I Love The Internets!
Berbagi Kisah Perjalanan Hidupku #1
AKU & IBUKU – Mengingat Masa Laluku
Big thanks to My Mom: Lilik Sutatik
Aku bertanya kepada Ibu, beliau mendengarkannya ditelphone.
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita Bu?”
Ibuku terdiam kemudian berkata,
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon maaf kepada orang & mohon ampun kepada Allah setiap hari.”
Aku kemudian kembali termenung dan bertanya lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun Bu?”
Ibuku kembali terdiam, sedikit tertawa sambil berkata,
“Tidak mungkin nak. Sungguh sangat sulit.”
Aku kemudian berkata,
“Ibu, Bagaimana kalau 1 bulan, apakah putramu ini bisa hidup tanpa melakukan kesalahan dalam 1 bulan?”
Ibuku terdiam & tertawa lirih sejenak, dan berkata lagi,
“Sama seperti sebelumnya nak, itupun sangat sulit”.
Aku terdiam lagi, kemudian bertanya lagi,
“OK Ibu, ini yang terakhir kali aku bertanya, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.
Ibuku terdiam agak lama, mungkin sedang berfikir, kemudian beliau menjawab,
“Mungkin saja nak, jika kamu berusaha dan Allah memberikan hidayah, kemungkinan besar bisa”
Aku kini tersenyum lega..
“Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, Ibu. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar..”
Dan di usia yang beranjak ke-24 ini, aku telah tumbuh dewasa dan tak lagi banyak bertanya..
Aku menyadari bahwa tak mudah untuk hidup benar, bahwa salah itu perlu..
Lebih baik pernah salah tapi selalu belajar dari kesalahan itu. Daripada terus-terusan benar tapi salah pada akhirnya!
Semoga Allah SWT Senantiasa Memberikan Nur-NYA Pada Orangtuaku, Keluargaku, Aku, Kalian Dan Semuanya.. Amin Ya Robbal Alamin..
DIMALAM DIMANA AKU TERMENUNG
Bukan hanya malam yang menggelapiku kali ini.
Dan aku sendiri.. di sini..
Kenapa selalu ada gelap setelah terang datang?
Lalu apa guna matahari bila begini?
Bila apa yang baik dan buruk selalu punya arti, lalu gelap itu apa?
Masih adakah iman ketika gelap datang? ketika abu-abu mencoba hitam?
Tuhan Maha Sempurna, oleh karenanya manusia pasti punya salah.
Tuhan Maha Pemaaf, maka dengannya selalu ada maaf untuk tiap kesalahan.
Aku selalu punya doa, tapi menunggu di-ijabah-kan bukanlah pekerjaan mudah.
Aku lelah selalu baik, aku ingin punya salah.. aku ingin KAU maafkan.
Dan malaikat Raqib di dada kananku terus saja mengawasiku..
Catatlah, jangan sungkan, itu tugasmu kawan.. Tunjukkan pada-NYA bahwa aku butuh DIA!
“Kurenungi hal-hal baik yang muncul dari kesadaran, juga hal-hal buruk yang muncul dari ketaksadaran, keduanya lahir karena Keberadaan. Bagiku saat ini, setiap tindakan adalah doa. Jika jiwa hanya melakukan segala yang diperintahkan oleh-Nya, maka setiap tindakan adalah doa. Begitu juga halnya, pada masa sebelum adanya para Nabi, yaitu ketika orang-orang masih berdoa kepada berhala. Aku yakin bahwa seluruh doa mereka pasti juga telah diterima oleh-Nya – dan segala ketidaksadaran mereka pasti juga telah dimaafkan oleh-Nya. Bahkan saat ini, di berbagai tempat pada belahan dunia lain, dimana garis kenabian kita tak diketahui, aku tetap yakin setiap doa manusia di sana pasti telah didengar dan diterima oleh-Nya. Aku ingin hidup di sana, aku ingin kembali lagi ke sana, aku ingin kembali mengalami saat-saat indah ketika ketidaksadaranku telah dijamin untuk dimaafkan, dan ketika perpisahan dianggap sebagai jalan menuju penyatuan.” (Maarif, Kitab Satu, Bagian 87)
Sungguh akupun rindu akan masa itu, masa ketika Tuhan benar-benar menjadi Maha Pemaaf.
Ketika hitam tak perlu dipersalahkan, ketika gelap takkan melemahkan.
Seorang filsuf mengatakan, sebenarnya yang namanya gelap itu tidak ada, yang ada hanyalah kekurangan cahaya.
Aku tidak sepenuhnya setuju, yang namanya gelap itu tetap ada, gelap itu perlu, gelap tidak berarti suram dan tanpa mimpi serta harapan.
Apakah gelap itu selalu buruk? Apakah gelap itu tidak berguna? Apakah gelap itu tidak lebih mulia dari sebuah cahaya?
Bagiku gelap adalah sebuah awal, gelap adalah masa menunggu, tapi tidak terus menunggu.
Gelap adalah sebuah keadaan yang sebenarnya sedang mempersiapkan cahaya.
Sekali lagi, mempersiapkan cahaya! Jangan tunggu cahaya itu, dia takkan datang..
Ciptakan sendiri cahaya itu, jika tidak bisa mencipta, jalan satu-satunya adalah cari cahaya itu..
Dan Aku adalah gelap yang melaju dengan gagah berani mencoba berpijar untuk menjadi terang!
Berusaha membawa lilin-lilin kecil yang terang benderang untuk kubagi dengan semua orang.

-={@ Selamat Hari Raya 1431 Hijriah & Selamat Hari Ibu @}=-
- Utuh 22-12-2009 -
Comments
good
Thanks za..
subhanallah, menginspirasi sekali mas…