PERJALANANKU – Kisah Perjalanan Pulang Kampung
Tulisan ini kupersempahkan untuk: “SEMUA ORANG DISEKITARKU, SPECIAL FOR AKBAR”.
Lelah rasanya, ketika harus pulang pergi ke lampung untuk mengerjakan sebuah pekerjaan. Lelah bukan karena pekerjaannya, namun karena tenaga sudah terkuras habis yang menyebabkan tubuh ini terasa sulit untuk melakukan sesuatu. Mana keesokan harinya harus pulang kampung, pulang ke rumah untuk menjenguk Ponakan (RAHMAT DIRGANTARA AKBAR) dan sujud sungkem kepada orang tua serta meminta doa.
Memulai persiapan pada tanggal 15- 01- 2010 ditemani oleh seseorang via telp. Pesannya, “Mas, hati-hati dijalan besok ya, semoga diberikan keselamatan sampai rumah. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Ade berdoa buat Mas” Thanks for NID q:D
Malam, packingpun dipersiapkan. Hanya membawa 2 baju ganti & berbagai baju lama yang mau dibawa pulang. Lumayan bisa diberikan kepada orang yang bekerja disawahku, karena tak perlu baju bagus & trendy untuk membajak sawah yang penuh lumpur, hanya baju yang layak untuk dipakai saja mereka sudah sangat bahagia. Berbeda dengan kalangan atas yang butuh baju super bagus hanya untuk kesawah (lho kok malah ke yang lain), skip & lewati saja hal ini ya
Alhamdulillah, packingpun selesai. Waktunya tidur dan subuh terbangun, kemudian tidur lagi hingga terdengar lagu “I’am Yours” berkumandang lagi. Ternyata Kak Ana menelephone “Utuh ada dimana? Jadi pulang hari ini? Mau nitip sesuatu, Insya Allah pagi² nanti titipannya diantar kesana”. Kutunggu sambil mempersiapkan segala sesuatu & bersih² kamar sebelum berangkat pulang. Dan ternyata Mas Adie menelphone “Utuh, sudah ada dimana? Mas Adie gak bisa nganter titipannya kesana, Utuh ajah yang kesini ambil titipannya klo bisa ya”.
Akupun segera mandi dan segera berangkat ke tempat Mas Adie, Wuzzzzttt.. Nyampe juga akhirnya dicengkareng. Barang² yang mau dititpin teleh dipersiapkan, disana ketemu dengan ponakan yang satu lagi, kecil, cantik nan lucu (AZALEA). Tak terasa sudah jam 12 dicengkareng, berhubung hari Jumat, Jumatan dulu disana. Treng treng, setelah Jumatan, ditemani dengan mendungnya Jakarta, langsung berangkat menuju terminal Rawamangun, Jakarta yang PANAS pun tertunduk oleh sang MENDUNG. Akhirnya tiba di Rawamangun, pesan tiket PAHALA KENCANA Bus Malam Jakarta-Bali. Setelah beberapa menit kemudian Bude datang, yang sebelumnya sudah kuhubungi dulu untuk langsung berangkat ke Rawamangun, Bude membawa titipan tambahan, jadinya titipannya ++ deh.
P.S: Tiket Pahala Kencana Jakarta-Probolinggo Rp.260.000,-
Hmm, tak berasa di Rawamangun serasa lama sekali, karena Bus berangkat jam 16:30. Sambil menunggu waktu yang lama, karena waktu tiba di Rawamangun pukul 14:30, ada waktu sekitar 2 jam untuk menunggu. Aku telp Ibu untuk memberikan kabar kepulanganku..
Aku: Assalamualaikum Wr.Wb, Bu.. Aku pulang sore ini.
Ibu: Iya, hati² dijalan ya, semoga selamat sampai dirumah.
Aku: Terima kasih Ibu, aku bareng karo Bu’de kie. Mau ngomong?
Ibu: Iya, mana Budenya?
Beralih HP ke Bude & Ibu. Aku hanya mendengarkan, dan mencoba memahami pembicaraan mereka. Loudspeaker mode on, karena di Rawamangun rame sekali. Kira² seperti ini pembicaraannya:
Ibu: Assalamualaikum.. Dek remmah kaberreh ben yu?
Bude: Walaikumsalam.. Alhamdulillah, sehat buleh lik, dikah beremmah kaberreh? Emak bik Kang Jono sehat?
Ibu: Alhamdulillah kiyah yu, sehat kakabbi. Mak gi sehat kiyah, berik mareh entar ka guksak kuleh yu.
Bude: Enggi Alhamdulillah mon engak benekah. Mander mogeh kabbi se’e guksak sehat. Murah rejekenah, lanjeng omorrah, barokah. Salamagi gi ka Kang Jono.
Ibu: Amien yu, enggi, kedik e salamaginah ka kabbi.
Bude: Enggepon ge, senekah beih pon. Pebeliah ka Utuh pole pon gi telponah. Wassalaualaikum Wr.Wb
Ibu: Walaikumsalam Wr.Wb
- Intinya Ada Kedekatan Antara Kakak & Adik Yang Sama² Selalu Mendoakan -
Begitulah obrolan Bahasa Madura antara kakak & adik. Bagi yang gak ngerti bisa tanya langsung sama orang madura ya
HP kembali padaku lagi.
Ibu: Iyo, ngunu ae wes yo le, ati”.. Semoga selamet..
Aku: Amien, sampe ketemu dirumah Bu.. Wassalamualaikum Wr.Wb
Ibu: Walaikumsalam Wr.Wb
Akhirnya setelah 2 jam menunggu, dan sesudah sholat Ashar di Musholla Rawamangun, Aku menaiki bus New Mercedes-Benz EURO3 Pahala Kencana dan bus siap berangkat. Aku dikursi 4C, dan disampingku ada seorang Mbak dikursi 4D. Tepat jam 16:40 bus mulai merangsak keluar dari terminal Rawamangun. Ditemani oleh dia via telp, bercengkerama dan saling mendoakan. Perjalananpun kembali penuh warna q:) Tiba di Rumah Makan khusus Bus Malam Pahala Kencana, turun dari bus langsung makan karena sudah terasa lapar. Kemudian menuju Masjid yang kebetulan dekat dengan Rumah Makan. Jama’ Isya & Maghrib. Kemudian bus berangkat kembali. HP ku kembali berbunyi, lagu “I’am Yours” berkumandang. Ditemani kembali oleh dia.. Hingga tengah malampun, kita belum berhenti saling bercerita, bercerita banyak hal yang berdurasi kurang lebih 3,5jam. Hingga akhirnya HP ku berbunyi “Twiilltt Twulltt” 2x, pertanda “Low Bat” dan akhirnya KO’IT. Aku lupa gak bawa charger HP, bingung mau pinjem kesiapa ya? Terbalut dengan jacket dan selimut yang menyelimuti tubuh, AC dalam Bus sangat dingin yang kebetulan bertepatan dengan hujan lebat yang turun.. Brrr.. Brrr.. Dan akhirnya Akupun terlelap..
Terbangun subuh, terlihat sedang terjadi kemacetan yang sangat panjang di daerah Rembang. Terlihat Mbak disampingku sedang mengeluarkan HP + chargernya yang kemudian dimasukkan lagi kedalam tasnya. Ide cemerlang itupun kembali muncul di otakku:
Aku: Lagi ditelp sama suaminya tadi ya mbak?
Mbak: Iya, nanyain kabar sudah sampai mana. Gak taunya macet begini, bisa sampi sore ini di Surabaya.
Aku: Iya, apalagi saya Mbak, bisa sampe malem sampe Probolinggo. Oh iya mbak, HP nya Nokia juga ya Mbak, tipe N72 ya?
Mbak: Iya bener sekali, pemerhati HP ya dik.
Aku: Engga Mbak, tadi saya lihat chargernya. Kebetulan HP saya mati ni Mbak. Kalau boleh, saya mau pinjem.. (Sambil senyum)
Mbak: Oh, bentar ya.. (Sambil buka tasnya, mencari Charger). Ini dik, memangnya di Bus bisa ngecas ya?
Aku: Hhe, bisa Mbak. Kan didepan deket sopir ada colokan untuk ngecharge. Terima kasih ya Mbak, saya mau pasang charger dulu didepan.
Mbak: Ya.. Silahkan..
Didepan, aku ngobrol dengan Kondektur & Sopir. Sambil mencari colokan HP..
Aku: Mas, mau ngecharge HP, mati sama sekali HP saya.
Kon: Bentar ya, mana cas²annya. Colokin disana Mas.
Aku: Oke mas, sip.. Macet darimana tadi ini mas? Kok panjang banget.
Kon: Ini dirembang, gak tau juga tadi tepatnya dimana. Bisa telat² ini sampai Bali.
Aku: Berapa jam kira² telatnya ini Mas.
Kon: Paling ya sekitar 6-8 jam.
Aku: Masya Allah.. Wah, lama juga itu.
Sop: Ya jelas lama toh Mas, lha wong macetnya kayak begini. Gak bisa zig zag ini, mau nyalip jalannya sempit.
Aku: Iya Pak, yang penting selamat ae sampe Paiton, saya sudah bersyukur.
Sop: Tenang, dijamin kok Mas.
Aku: Ya sudah kalau begitu, saya balik ke kursi lagi yo Pak ![]()
Kon&Sop: Monggo Mas..
Kembali ke tempat duduk, si Mbaknya dah tidur lagi & kulihat semua orang juga masih pada tertidur. Akhirnya akupun ikut tidur juga. Hhe.. Terbangun sekitar pukul 8:00 pagi. Inipun masih juga di daerah Rembang, tepatnya ditepi Pantai. Aku menghubungi Ibu, Bapak, Kakak untuk ngasi kabar dan info bahwa masih macet dirembang. Wah, macetnya minta ampun dah.. Akhirnya aku juga memberikan kabar buat dia, sambil telp² juga lama dari Rembang – Tuban, hingga aku mau turun makan & istirahat sebentar. Sampai dituban sekitar pukul 12:00, di rumah makan dekat Pantai Tuban. Sholat Jama’ Dzuhur + Ashar di Musholla, dan kemudian langsung berangkat lagi. Penumpang yang ke arah malang di oper ke Bus Pahala Kencana lain yang jurusan Jakarta-Bogor-Semarang.
Hingga HP pun KO’IT kedua kalinya, sebelum kesempatan pinjem charger hilang. Pas sampai didaerah Lamongan. Aku pinjem charger sama Mbak itu, sekali lagi hingga terisi penuh..
Akupun tiba di PAITON, PROBOLINGGO sekitar pukul 20:03.
Disambut & dijemput oleh Bapak & Ibu yang sudah menunggu dirumah Mbak Leny. Bertunduk, bersalaman & berpelukan dengan Ibu & Bapak. MEREKA BERDUA TERSENYUM KEPADAKU, DAN AKU YAKIN SENYUMAN ITU SENYUMAN KEBAHAGIAAN & DOA.
Dalam Hatiku Aku Berkata:
TERIMA KASIH IBU, TERIMA KASIH BAPAK. BERKAT KALIAN BERDUALAH AKU MASIH BISA BERDIRI DIHADAPAN KALIAN BERDUA DENGAN SENYUMAN. AKU BANGGA PADA KALIAN, AKU SALUT PADA PERJUANGAN KALIAN & YANG PALING AKU SYUKURI, AKU SANGAT BAHAGIA BISA DILAHIRKAN KEDUNIA INI KARENA KALIAN BERDUA. SEMBAH SUNGKEM DARI HATIKU YANG TERDALAM KUPERSEMBAHKAN UNTUK KALIAN BERDUA..
Hingga akhirnya Aku sampai dirumah sekitar pukul 20:38.
WELCOME HOME & Wwwooowww, PONAKANKU SUDAH GEDE, SUDAH UMUR 2 BULAN LEBIH. Dialah yang namanya RAHMAT DIRGANTARA AKBAR. Pulang kampung OM ini dalam misi special untukmu AKBAR.. q:)
Terima kasih buat seluruh keluargaku yang sudah mendoakanku. Agar Aku sampai dengan selamat dirumah. Terima kasih buat seluruh doa kalian kepadaku..
Terima kasih buat dia, yang sudah berkenan menemani perjalanan panjangku. Terima kasih buat mamanya ade’ yang juga sudah mendoakan perjalananku, terima kasih untuk semua keluarga kalian disana..
Hey sahabat dari situbondo, maaf tidak sempat menuliskan ceritamu. Tapi akan selalu ada dalam benakku cerita panjang di ruang tamu rumahku.
Buat Nenekku, Mbah Hj. Siti Rokayyah (Mbah Wiryo). Aku kecil ada bersamamu mbah & wejanganmupun sampai saat ini sangat melekat dibenakku.
“JANGAN PERNAH BERHENTI BERJUANG & JANGAN PERNAH LUPA. SUKSES AKAN SELALU MENYERTAI”.
- HIDUPKU PENUH KEBAHAGIAAN & KECERIAAN WALAU SELALU ADA RINTANGAN -
- ALHAMDULILLAH AKU BISA MELEWATI ITU SEMUA, THANKS ALLAH FOR ALL -

Terima Kasih Yang Terdalam Buat: KELUARGAKU, KELUARGANYA & KALIAN – Meniti Perjalanan Panjang Menusuri Masa Depan




owh.
)
kirain itu anaknya mas utuh
Bukan shaa, itu ponakanku
Hehe..