (Qs. at Talaq: 3)

Dikisahkan, sufi besar Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang pemuda yang tampak gelisah, beliau berkata: saya akan bertanya tentang tiga hal: 1- apakah ada sesuatu di alam ini terjadi tanpa kehendak dari Allah?, Pemuda menjawab: tidak ada. 2- apakah rizkimu bisa berkurang dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah?, Pemuda menjawab: tidak, 3- apakah ajalmu bisa datang sebelum tanggal yang telah ditetapkan oleh Allah? Pemuda menjawab: tidak mungkin, kemudian Ibrahim bin Adham berkata: kalau begitu kamu harus mengkhawatirkan apa?

Namun, tawakal (berpasrah) harus diposisikan setelah proses usaha dan berdo’a, hal ini sebagai antisipasi agar kita tidak berburuk sangka terhadap Allah SWT (atas segala ketetapan-Nya). Maka dengan berpasrah saat menunggu hasil jerih payah dan usaha keras, kita diarahkan kepada dua hal positif, yaitu; bersyukur saat menemukan kesuksesan, dan bersabar saat menghadapi kegagalan. Di sinilah Rasulullah Saw bersabda: “saya kagum dengan keadaan orang Islam, semuanya istimewa; ketika sukses mereka bersyukur, dan ketika gagal mereka bersabar” (HR. Muslim).

Epilog:
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa: Dalam menjalani kehidupan di alam fana, kita dianjurkan berusaha keras untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita, hal ini tentunya dibarengi dengan berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT, kemudian apapun hasil dari usaha keras yang telah kita curahkan, semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT. Saat usaha kita berhasil kita tidak lupa daratan, begitu juga saat usaha gagal, kita tidak dihinggapi rasa frustasi dan kekecewaan. Yang demikian inilah sebagai bentuk penyelarasan antara tiga hal yang ditekankan dalam ajaran Islam; yaitu berusaha, berdo’a dan berpasrah.

** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:

HEY AKHI! HEY UKHTI! MARILAH KITA SENANTIASA BERIKHTIAR, BERDOA, DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT. SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN MUSLIM YANG SHOLEH/HAH, SABAR DAN AHLI SURGA & SELALU DALAM LIMPAHAN RAHMAT SERTA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT”

Rujukan:
http://blog.re.or.id/kunci-hidup-sukses-tausyiah-aa-gym.htm
http://arwani-syaerozi.blogspot.com/2007/10/antara-usaha-doa-dan-pasrah_06.html

Segeralah Berjilbab Wahai Muslimah

  • 01/21/10
  • utuhwibowo
  • · Advice

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Kemaren-kemaren, nggak sengaja lagi liat-liat notes di facebook, eh liat ada satu notes yang membuat tertarik. Judulnya “Ayo-Ayo Jilbabnya Dipake Ibu-Ibu” di facebooknya Maghleb Yudinna Elmir. Dan ternyata isinya keren banget, sumpah! Dan penulis aslinya itu bernama Sutan Gilang Pamenan. Langsung deh gw add aja orangnya. Dan nggak lama, terbesit deh pengen bikin notes tentang ini juga. Makasih ya Sutan Gilang Pamenan yang udah menginspirasi ^_^

KENAPA HARUS PAKE JILBAB?

1. DALIL

Surat An-Nur (24) ayat 31 :
“Katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakan auratnya KECUALI kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara lelaki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (SESAMA ISLAM), hamba sahaya yang mereka miliki, pelayan laki-laki tua yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti aurat. Dan janganlah mereka menghentakan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada ALLAH, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung”

Surat Al-Ahzab (33) ayat 59 :
“Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka MENGENAKAN JILBABNYA ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH maha pengampun lagi maha penyayang”

2. HUKUMNYA WAJIB

Setelah baca dalil yang di atas, sekarang udah pada tau kan, menutup aurat HUKUMNYA WAJIB! Kalo amalan wajib nggak dikerjain, dapetnya apa coba? DOSA! Nah kalo udah dosa, terus masuknya kemana coba? NERAKA! Nah terus kalo udah di neraka, bakal diapain coba? Suatu hari Rasulullah pernah diperlihatkan siksaan wanita yang tidak menutup aurat di neraka, dan beliau sangat terkejut melihat rambut wanita itu ditarik kebelakang, diikat dengan kakinya sehingga tertarik, dan puting susunya diberi api, dibakar hingga hangus. Lalu dijadikan seperti semula lagi. Mau kayak gitu? Kalo gw cewek sih, jawabannya ENGGAK!. Makanya pada sadar nggak, WANITA YANG NGGAK BERJILBAB ITU TERUS MENERUS MENGUMPULKAN DOSA, TIAP BULAN, MINGGU, HARI, JAM, MENIT, BAHKAN DETIK KARENA MEMPERLIHATKAN AURATNYA KEPADA ORANG LAIN. Kebayang nggak? UDAH BERAPA KONTAINER DOSA yang kalian kumpulkan selama ini hanya gara-gara nggak pake jilbab? Belum dosa-dosa yang lainnya. Astagfirulloh. Mungkin, kenapa sebagian besar penghuni neraka itu diisi sama kaum wanita, gara-gara ini salah satunya. Ya berdoa aja semoga besok lo masih hidup dan masih sempet bertobat sama Allah, dan make jilbab tentunya. Satu lagi, kalo amalan wajib aja masih belum lo lakuin, buat apalagi lo masih menganggap ini agama lo. Cepet pindah agama kalo nggak mau pake jilbab, atau cepet revisi KTP lo khusunya pas pertanyaan apa agama anda dengan jawaban “ISLAM (HANYA DISINI)!”. Semoga umur lo semua masih panjang.

3. BUKAN CUMA LO YG MASUK NERAKA! ORANG TUA LO JUGA

Baik buruknya anak, soleh tidaknya anak, itu semua adalah tanggung jawab orang tuanya. Dan apa yang terjadi pada diri lo, itu sangat berpengaruh buat orang tua lo. Makanya, itu kenapa mereka ngajarin soal agama buat lo dari kecil, ngebimbing lo solat, bangunin lo kalo kesiangan bangun buat solat, itu semua dilakuin biar nanti pas dimintain pertanggungjawaban sama ALLAH orang tua lo bisa jawab dengan tenang dan bangga, dan akhirnya masuk surga. Kalo lo berbuat baik, jadi anak soleh, ya orang tua ikut dapet untungnya dan ikut masuk surga bareng lo. Tapi kalo lo jadi anak yang nggak soleh, terus-terusan berbuat dosa, terus-terusan melakukan keburukan, terus-terusan nggak pake jilbab, rela AYAH dan IBU lo ikutan disiksa di neraka cuma gara-gara lo? Mereka udah rajin banget solat malem, mereka udah rajin baca al-quran, mereka udah rajin puasa, mereka udah banyak zakat, mereka juga udah pergi haji, mereka udah ngumpulin pahala yang amat banyak, tapi tetep aja masuk neraka HANYA GARA-GARA LO, anaknya yang nggak mau pake jilbab! Yang terus-terusan berbuat dosa! Woi Ibu lo woi, yang udah ngelahirin lo, yang udah mengasuh lo dari kecil, yang udah mendidik lo, yang ngerawat lo, yang menyayangi lo sepenuh jiwa, tapi lo malah ngebales dengan hal yang sangat-sangat nggak pantes, NGIRIM IBU LO KE NERAKA! Tega lo, hah? Ayah lo, yang udah kerja pagi siang sore malem nyari duit buat lo, nyekolahin lo, mau capek kek mau kepanasan kek mau pegel-pegel kek semuanya nggak peduli cuma demi lo, demi anaknya, eh anaknya malah ngirim dia ke neraka! Sumpah gw nggak bisa bayangin betapa kejamnya lo! Astagfirulloh. Semoga besok pas lo mau berangkat ke kampus nggak ada kecelakaan yang bikin lo meninggal padahal lo belum sempet bertobat!

4. MENGHINDARI MAKSIAT

Nggak bisa dipungkiri, banyaknya kasus perkosaan yang terjadi akhir-akhir ini, terlepas dari bejatnya orang itu, juga disebabkan oleh para wanita yang selalu menghumbar auratnya. Mereka sang pemerkosa, melihat TV, melihat artis-artis yang seksi macam Jupe, Azhari bersaudara, Miyabi, dll dan akhirnya tergoda. Sekali melihat ada cewek dengan baju ketat berjalan, kulit putih, rambut panjang, celana jeans sangat ketat, apa nggak tergoda buat merkosa coba? Barusan minggu kemaren, ada kasus perkosaan di deket danau UI, satu cewek diperkosa sama 9 orang yang notabene adalah temennya sendiri. Beruntung itu bukan lo, tapi siapa yang bisa jamin besok-besok bukan lo yang jadi korban selanjutnya? Waktu lagi di angkot, di kereta, di bis, ada segerombolan nyulik lo, terus memerkosa lo, itu yang lo mau? Terserah sih. Semoga di jalan takdir lo nggak ada tuh yang namanya “Jadi Korban Pemekorsaan”, amin. Selain itu, kalo kata si Gilang, 85% cowok-cowok itu bakal MASTURBASI setelah melihat rok pendek, tengtop warna warni, hitam, apalagi tembus pandang kalo basah, baju super ketat yang sangat membentuk, rambut panjang, dada, belahan dan sekitarnya itu, pantat yang sengaja diumbar waktu berjalan, penampakan yang bersifat keberuntungan, dll. Lo mau jadi bahan masturbasinya cowok-cowok? Naudzubillah! Tolong dong, jangan memancing orang lain berbuat dosa hanya gara-gara lo yang selalu pake pakaian ketat dan seksi ke kampus. Semoga pas besok bangun pagi lo masih bisa bernafas padahal lo belum tobat.

5. IZZAH (HARGA DIRI)

Suatu hari nanti lo bakal nikah kan? (ya siapa sih yang nggak mau nikah). Pernah ngebayangin nggak, aurat lo, dari ujung rambut sampai ujung kaki itu udah lo umbar-umbar ke semua orang padahal mereka bukan suami lo, dan waktu suami lo liat lo, itu nggak ada kesenangan tersendiri karena lo udah terlalu sering diliat sama cowok-cowok mana aja. Tolong dong, hormati calon suami lo nantinya. Jangan egois. Kalo kata si Azzam di film KCB 2, “Saya nggak sanggup punya calon istri yang KECANTIKANNYA (wajah dan tubuhnya) sudah dikonsumsi orang banyak!” Orang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik, begitupun sebaliknya. Hahaha gimana lo mau dapet jodoh yang soleh, tampan, gagah, mapan, dewasa, baik, pokoknya sesuai impian lo kalo lo nya aja masih nggak bener? Semoga nanti pas makan lo nggak keselek terus meninggal padahal lo belum sempet bertobat dan make jilbab tentunya. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang suci agama kita. Coba deh kita lihat agama lain, kristen misalnya. Mereka sangat bangga sekali mengenakan kalung salib di lehernya, sebagai tanda suci agama mereka. Kenapa lo mesti malu pake jilbab yang notabene lambang suci umat islam? Sekarang gw tanya, lo islam bukan? Islam beneran apa KTP doang? Buktiin kalo lo bener-bener islam dan nggak cuma KTP dan turunan nenek moyang doang. Terus ada survei juga, kebanyakan orang yang pake jilbab itu jadi tambah cantik lo. Nah sekarang gw balikin buat semua yang nggak pake jilbab, mending lah kalo lo udah cantik duluan sebelum pake jilbab, nah kalo lo jelek? Hah? Masih ngga mau pake jilbab? Semoga nanti lo nggak kesandung terus meninggal padahal lo belum sempet bertobat. Umur seseorang siapa yang tahu.

6. MENJALIN KEDEKATAN SAMA ALLAH SWT

Nih buat contoh ya, kalo lo lagi butuh duit banget nih buat belanja ini belanja itu, gimana cara lo ngerayu buat minta duit sama nyokap? Pasti lo baik-baikin dulu kan. Lo lakuin semua perintahnya dan lo jauhin semua larangannya. Kalo udah gitu, pasti deh lo bakal dikasih uang. Nah ini sama kayak lo berdoa sama ALLAH. Gimana doa lo mau dikabulin kalo hal yang dilarang-Nya aja masih lo lakuin. Gimana IP lo mau cum laude, gimana masa depan lo mau cerah, kalo lo masih belum menuruti apa perintah-Nya. Semoga nanti lo nggak kesetrum komputer terus meninggal padahal lo belum sempet bertobat. Umur seseorang siapa yang tahu.

ALASAN ALASAN KENAPA BELUM MAU MEMAKAI JILBAB!

1. BELUM MAU

Hahahaha ini adalah alasan pertama yang paling sering diutarakan sama cewek-cewek yang belum pake jilbab. Kalo kita ngomong mau atau nggak mau, itu mah relatif. Sekarang gw tanya balik, harus nunggu sampe kapan biar lo mau pake jilbab, hah? Nunggu sampe ada bendera kuning terpampang di depan rumah lo, pertanda salah satu orang tua telah berpulang lebih dulu, terus lo baru mau make jilbab, gitu. Kasian orang tua lo, keburu masuk neraka duluan! Mau nunggu apa lagi? Nunggu sampe lo kecelakaan dulu, sekarat, ada diambang kematian, kaki tangan bahkan leher patah, baru lo tobat dan make jilbab? Atau nunggu sampe ada gempa melanda Jakarta dengan skala 10 ritcher baru lo tobat? Alasan belum mau itu cuma KLISE, ingat KLISE! Semoga umur lo masih panjang dan nggak kesisa 2 jam buat bertobat dulu sama ALLAH baru pake jilbab. Kalo kata salah satu temen gw yang udah pake jilbab, NGGAK ADA KATA BELUM SIAP DAN BELUM MAU BUAT CEWEK TUK PAKE JILBAB! Emang lo nya aja yang masih 100% dikuasain setan dan nggak kuat ngelawan godaannya. Mumpung masih ada besok buat lo bertobat sebelum lo mati besok lusa, siapa tahu.

2. BELUM SIAP, MANTAPKAN HATI, KERUDUNGIN HATI DULU BARU BERJILBAB

Ini juga adalah alasan kedua yang paling sering diungkapkan para cewek-cewek buat alasan mereka kenapa nggak pake jilbab. Heh para wanita, kalo hati lo itu yang ngeliat CUMA ALLAH. Tapi kalo muka lo, dada lo, perut lo, paha lo, dan seluruh bagian tubuh lo itu yang ngeliat orang-orang banyak! Alasan yang sangat tidak logis! Terus soal belum siap? Sebenernya apa sih yang harus dipersiapkan? Beli jilbab dulu, baju-baju panjang, peniti, iket rambut, harus nyiapin apalagi? Jujur gw bingung banget! Sumpah! Apa sebenarnya yang harus dipersiapkan? Inget, di Al-Quran itu, ngerudungin hati dan ngerudungin rambut itu harus dilakukan bersamaan. Semoga besok lo masih bisa bangun dan bernafas lega dan belum meninggal.

3. BELUM DAPET HIDAYAH

Ini alasan yang paling nggak masuk akal dibanding alasan yang lain. Pada tau nggak sih, HIDAYAH ITU UDAH ALLAH SEBAR KE SELURUH PENJURU DUNIA, tergantung kitanya aja mau ngambil apa enggak. Jangan pernah bilang ALLAH belum ngasih hidayah karena hidayah itu udah ada dimana aja, kapan aja, dan melalui siapa aja. Jadi kalo ada cewek yang nggak make jilbab hanya karena alasan belum dapet hidayah, dia aja bego yang nggak mau ngambil hidayah itu. Katanya anak UI, pada pinter kan? Semoga besok pas lo berangkat ke kampus, mobil atau motor lo nggak kecelakaan ditabrak truk gede.

4. TAKUT PAS UDAH MAKE, NANTI KEBUKA LAGI

Sekarang gw tanya, emang lo udah ngerasain rasanya pake jilbab (khusus buat cewek-cewek yang belum make jilbab)? Terus darimana lo yakin kalo lo make jilbab bakal ngelepas lagi? “Kan takutnya rul?”, ih kenapa lo udah suudzon duluan padahal lo nyobain aja belum. Teman-temanku tercinta, gw jamin deh, walaupun kemungkinan itu pasti tetep ada, peluang untuk nyopot lagi susah terjadi kok. Allah itu pasti ngejagain kita kok, ngelindungin kita, dan menguatkan hati kita agar terus istiqomah dijalan-Nya kalo udah pake jilbab. Lagian kalo di kampus kayak UI gini, pasti lo malu lah kalo udah make jilbab tiba-tiba dicopot lagi, kuat ngadepin malu sebesar itu? Yakin kuat akan segala cibiran dan gunjingan? Gw sih enggak! Malu satu angkatan, malu satu fakultas, satu universitas, satu gang di rumah, malu di segala tempat! Pokoknya yang penting sekarang, lo pake jilbab dulu deh! Mending make kan, daripada tidak pernah sama sekali? Semoga ALLAH masih memanjangkan umur lo, amin.

5. MASIH BANYAK CEWE BERJILBAB PACARAN, BERZINA & MELAKUKAN MAKSIAT² LAINNYA

Ini nih yang jadi alesan paling sulit dijawab, tapi tetep aja sama kayak alasan-alasan yang udah kayak di atas, KLISE! Pertanyaan pertama, presentase cewek berjilbab yang bener sama yang binal berapa jauh sih perbandingannya? Hah? Gw yakin lo pasti bisa jawab sendiri. Hampir sebagian besar wanita berjilbab yang masih ancur kayak gitu, biasanya karena menjadikan jilbab sebagai pelampiasannya aja, atau mungkin buat penutup identitas, semuanya terjadi karena pas make jilbabnya tidak dilandasi keikhlasan dalam hati, tidak takut pada ALLAH, tidak takut dosa, dan hanya karena pemaksaan (biasanya). Di sekolah diwajibin pake jilbab lah, disuruh orang tua lah. Makanya tunggu apalagi, segera bulatkan hati untuk segera pake jilbab. Semoga umur lo masih panjang dan masih sempet bertobat dan pake jilbab. Satu lagi, pernah liat nggak anggota DPR kita kalo lagi pake jas lengkap sama pas lagi pake baju tidur atau kaos oblong biasa? Pasti pas lagi pake jas lengkap, pantofel, rapi, dia akan menjaga kelakuan perkataan dan wibawanya kan? Dia ingin selalu menjaga image di depan orang banyak karena dia memang sedang menggunakan jas lengkap alias seorang anggota DPR. Nah kalo lagi pake kaos oblong biasa? Pasti ngomong juga ceplas-ceplos aja kan? Begitupun jilbab. Kalo lo udah pake jilbab, sensasinya beda deh. Lo pasti akan lebih menjaga diri lo sendiri, baik perkataan lo, kelakuan lo, sifat lo, itu pasti deh tanpa lo sadari juga. Semoga ntar malem nggak ada gempa 8.5 skala ritcher yang bikin lo ketiban lemari dan meninggal seketika.

6. BUKAN ANAK GAUL, NANTI KLO MAKE JILBAB JADI GERAH LAGI

Au ah! Gw males jawab alesan yang satu ini. Sebenernya apa sih yang memotivasi lo tuk jadi anak gaul? Anak yang nggak kuper, yang nggak kolot karena masih mengenakan jilbab panjang? Emang kalo lo jadi anak gaul lo bakal dapet apa sih? Pacar yang banyak? Dihormati orang? Dianggep keren sama orang-orang? Sekarang lo pilih, pengen jadi anak gaul dunia apa anak gaul surga, hah? Atau lo lebih milih jadi anak gaul neraka? Apalagi sih yang lo semua takutin? Lagian, siapa yang bilang cewek yang berjilbab itu nggak gaul? Siapa, hah? Alesan apalagi sih, takut nggak dapet jodoh? Heh, pas lo lahir tuh udah tertulis 3 hal di Lauhul Mahfudz, REZEKI lo, KAPAN MATI lo, dan JODOH lo. Jadi jangan bilang takut nggak bakal dapet dan susah nyari jodoh deh! Soal gerah, gw akan pake hipotesis yang sama. Gerahnya di neraka sama gerah di dunia berapa kali lipat ya perbandingannya? Ada satu sumber yang bilang, satu kali hembusan paling kecil api neraka aja udah bisa bikin bumi hangus terbakar tanpa sisa, gimana kalo lo yang dibakar pake api itu? Nggak usah jauh-jauh di neraka deh. Di padang mahsyar aja, yang ada sembilan matahari udah gitu jaraknya sejengkal pula, berapa kali lipat ya sama gerahnya di dunia yang cuma ada satu matahari udah gitu jaraknya berjuta-juta kilometer? Semoga lo nanti nggak keselek waktu sarapan terus epiglotis lo ketutup dan lo langsung meninggal.

7. SEMUANYA BUTUH PROSES DAN WAKTU YANG LAMA

Khusus untuk jawaban dari alesan yang satu ini, udah selalu gw cantumin di setiap akhir paragrap di artikel ini. SEMOGA LO MASIH PANJANG UMUR DAN MASIH SEMPET BERTOBAT SAMA ALLAH, TERUS PAKE JILBAB. Umur seseorang siapa yang tau woy. Pas lo tidur, pas lo makan, pas lo berangkat ke kampus, pas lo naik tangga buat kuliah, pas lo buang air, pas lo lagi BBMan dan FBan, SIAPA YANG BISA NGEJAMIN LO NGGAK BAKAL MATI. 1 jam, 2 jam, 3 jam, atau mungkin setengah jam malah sisa umur lo, siapa yang tau? Masih mau nunggu proses dulu yang sama sekali nggak beralasan dan nggak ilmiah! Lagi-lagi, semua ini terserah lo. Contohnya aja, kayak si Usain Bolt, si pelari handal itu. Dia nggak bakal menangin tuh olimpiade kalo nggak ada LANGKAH PERTAMA! Kapan lo mau berubah kalo nggak ada langkah pertama dari diri lo sendiri? Semoga pertemuan lo dengan malaikat izroil masih panjang.

PESAN TERAKHIR

Untuk seluruh teman-temanku tersayang, cepatlah sadar dan bertobat. Gw berusaha mengingatkan. Maaf sebelumnya kalo terlalu plak-plok dan kasar kata-katanya. Kalo lo-lo semua pada nggak suka, silahkan omelin gw sesuka hati lo. Gw siap nerima dan mendengarkan asalkan kalian semua pada pake jilbab. Mungkin bahasa yang gw pake nggak sejago Khalil Gibran yang bisa bikin sampe nangis-nangis pas baca tulisannya. Gw juga nggak sekreatif Archimedes waktu nemuin Hukum Archimedes itu. Gw juga nggak sepinter Plato yang pemikirannya terus dipake sampe sekarang. Dan gw juga nggak sealim Bilal bin Rabbah yang bakiaknya aja udah kedengeran suaranya di surga. Gw ini ya Amrul, orang yang nggak tau apa-apa, sok tau, sok alim, dan sok pinter.

Gw ingetin lagi ya, hidup di dunia itu NGGAK LEBIH DARI 2% dari total kehidupan lo! Tapi dengan 2% itulah lo menentukan nasib seluruh kehidupan lo, lo bahagia (di surga) atau lo sengsara (di neraka). Lo mau kehidupan lo yang masih sangat-sangat panjang bahkan bakal kekal nanti pas di akherat ancur semua gara-gara kehidupan lo di dunia yang cuma 2% bahkan kurang malah? Sia-sia men 98% hidup lo yang lain. Makanya mulai sekarang, berhentilah hanya memikirkan dunia, dunia, dan dunia. Berhentilah hanya bersenang-senang, jalan-jalan, shoping, nongkrong, kurangin lah kegiatan lo ini. Hadistnya tuh, Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selamanya di dunia, tapi Beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati besok! Berhentilah berbuat dosa, ya dengan make jilbab ini salah satu caranya.

Sekali lagi, kalo nggak suka silahkan protes dan omelin gw. Buat yang udah pake jilbab tapi belum panjang dan pake rok, terus berusahalah dan tetap istiqomah. Tolong di share dong pengalamannya buat temen-temennya yang lain yang belom pake jilbab. Sekali lagi maaf sebesar-besarnya. Semoga umur kita masih panjang dan masih sempet buat bertobat. Jangan sampe nunggu suatu hal terjadi dulu baru lo sadar dan bertobat. Penyesalan adanya selalu belakangan woy! Jadi, tunggu apalagi? Lagi-lagi, semua itu TERSERAH LO, gw nggak mau ikut campur lebih jauh lagi. Tugas gw cuma mengingatkan, SAMA SEKALI NGGAK MEMAKSA.

CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:

HEY KAWAN SEMUA, PADA GAK MAU KAN KALAU TEMAN, SAHABAT, KELUARGA, DAN WANITA² MUSLIMAH LAINNYA TERMASUK GOLONGAN AHLI NERAKA? AYO RAME² AJAK DAN DUKUNG PARA WANITA MUSLIMAH UNTUK SEGERA BERJILBAB, SEMOGA KITA SEMUA NANTINYA TERMASUK GOLONGAN AHLI SURGA! Amien Ya Robbal Alamin..


Disadur dari: http://amrul12.blogspot.com/2009/10/harus-nunggu-apa-lagi-sih-buat-pake.html

20 Ciri Ikhwan Genit

  • 01/15/10
  • Utuh Wibowo
  • · Advice

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Di edisi lalu temen saya membuat tulisan yang cukup menohok “ Akhwat Genit”. Sebenarnya dari dulu saya ingin membalas tulisan beliau dengan judul “Ikhwan Genit”, tapi karena banyak sekali pertimbangan (klo dikroscek lagi, apa pertimbangan saya waktu itu, saya lupa!) akhirnya saya tidak jadi menulis tentang itu. Kalau ada buku “Jangan Jadi Akhwat Nyebelin”, harusnya juga ada buku yang membahas “Jangan Jadi Ikhwan Nyebelin”. Setelah baca tulisan beliau, saya jadi pengen mengubah diri saya. Yagh, point penting, selalu pastikan diri menuju lebih baik dimana dan kapan pun berada. Hehhe.. biar ga berjodoh ama ikhwan genit Disini pun saya akan menulis tentang “ Ikhwan Genit” dengan harapan ada yang pengen memperbaiki diri juga.

Mencermati, mendengar, dan melihat kondisi akhir-akhir ini, akhirnya saya berani menulis tulisan ini, Tidak lain untuk menasehati diri sendiri. Bila sudah nulis masak segh mau dilanggar, bila sudah menyeru ke orang lain masak segh diri sendiri tidak melakukannya, gengsi dunk ama Allah, nti di cap Allah sebagai orang yang “ Kaburo Maktan “ (Qs As-Saff 2-3) bisa gaswat total. Di cap genit oleh manusia segh ga begitu masalah, tapi bila di cap “genit “ oleh Alloh sudah menjadi masalah yang teramat besar. [Ingat konteksnya “genit” pada lain jenis yang bukan mahramnya].

“ Ikhwan “ begitu kata bahasa arab yang artinya “ saudara laki-laki”, tetapi ternyata ada perkembangan makna, istilah bahasa indonesianya “ sinekdoke totem pro parte” ikhwan ialah seorang laki-laki yang sholeh, yang selalu ke masjid, seorang aktivis dakwah, mungkin ditambah lagi, jenggoters n congklangers ahh.. begitulah ikhwan. Mencoba menyoroti, duluw saya n teman saya (link mae) membuat kriteria ikhwan black list di bumi mipa, menyoroti ikhwan-ikhwan yang agak nyleneh di mipa [heheh, ada ada aja ya]. Ya karena sifat n karakter mereka ga ikhwan bangetzzz jadi ya dimasukin dalam daftar ikhwan black list. Jujur, saya yang sekarang orangnya open mind, open source (emange linuxers ), n ga se saklek duluw (walau duluw juga ga begitu saklek) mencoba membuat kriteria ikhwan genit ( ditunggu bagi akhwat yang saklek, mungkin bisa menambahkan kriteria) Diantaranya sebagai berikut:

1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.

2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.

3. Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.

4. Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.

5. Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, dan mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.

6. Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.

7. Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.

8. Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”

9. Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.

10. Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.

11. Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.

12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.

13. Ikhwan genit suka menjanjikan “nikah“ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, and yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!

14. Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.

15. Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS nya.

16. Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca.

17. Ikhwan genit suka jalan-jalan di sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, … ? (QS.An-Nuur[24]:30-31)

18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.

19. Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.

20. Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.

Whuacch… Alhamdulillah terlaksana sudah, janji saya, mau buwat 20 kriteria ikhwan genit. Bagi yang termasuk didalamnya, yuuk… marii.. perbaiki diri, [termasuk saya juga!]. Mari mengazzamkan diri menjadi insan yang baik dan terbaik di depan penglihatan Allah atas kita. Dari cerita teman liqo’ saya, yang katanya kualitas kader kampus saat ini menurun drastis, pakaiannya segh ikhwani dan akhwati tapi spirit ruhiyah, haroky dan keilmuannya minim banget. Melesunya dakwah kampus karena hegemoni sekuler dan tuntutan akademik yang mengharuskan untuk cepat lulus dengan IPK yang bagus. Semoga tulisan ini memberi sedikit kontribusi untuk dakwah kampus kedepannya.

Umar bin Utsman berkata: “ Ilmu itu adalah pemimpin, takut adalah pengemudi, sedangkan nafsu adalah kuda yang mogok diantara keduanya yang menipu dan berpura-pura. Waspadalah dan jagalah dia dengan siasat ilmu dan kemudikan dia dengan ancaman ketakutan, maka engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan.”

Abu Ja’far Al-Mihwali berkata: “ Haram atas hati yang mencintai dunia untuk mendapatkan ketenangan dan kehormatan ilahi. Haram atas jiwa manusia yang senang keduniaan untuk mendapatkan kemanisan dan kelezatan akhirat. Haram atas orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya untuk dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa”

“ Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq: 5)

~ Ditulis oleh seorang akhowat yang mungkin bisa dikategorikan akhowat genit yang berusaha banget agar tidak menjadi akhowat genit, kecuali genit untuk suami tercinta nantinya ~

** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:

Dengan esensi informasi di atas, saya sebagai Ikhwan bisa mengambil sebuah hikmah. Bahwa Akhwat pun bisa melakukan hal yang sama terhadap Ikhwan. Ini didasari karena kita adalah manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf. Alangkah baiknya jika kita bisa memperbaiki diri menjadi jauh lebih baik dimasa mendatang. Sebenarnya masih banyak yang bisa dijelaskan antara hubungan Ikhwan & Akhwat. Bahkan bukan hanya 20 ciri, namun ribuan sebenarnya yang menyangkut “khalwat, pacaran, dsb” seperti yang dijelaskan Rasulullah. Bagi Ikhwan lainnya, bukannya saya mengkhianati kalian semua. Tapi jadikan informasi ini sebagai lahan untuk Instrospeksi diri. Insya Allah semua akan menjadikan kita jauh lebih bermartabat dimata Allah SWT. Amien..

Bagi Yang Bertanya Kepada Saya Tentang Bagaimana Ciri 20 Akhwat Yang Genit. Mohon Maaf Saya Tidak Bisa Menjawabnya, Mungkin Bisa Di Tanyakan Langsung Kepada Akhwat Yang Lainnya. Terima Kasih..

“HEY AKHI! HEY UKHTI! MARI KITA TINGKATKAN PONDASI ISLAM DENGAN SEGENAP KEMAMPUAN KITA & BERTAQWALAH KEPADA ALLAH SWT”

Jangan Lupa Untuk Dibaca Juga Rujukan Dibawah Ini:

Rujukan Ihkwan Genit, Sebagai Rujukan Untukmu Akhi:
http://evans86.cybermq.com/post/detail/4769/ikhwan-genit
http://mafahimcenter.info/2009/07/ikhwan-ganjen-dan-dakwah-abal-abal

Rujukan Akhwat Genit, Sebagai Rujukan Untukmu Para Ukhti:
http://mafahimcenter.info/2009/07/akhwat-genit-dan-dakwah-abal-abal
http://evans86.cybermq.com/post/detail/5006/akhwat-genit-dan-dakwah-abal-abal

Ketika Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW

  • 01/10/10
  • Utuh Wibowo
  • · Advice

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW
(Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan: “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: “Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

Rasulullah bertanya: “Siapa yang memaksamu?”
Iblis mejawab: Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin. Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

Rasulullah: “Siapa selanjutnya?”
Iblis: “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang yang selalu bersuci.”

Rasulullah: “Siapa lagi?”
Iblis: “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

Rasulullah: “Apa tanda kesabarannya?”
Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

Rasulullah: ” Selanjutnya apa?”
Iblis: “Orang kaya yang bersyukur.”

Rasulullah: “Apa tanda kesyukurannya?”
Iblis: “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

Rasulullah: “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
Iblis: “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

Rasulullah: “Umar bin Khattab?”
Iblis: “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

Rasulullah: “Usman bin Affan?”
Iblis: “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

Rasulullah: “Ali bin Abi Thalib?”
Iblis: “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Rasulullah: “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
Iblis: “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

Rasulullah: “Kenapa?”
Iblis: “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

Rasulullah: “Jika seorang umatku berpuasa?”
Iblis: “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

Rasulullah: “Jika ia berhaji?”
Iblis: “Aku seperti orang gila.”

Rasulullah: “Jika ia membaca al-Quran?”
Iblis: “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

Rasulullah: “Jika ia bersedekah?”
Iblis: “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

Rasulullah: “Mengapa bisa begitu?”
Iblis: “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

Rasulullah: “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
Iblis: “Suara kuda perang di jalan Allah.”

Rasulullah: “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
Iblis: “Taubat orang yang bertaubat.”

Rasulullah: “Apa yang dapat membakar hatimu?”
Iblis: “Istighfar di waktu siang dan malam.”

Rasulullah: “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
Iblis: “Sedekah yang diam – diam.”

Rasulullah: “Apa yang dapat menusuk matamu?”
Iblis: “Shalat fajar.”

Rasulullah: “Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Iblis: Iblis: “Shalat berjamaah.”

Rasulullah: “Apa yang paling mengganggumu?”
Iblis: “Majelis para ulama.”

Rasulullah: “Bagaimana cara makanmu?”
Iblis: “Dengan tangan kiri dan jariku.”

Rasulullah: “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
Iblis: “Di bawah kuku manusia.”

Rasulullah lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
Iblis: “Pemakan riba.”

Rasulullah: “Siapa sahabatmu?”
Iblis: “Pezina.”

Rasulullah: “Siapa teman tidurmu?”
Iblis: “Pemabuk.”

Rasulullah: “Siapa tamumu?”
Iblis: “Pencuri.”

Rasulullah: “Siapa utusanmu?”
Iblis: “Tukang sihir.”

Rasulullah: “Apa yang membuatmu gembira?”
Iblis: “Bersumpah dengan cerai.”

Rasulullah: “Siapa kekasihmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

Rasulullah: “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

Rasulullah: “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
Iblis: “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Tahukah kamu Muhammad? Bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata: “Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. “Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Tahukah kau Muhammad? Dusta berasal dari diriku. Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, Umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad? Orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. Jjika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu? Sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

Rasulullah bertanya: “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
Iblis: “10 macam”
Rasulullah: “Apa saja?”
Iblis mejawab:
1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman: “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman: “Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan.” (QS Al-Isra : 27).

9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab: “Silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata: “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat:
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT.” (QS Hud :118 – 119)

Juga membaca:
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN ORANG YANG DILINDUNGI OLEH ALLAH SWT. AMIEN YA ROBBAL ALAMIEN..

Sumber : rileks.com , indobestseller.wordpress.com

© 2012 Powered By Utuh Wibowo™ © 2004-2012 All Rights Reserved.

  • Twitter
  • Facebook
  • Vimeo
  • YouTube
  • Flickr
  • RSS

Designed by Luke McDonald & Powered by WordPress