<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Enjoy Our Life Stories™</title>
	<atom:link href="http://www.utuhwibowo.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.utuhwibowo.com</link>
	<description>Utuh Wibowo &#38; Novita Wibowo Public Website</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Feb 2010 22:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pencarian Seorang Istri Yang Sempurna</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-pencarian-seorang-istri-yang-sempurna.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-pencarian-seorang-istri-yang-sempurna.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 10:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[Sholehah]]></category>
		<category><![CDATA[Suami]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Hamba mencari Istri yang sempurna. Lelah hati dan jiwa. Hamba mencari kemana-mana, Alhasil Hamba tak sanggup temukan belahan jiwa itu. Setiap hari Hamba berdoa, namun belum juga terkabul. Mungkin inilah perjuangan. Lama-lama Hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun jemu pernah hinggap dalam kamus kehidupan Hamba, meraung-raung dalam sunyi.
Sungguh, di dunia yang maya ini, Hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..<br />
</strong><br />
Hamba mencari Istri yang sempurna. Lelah hati dan jiwa. Hamba mencari kemana-mana, Alhasil Hamba tak sanggup temukan belahan jiwa itu. Setiap hari Hamba berdoa, namun belum juga terkabul. Mungkin inilah perjuangan. Lama-lama Hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun jemu pernah hinggap dalam kamus kehidupan Hamba, meraung-raung dalam sunyi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh, di dunia yang maya ini, Hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, namun laron-laron dosa itu sesekali berduyun mendekati Hamba. Sekuat ruh Hamba berlari-berlari menuju cahaya, dan konon, salah satu kendaraan untuk mendekatkan diri dengan cahaya itu adalah mendapatkan seorang Istri. Ya, Hamba mencari Istri sempurna, agar Hamba bisa menyempurnakan niat Hamba, bercengkrama dengan cahaya sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba bergelut dengan hari-hari, mencari secercah cahaya untuk bisa Hamba huni dari kegelapan yang semakin gandrung menyelimuti hati Hamba lagi. Hamba akui di setiap arah jam yang bergulir ada terpendam berjuta rahasia yang tak bisa Hamba singkap keberadaannya, tak mampu Hamba kuliti satu persatu apa gerangan yang diinginkan Allah. Tadinya Hamba berpikir bahwa Hamba telah mampu meredam satu niatan Hamba itu, mengubur riak-riak kehidupan yang Hamba bangun dengan pondasi rapuh. Rupanya detak suara jarum jam semakin besar menghentak-hentak dan memekakan telinga Hamba, lalu Hamba kembali terpuruk, pikiran Hamba terhuyung-huyung melangkahkan kaki tak tentu arah.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, Hamba bertemu dengan mawar. Di taman itu ia hidup sendiri. Warnanya yang merah merekah membuat mata terkagum-kagum. Ingin rasanya Hamba mempersuntingnya, memetik segala hasrat yang mulai basah kuyup dengan segala keinginan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang mawar tak sadar bahwa ada yang mengamatinya. Ya Tuhan harum sekali. Ya, ketika pagi merambat, Hamba merasakan keharuman yang luar biasa. Merambat ke seluruh ubun-ubun, keharuman yang menakjubkan. Hamba memberanikan diri untuk menyapanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi, Mawar.&#8221; Mawar tersenyum, senyum yang menyejukkan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi. Ada apakah gerangan, sehingga pagi-pagi begini Anda bertamu ke taman yang sepi ini?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hamba berniat mencari Istri yang sempurna. Setiap hari tanpa sepengetahuan Anda, Hamba mengamati Anda, lalu tumbuhlah sejumput rasa tertentu yang tak bisa terdefinisi. Anda telah menyampaikan keharuman itu lewat wewangian yang disampaikan angin. Hamba pikir Andalah yang Hamba cari, belahan jiwa yang sekian lama memikat Hamba untuk hidup dalam kembara.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Betulkah aku yang Anda cari? Tak malukah Anda menikah dengan bunga sederhana sepertiku? Apa yang membuat Anda terkagum? Tak banyak yang bisa aku berikan untuk Anda.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mawar, sudah lama Hamba mencari Istri yang sempurna. Mungkin inilah harapan terakhir. Melihat warnamu yang memerah, Hamba terkesima. Jika Anda mengizinkan, Hamba ingin melamar Anda. Mari kita arungi bahtera hidup ini.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau betul itu yang Anda inginkan, baiklah. Tunggu barang satu minggu, setelah itu jenguklah aku kembali.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terimakasih mawar. Ternyata Hamba tak salah pilih. Seminggu lagi Hamba akan kesini.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba lantas meninggalkannya sendiri di taman itu. Hamba pergi diiringi senyum yang dramatis. Hati Hamba seketika terbang ke langit. Sebentar lagi penantian Hamba berakhir, Hamba akan mendapatkan Istri yang sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu berlalu, Hamba mendatangi taman itu. Langkah kaki bersijingkat dengan sempurna, cepat dan gemulai. Ketika Hamba tiba di tempat itu, tiba-tiba hati Hamba melepuh, berterbanganlah harapan yang sempat mewarnai relung hati yang basah dengan tinta penantian. Mawar yang akan Hamba persunting, yang akan Hamba petik ternyata tak lagi berada di tangkainya. Ia telah luruh ke tanah merah, beserakan tak karuan, tak jelas lagi juntrungannya. Hamba tak habis mengerti, mengapa semua ini harus terjadi? Warna yang tadinya memerah, kini berubah kecoklat-coklatan, menjadi keriput, tak sesegar seperti minggu kemarin. Hamba menghampirinya, duduk termenung seperti seorang bocah yang merengek meminta mainan yang telah rusak. Dengan terbata-bata Hamba berusaha menyusun kata-kata, menuai kalimat-kalimat. Namun mulut Hamba teramat kelu, tak bisa lagi dengan sporadis menelurkan deretan huruf.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi. Masihkah ada keinginan untuk menikah dengan ketidaksempurnaanku? Inilah aku, sang mawar yang sempat membuatmu terkagum. Mengapa wajah Anda tercengang dan seolah tak memahami hakikat hidup?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mengapa Anda menjadi seperti ini? Apakah gerangan yang salah?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tak ada yang patut disalahkan. Ini adalah siklus kehidupan. Hamba hanya bisa bertabah menghadapi takdir yang membelenggu. Ini jalan yang harus Hamba jalani.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi Hamba mencari Istri yang sempurna, Mawar.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika demikian, aku bukanlah belahan jiwamu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba beranjak dari tempat itu. Kekecewaan menghantui setiap langkah yang Hamba bangun. Air mata menderas. Mawar yang sempat mencengkram jiwa, kini hanya onggokan ketakutan yang tak pernah Hamba mimpikan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Hamba berjalan lagi menyusuri waktu, mencari Istri yang sempurna. Di tengah perjalanan, Hamba melihat merpati yang terbang, menari di udara. Sayap-Sayapnya ia sombongkan ke seluruh penjuru alam. Sungguh cantik ia, membuat cemburu para petualang. Lagi-lagi terbersit sebuah keinginan. Keinginan klasik: Inilah Istri yang sempurna, semoga Hamba bisa mendapatkannya. Merpati itu hinggap di ranting pohonan. Hamba memberanikan diri untuk memulai percakapan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wahai merpati, tadi Hamba melihatmu bercengkrama dengan angin. Bulu putihmu yang kudus, menjadikan harapan dalam batin kembali tumbuh.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa yang hendak Anda inginkan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hamba mencari Istri yang sempurna. Andalah yang Hamba cari.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Betulkah aku yang Anda cari?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya tentu. Hamba ingin Anda terbang bersama Hamba, membangun sebuah keindahan, mengarungi bahtera kehidupan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika demikian, silahkan tangkap aku. Apabila Anda berhasil menangkap diriku, aku berani menjadi belahan jiwa Anda. Aku akan belajar menjadi apa yang Anda inginkan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi bagaimana mungkin Hamba bisa menangkap Anda? Anda mempunyai dua Sayap yang indah dan memesona, sedangkan Hamba hanya manusia yang bisa menerbangkan imajinasi saja, selebihnya Hamba adalah pemimpi yang takut dengan kehidupan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Segala sesuatu mungkin saja terjadi, asalkan ada maksud yang jelas dan lurus. Lebih baik Anda pikirkan kembali niatan Anda itu. Betulkah aku pasangan yang Anda cari? Maaf, Hamba aku bercengkrama dulu dengan angin, sampai jumpa.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba tak bisa berkata banyak, merpati telah terbang bersama angin. Angin, oh&#8230;rupanya kekasih sejati merpati adalah angin. Hamba tak mau merusak takdir mereka. Bagaimana kata dunia kalau Hamba dengan paksa menikahi sang merpati? Dunia akan mencemooh Hamba sebagai manusia paling bodoh yang pernah dilahirkan. Tapi kemanakah lagi Hamba harus mencari pasangan jiwa?</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah kabar Hamba dulu. Meniti berbagai penderitaan untuk menyempurnakan segala beban yang melingkar di dasar palung jiwa Hamba. Itulah gelagat Hamba dulu, seperti seorang pecinta yang berkelana tak jelas arah dan tujuan, menghujani kulit lepuh para bidadari, menjadikan mereka gundah, berenang di atas lautan hampa. Begitu juga Hamba. Ya, kabar Hamba dulu! Memekik cinta yang bergemuruh, membadai, bercengkrama, meraja, bersengketa, meracau seperti burung kondor yang rindu bangkai-bangkai kematian. Dulu Hamba tersesat dalam labirin sunyi tanpa nama. Hamba nyaris seperti mayat yang bergentayangan di siang hari, diperbudak angan-angan, bertubi-tubi mulut Hamba memukul angin.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai suatu malam, ketika keheningan mengambang di udara, berderinglah sebuah telepon selular yang teronggok di atas sajadah harapan. Kala itu Hamba tidur lelap, mencipta mimpi yang samar. Hamba dibangunkan oleh gemuruh suara ring tone. Anehnya, suara selular itu tidak lagi menggelayutkan melodi seperti biasanya. Suaranya aneh tapi nikmat dan menyejukkan. Kalau tidak salah seperti ini: Allahuakbar&#8230;.Allahuakbar&#8230;Allahuakbar&#8230; Kontan saja Hamba terhenyak dan sempat kaget. Hamba mencoba memicingkan mata yang berat seperti terbebani satu ton serbuk besi. Di dinding kamar Hamba melihat detak jam yang mengarah pada nomor tiga. Masih sepertiga malam. Siapa gerangan yang berani mengusik persemayaman indah ini? Lalu Hamba mulai merunut kata-kata.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Halo, siapa Anda? Mengapa membangunkan Hamba? Biarkan Hamba beristirahat barang sejenak.&#8221; Hening, tak ada jawaban. Hamba pikir, ini pasti gelagat orang jahil yang mencoba berimprovisasi. Tapi ketika Hamba mau menutup telepon selular, Hamba mendengar suara yang menggelegar. Bukan, suara ini bukan dari telepon selular, tapi dari segala penjuru mata angin. Keringat mulai menghujan, ketakutan bersalaman di batin, air mata tak bisa Hamba bendung, dan rasa rindu mencengkram Hamba dari belakang, rindu yang tak terdefinisi. Mungkinkah doa-doa Hamba yang terdahulu akan terkabul? Siapakah gerangan yang bicara? Setelah bermilyar doa berjejalan di udara, Hamba harap seuumpt cahaya itu yang bicara Ya, semoga bukan kepalsuan yang bicara. Suara itu makin keras terdengar. Suara itu berkata seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Betulkah kau mencari Istri yang sempurna?&#8221; Dengan terbata-bata Hamba bilang,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya&#8230;ya..Hamba mencari Istri yang sempurna. Mampukah Anda mengabulkan keinginan Hamba yang belum terwujud ini?&#8221; Suara itu kembali berujar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Berbaringlah, lalu tutuplah matamu. Bukalah ketika suaraku tak terdengar lagi.&#8221; Hamba ikuti keinginannya. Hamba tutup mata Hamba, dan berbaringlah. Riangnya hati Hamba, sebentar lagi Hamba akan berjumpa dengan Istri sempurna. Jodoh Hamba akan hadir. Ah, suara itu hening. Hamba mulai memicingkan mata. Hamba lihat di sekeliling. Mengapa yang terlihat hanya gumpalan-gumpalan tanah yang kecoklatan? Mengapa begitu sejuk? Kemudian Hamba melihat pakaian Hamba. Putih! Semua serba putih. Bukankah ini kain kafan? Alam barzah, pikir Hamba. Lalu Hamba melihat sesosok tubuh datang menghampiri, begitu bercahaya, cantik rupawan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Siapa Anda?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hamba adalah <em>AMALAN</em>. Hamba tercipta dari Anda, Istri sempurna yang Anda ciptakan sendiri. Menikahlah dengan Hamba, sambil menunggu semua manusia kembali ke alam sunyi ini.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Ayah Bunda Tercinta, Doa&#8217;kan Putramu Ini Mendapatkan Istri Sholehah.</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-pencarian-seorang-istri-yang-sempurna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri Istri Idaman &#8211; Istri Yang Sholehah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ciri-istri-idaman-istri-yang-sholehah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ciri-istri-idaman-istri-yang-sholehah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 17:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Idaman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Sholehah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah S.W.T.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah S.W.T dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah S.W.T.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:<br />
1. Taat kepada Allah dan RasulNya<br />
2. Taat kepada suami</p>
<p style="text-align: justify;">Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Taat kepada Allah dan RasulNya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah S.W.T dan RasulNya ?<br />
- Mencintai Allah S.W.T. dan Rasulullah S.A.W. melebihi dari segala-galanya<br />
- Wajib menutup aurat<br />
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah<br />
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya<br />
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa<br />
- Berbuat baik kepada ibu &amp; bapak<br />
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang<br />
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa<br />
- Bersikap baik terhadap tetangga<br />
- Berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Taat kepada suami</strong><br />
- Memelihara kewajipan terhadap suami<br />
- Sentiasa menyenangkan suami<br />
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah<br />
- Tidak cemberut di hadapan suami<br />
- Tidak menolak ajakan suami<br />
- Tidak keluar tanpa izin suami<br />
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami<br />
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran<br />
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya<br />
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp; kecantikannya serta rumah tangga</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor-faktor tersebut ialah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Lupa mengingat Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah S.W.T. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda Rasulullah S.A.W.: artinya:<br />
&#8220;Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.&#8221; (Riwayat Tarmizi)</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingati Allah S.W.T. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.<br />
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah S.W.T. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah S.W.T. di dalam surah al-An&#8217;am: artinya:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Mudah terpedaya dengan syahwat</strong><br />
<strong>4) Lemah iman</strong><br />
<strong>5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk</strong></p>
<h4 style="text-align: justify;">Ad-Dun Ya Mata&#8217;, Wa Khoirul Mata&#8217; Al Mar&#8217;atus Sholich</h4>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Dunia Adalah Perhiasan, Dan Perhiasan Dunia Yang Baik Adalah Wanita Sholihah. </span></h4>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em>&#8220;Siapapun Istriku Nanti, Dia Akan Selalu Istimewa&#8221;</em></h1>
<p style="text-align: justify;">Dirujuk dari:<br />
<strong>http://wanita.wordpress.com/2007/11/03/ciri-ciri-wanita-sholehah/</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun rujukan lainnya yang wajib dibaca adalah:<br />
<strong>http://myayshee.blogspot.com/2005/12/20-ciri-wanita-sholehah.html</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/178/85/610443494/n610443494_1310493_6244.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al Banni didalam Shahihut Targhib wat Tarhib)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ciri-istri-idaman-istri-yang-sholehah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polemik Dan Kontroversi UU-ITE</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-polemik-dan-kontroversi-uu-ite.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-polemik-dan-kontroversi-uu-ite.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 18:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini Kontroversi dan Polemik UU-ITE
Undang-Undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini pada dasarnya adalah salah satu konsekuensi dari skema konvergensi bidang telekomunikasi, computing dan entertainment (media), dimana pada awalnya masing-masing masih berbaur sendiri-sendiri. Undang-undang ini dibuat untuk memberikan kepastian hukum dan implikasinya pada saat transaksi elektronik seperti transaksi keuangan via ponsel, dari mulai saat memasukkan password, melakukan transaksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut ini Kontroversi dan Polemik UU-ITE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Undang-Undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini pada dasarnya adalah salah satu konsekuensi dari skema konvergensi bidang telekomunikasi, computing dan entertainment (media), dimana pada awalnya masing-masing masih berbaur sendiri-sendiri. Undang-undang ini dibuat untuk memberikan kepastian hukum dan implikasinya pada saat transaksi elektronik seperti transaksi keuangan via ponsel, dari mulai saat memasukkan password, melakukan transaksi keuangan, sampai bagaimana pesan itu sampai ke recipient yang dituju. Kepastian hukum ini diperlukan untuk para stakeholder terkait di dalamnya, mulai dari operator seluler, penyedia service transaksi keuangan tersebut, bank dimana sang nasabah menyimpan uangnya, sampai ke bank dimana recipient menjadi nasabahnya (yang mungkin saja berbeda dengan bank si sender).</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh5.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QC0mMfUI/AAAAAAAAAKs/gF2HNOEZT-g/s1600-h/image%5B14%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 1. UU ITE sebagai konsekuensi dari sebuah skema konvergensi teknologi dan hukum</p>
<p style="text-align: justify;">UU ITE ini diterbitkan per tanggal 25 Maret 2008 lalu oleh pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), dengan cakupan materi yang cukup komprehensif (gambar 2). Didahului dengan berbagai pertimbangan yang mendasari dibuatnya undang-undang ini, penekanan terhadap globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh5.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QJZkuReI/AAAAAAAAAK0/H5czofxXEW8/s1600-h/image%5B9%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 2. Cakupan Materi UU ITE</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah mengklaim bahwa UU ini sudah mengakomodasi berbagai masukan dari para stakeholder terkait, dan sudah pula mengacu kepada aturan internasional seperti Brussels Convention on Online Transaction 2002, United Nations Commissions on International Trade Law (UNCITRAL), World Trade Organization (WTO), Uni Eropa (UE), APEC, ASEAN, dan OECD. Namun dalam proses pengerjaannya sampai selesai saat inipun masih ada sebagian kalangan menentangnya bahkan menginginkan judicial review.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membahas lebih jauh tentang hal-hal yang masih dipermasalahkan, ada baiknya dipahami dulu tentang apa itu tandatangan elektronik dan apa itu sertifikat elektronik, yang selalu disebut-sebut dalam sebagian pasal pada UU tersebut.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Tandatangan Elektronik</h3>
<p style="text-align: justify;">Proses terjadinya tandatangan elektronik (TE) dimulai dengan suatu pesan asli yang dimasukkan dalam suatu fungsi Hash sehingga menghasilkan suatu message digest. Message digest ini sama dengan suatu “sidik jari” sehingga jika ada perubahan sekecil apapun dari message digest ini maka message asli tidak akan dapat direproduksi lagi karena “sidik jari” telah berubah.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QOUbJMgI/AAAAAAAAALA/5CqDGrjJP8Q/s1600-h/image%5B19%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 3. Mekanisme Tandatangan Elektronik</p>
<p style="text-align: justify;">Dari gambar tersebut maka yang disebut dengan TE adalah Message Digest yang telah ditandatangani menggunakan private key. Selanjutnya recipient ketika menerima “plain text + tandatangan” akan memisahkan antara “plain text” dengan “tandatangan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian “tandatangan“ tadi akan dibuka menggunakan public key yang dimiliki recipient sehingga menjadi message digest (sebut saja message digest A), lalu “plain text” tadi akan dimasukkan ke fungsi Hash yang sama dengan sender, maka muncullah “message digest” kedua (sebut saja message digest B). Maka kedua message digest A dan B ini lalu dibandingkan. Jika sama, berarti tidak ada perubahan dalam proses pengiriman sampai ke recipient.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Penyelenggara Sertifikat Elektronik dan Sistem Elektronik</h3>
<p style="text-align: justify;">Identifikasi penandatangan suatu dokumen elektronik bukan hal mudah. Jika suatu proses penandatanganan dokumen ini diragukan, maka keabsahannya bisa hilang. Karenanya, agar menjadi dokumen yang dapat dipercaya dan sah secara hukum, maka diperlukan bantaun pihak ketiga yang disebut dengan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSE) atau Certificate Authority (CA). CA akan membantu untuk identifikasi penandatanganan dan membantu menghubungkan antara kunci publik dengan subyek hukumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika subyek hukum tersebut adalah X, maka X akan meregister kunci publiknya terlebih dulu kepada suatu PSE. Lalu PSE ini akan membuatkan suatu sertifikast elektronik yang merupakan hasil “binding” antara X dengan kunci publiknya. Jadi sertifikat elektronik ini sebenarnya berisi kunci publik X yang dioperasikan secara AND dengan kunci publik X yang sudah ditandatangani oleh PSE.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh3.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QTrkDtJI/AAAAAAAAALI/tIY42_il8ZM/s1600-h/image%5B25%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 4. Proses pembentukan sertifikat elektronik oleh PSE</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian jika pengguna Y ingin membuka dokumen elektronik dari pengguna X tadi, maka pengguna Y harus terlebih dulu mendapatkan sertifikat elektronik X. Lalu dengan menggunakan kunci publik dari PSE, maka tandatangan digital (dari PSE) yang ada di dalam sertifikat X akan dapat dibuka. Dengan demikian maka kini kunci publik X bisa didapatkan.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QZbFRj4I/AAAAAAAAALQ/W06-IhodQME/s1600-h/image%5B30%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 5. Contoh sertifikat elektronik dan beberapa isinya</p>
<h3 style="text-align: justify;">Peluang dan Kontroversi</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peluang yang dapat diambil dengan kehadiran UU ITE ini adalah sebagai berikut :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Penyelenggaran Sistem Elektronik (Certificate Authority / CA) diharuskan berbadan hukum dan berdomisili di Indonesia (pasal 13 sampai 16). CA dari luar negeri yang terkenal seperti Verisign dan Geotrust dianggap tidak memiliki cukup informasi untuk melakukan verifikasi terhadap identitas seseorang di dalam Indonesia. Ini memberi peluang bagi bisnis baru di Indonesia. Juga dalam hal audit kehandalan atau kesesuaian yang meliputi banyak paramater, dari manajemen umum, kebijakan, manajemen resiko, otentikasi, otorisasi, pengawasan, ekpertise yang memadai, dll. Sebagian besar UU ini memang mengatur Infrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure/PKI). Untuk diketahui pada tahun 2006 sudah diterbitkan Peraturan Menkominfo 29/PERM/M.KOMINFO/11/2006 tentang pengorganisasian, pengawasan, dan pengamanan infrastruktur CA ini.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>UU ini dapat mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan internet yang dapat merugikan. Aksi membobol sistem pihak lain (cracking) kini dilarang secara eksplisit. Pencegahan terhadap sabotase terhadap perangkat digital dan jaringan data yang dapat mengganggu privasi seseorang membutuhkan suatu sistem security yang baik.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah peluang bagi masyarakat untuk menjadi praktisi keamanan jaringan. Jika seseorang tidak memanfaatkan internet untuk hal-hal negatif, tidak ada yang perlu ditakutkan dengan kehadiranUU ITE ini. Karenanya kekawatiran pengusaha Warnet sebenarnya tidak beralasan, mungkin dalam hal petunjuk pelaksanaannya saja yang memang belum jelas karena ada beberapa Peraturan di bawahnya yang belum selesai dibuat.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnya mendapat perlindungan hukum. Kini Tandatangan Elektronik sudah memiliki kekuatan hukum sehingga dianggap sama dengan tandatangan konvensional, sehingga alat bukti elektronik sudah diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Kegiatan ekonomi bisa mendapatkan perlindungan hukum, misalnya E-tourism, E-learning, implementasi EDI, transaksi dagang via, sehingga jika ada yang melakukan pelanggaran akan bisa segera digugat berdasarkan pasal-pasal UU ITE ini. Hambatan pengurusan ekspor-import terkait dengan transaksi elektronik dapat diminimalkan, apalagi jika nantinya sudah kerjasama berupa mutual legal assistance sudah dapat terealisasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Walaupun masih perlu ada Mutual Legal Assistance (MLA), UU ini sudah dibuat dengan menganut prinsip extra territorial jurisdiction<strong> </strong>sehingga<strong> </strong>kejahatan yang dilakukan oleh seseorang dari luar Indonesia, akan bisa diadili dengan UU ini.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Penyelesaian sengketa juga dapat diselesaikan dengan metode penyelesaian sengketa alternative atau arbitrase.</p>
<p style="text-align: justify;">6. UU ITE ini memberi peluang sebesar-besarnya kepada pemerintah untuk mengadakan program pemberdayaan internet (terlepas dari sisi negatifnya) untuk digunakan sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. Public awareness harus dibangun secara kontinyu, sehingga “bahasa” internet di Indonesia menjadi bahasa yang bermartabat. Tentu saja ini harus dibarengi dengan infrastruktur yang mumpuni untuk mengurangi dampak negatifnya. Pembentukan ID-SIRTI tampaknya sudah mengarah ke sana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Di balik segala peluang tersebut, muncul banyak kontroversi yang disebabkan beberapa kelemahan pada UU ITE ini. Apa saja kelemahan yang menjadi dasar bagi para kalangan yang kontra terhadap kehadiran UU ITE ini ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. UU ini dianggap dapat membatasi hak kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat dan bisa menghambar kreativitas dalam ber-internet, terutama pada pasal 27 ayat (1), Pasal 27 ayat (3), Pasal 28 ayat (2), dan Pasal 31 ayat (3). Pasal-pasal tersebut pada dianggap umumnya memuat aturan-aturan warisan pasal karet (<em>haatzai artikelen</em>), karena bersifat lentur, subjektif, dan sangat tergantung interpretasi pengguna UU ITE ini. Ancaman pidana untuk ketiganya pun tak main-main yaitu penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 milyar rupiah</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tambahan lagi, dalam konteks pidana, ketiga delik ini berkategori delik formil, jadi tidak perlu dibuktikan akan adanya akibat dianggap sudah sempurna perbuatan pidananya. Ketentuan delik formil ini, di masa lalu sering digunakan untuk menjerat pernyataan-pernyataan yang bersifat kritik. Pasal-pasal masih dipermasalahkan oleh sebagian bloger Indonesia.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Belum ada pembahasan detail tentang spamming. Dalam pasal 16 UU ITE mensyaratkan penggunaan ’sistem elektronik’ yang aman dengan sempurna, namun standar spesifikasi yang bagaimana yang digunakan ? Apakah mengoperasikan web server yang memiliki celah keamanan nantinya akan melanggar undang-undang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Masih terbuka munculnya moral hazard memanfaatkan kelemahan pengawasan akibat euforia demokrasi dan otonomi daerah, seperti yang kadang terjadi pada pelaksanaan K3 dan AMDAL.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Masih sarat dengan muatan standar yang tidak jelas, misalnya standar kesusilaan, definisi perjudian, interpretasi suatu penghinaan. Siapa yang berhak menilai standarnya ? Ini sejalan dengan kontroversi besar pada pembahasan undang-undang anti pornografi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Ada masalah yurisdiksi hukum yang belum sempurna. Ada suatu pengaandaian dimana seorang WNI membuat suatu software kusus pornografi di luar negeri akan dapat bebas dari tuntutan hukum.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dampak nyata UU ITE ini akan berhulu kepada bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Semua stakeholder atau yang berkepentingan dengan undang-undang ini diharapkan tidak salah mengartikan pasal-pasalnya, tetapi juga tidak menyalahgunakannya. Lembaga sekuat KPK saja dalam hal penyadapan, misalnya, harus berhati-hati menggunakannya, jika tidak mau menuai kritikan dari para praktisi hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip pernyataan Menkominfo bahwa penerapan UU ITE harus memuat titik temu, harus seimbang, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Di situlah mungkin seninya.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Referensi</h3>
<p style="text-align: justify;">1. Edmon Makarim., S.Kom., S.H., LL.M, Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU-ITE), Depkominfo, 2008</p>
<p style="text-align: justify;">2. Cahyana Ahmadjayadi, Peran e-Government Untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik, Depkominfo, 2003</p>
<p style="text-align: justify;">3. I Wayan “Gendo” Suardana, UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik<em> </em>dan Ancaman Terhadap Kebebasan Berekspresi, 2008</p>
<p style="text-align: justify;">4. M Jafar Elly, Mengoptimalkan UU ITE, Republika 17 April 2008</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: http://makhdor.blogspot.com/2009/01/uu-ite-antara-peluang-dan-kontroversi_26.html</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dampak UU-ITE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ihwal Penting dan Lemahnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Eklektronika (UU ITE), dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">TIM Kuasa Hukum Pemantau Kebebesan Pers, Jaringan Jurnalis Presstalk, Masyarakat Peduli Internet Sehat, Indocontent, selanjutnya menyebut diri TIM PEDULI KEPASTIAN HUKUM ICT (selanjutnya disingkat TIM saja) beralamat di Gd. Manggala Wanabakti, Ruang 212, Wing B, menyampaikan kepada publik:</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melakukan verifikasi kepada Kadin Indonesia, termasuk ke komunitas online, seperti APWKOMITEL – &#8211; jaringan warnet seluruh Indonesia — UU ITE sangat dibutuhkan bagi kepastian transaksi elektronika, dengan berkembangnya perdagangan dunia maya, penggunaaan tanda-tangan digital, pembayaran mikro di dunia digital dan TIM sangat mendukung perihal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggabungan payung makro, tanpa merinci ihwal penyalah-gunaan pemakaian komputer (Computer Offensive), yang murni kejahatan, seperti carding, cracking, spamming, pencurian data melalui pemakaian flash disk, penggandaan keping cakram data dan teknis lainnya, tidak mendapatkan muara nyata dalam UU ITE tersebut, dan perihal ini, jelas-jelas tindakan pidana, yang seharusnya mendapatkan porsi rinci.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>UU ITE telah merambah ranah privat, publik, dengan muatan khusus di pasal 27, ayat 1 hingga ayat 3, dengan hukuman sangat tinggi dan denda besar mencapai miliaran; telah berimplikasi membawa kegelisahan, ketakutan, dan momok bagi publik.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akibat UU ITE pasal 27 tersebut sudah mulai ditangkapi warnet yang tidak terbukti menyelenggarakan konten pornogafi, penangkapan orang yang menyampaikan fakta buruknya layanan kesehatan rumah sakit melalui milis, penginterogasian hingga ”menembak” tersangka jurnalis dan citizen reporter, yang kesemuanya dapat mengacu ke kaedah hukum di KUHP, plus di banyak negara sesungguhnya masuk ke ranah perdata.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akibat butir 3 di atas, UU ITE bukan memberikan kepastian hukum, akan tetapi telah menjadi momok menakut-nakuti dunia online. Dimana saat ini, di setiap milis dan komunitas online, kreatifitas seakan direm untuk menyampaikan opini. Dunia online yang dapat mengasah dirinya, mendewasakan komunitas, seakan berhadapan dengan sebuah tembok buntu kemunduran.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">TIM menmghimbau kalangan ICT Indonesia,Kadin Indonesisa, asosiasi dunia usaha, komunitas online mengkriti UU ITE itu, khususnya kerancuan kata menstransmisikan dan sejenis dalam UU ITE tersebut, dan menghimbau kalangan Ombudsman global mengawasi UU ITE ini, yang terindikasi bertentangan piagam PBB khususnya pasal 19. TIM mendukung penuh segenap upaya judicial rewiew terhadap UU ITE khususnya pasal 27 tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian siaran pers ini kami sampaikan, agar dapat menjadi perhatian bagi komunitas ICT Indonesia khususnya dan masyarakat umumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jakarta 23 Februari 2009,<br />
Atas nama TIM, Narliswandi Piliang</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2009/02/23/siaran-pers-uu-ite-lemahnya-uu-no11-tahun-2008/" href="http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2009/02/23/siaran-pers-uu-ite-lemahnya-uu-no11-tahun-2008/">http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2009/02/23/siaran-pers-uu-ite-lemahnya-uu-no11-tahun-2008/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kasus Prita UU-ITE dan Perlindungan Konsumen</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gara-gara kasus Ibu Prita Mulyasari,… yang masuk bui dengan dakwaan pasal 27 ayat (3) UU ITE …. membuat semua orang gemaaaaz dengan UU ITE ini … !!! Bahkan ada yang berpendapat,… salaah menerapkan pasal ini… !!! Bahkan … banyak bola panas beredar… ndaak perlu laagh gue sebutin disini… namun gue tergelitik untuk melihat apa sih … penafsiran pasal 27 ayat (3) … pada UU ITE ini… ??? Mari kita telaah sejenaaak … !!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B</strong><strong>unyi Pasal 27 ayat (3) tersebut… adalah… ” Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik”</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita lihat kronologisnya, Ibu Prita Mulyasari ini complaint… dan termuat di detik.com ….!!! Dan atas dasar itulaagh maka Ibu Prita dituntut dengan pasal tersebut… !!! Mungkin pertimbangannya … Ibu Prita dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan… informasi elektronis… dan berimplikasi pada pencemaran nama baik… !!! Disini… terjadi penafsiran yang multitafsir… !!! Lha wong bisa aza… sudut pandang lain… dari sisi UU perlindungan konsumen… yang namanya keluhan itu adalah hak konsumen… !!! Artinya apa… Negara menjamin hak itu… !!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian penafsiran… membuat dapat diaksesnya informasi elektronis… !!! Ini juga bisa multitafsir… Apa detik.com sebagai pengelola web bisa diartikan membuat dapat diaksesnya informasi elektronis… !!! Gimana dengan forum-forum yang ada di dunia maya ini… ??? Bagaimana TV yang menyiarkan tentang gosip selebrities sehingga nama baik selebrities merasa dirugikan… ??? Bagaimana dengan yang tidak elektronis… koran misalnya… ???</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>So.. menurut gue pasal 27 ayat (3) ini… sangat rancu.. dan nggak ada batasannya… !!! Bagaimana dengan kebebasan berpendapat yang terdapat pada UUD 1945… ??? Mana kedudukan yang lebih tinggi… ??? Apalagi bertabrakan dengan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen… !!! Dan bisa saza… karena ini kasus konsumen yang complaint mestinya dilindungi… tidak boleh dijerat…. jadi terjadi multitafsir dan bertabrakan…. !!! Ini tidak boleh terjadi… hukum memang harus ditegakkan… namun harus ada kepastian hukum… !!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Last,… menurut gue Majelis Konstitusi… kudu melihat lagi… pasal 27 secara umum… dan khususnya ayat (3)… !!! Jangan sampai … adanya celah hukum ini… terjadi keresahan di masyarakat … !!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://triatmono.wordpress.com/2009/06/03/mari-menafsirkan-pasal-27-ayat-3-uu-ite/" href="http://triatmono.wordpress.com/2009/06/03/mari-menafsirkan-pasal-27-ayat-3-uu-ite/">http://triatmono.wordpress.com/2009/06/03/mari-menafsirkan-pasal-27-ayat-3-uu-ite/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kala Blogger Tersandung UU-ITE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di saat masyarakat Indonesia mulai melek internet. Apalagi pasca Pesta Blogger 2007 (27 Oktober 2007) komunitas blogger pun bermunculan di pelbagai daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, para penikmat sekaligus pemerhati media alternativ itu harus sedikit resah. Pasalnya, kemunculan <a href="http://www.virtual.co.id/blog/wp-content/uploads/2008/03/ruu-ite.pdf">Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE)</a> (klik link untuk membaca UU ITE) berakibat negatif terhadap para blogger dan hacker.</p>
<p style="text-align: justify;">Blogger dan Hacker Negatif</p>
<p style="text-align: justify;">Betapak tidak, Roy Surya selaku pakar telematika menuturkan “Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para ’blogger’ dan ’hacker’ yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut.” Seperti yang dilansir Kompas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah,” cetusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang lebih mengeriakn lagi, Ia mengurai “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif” tegasnya kepada detikINET, Kamis (27/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Hacker atau Cracker</p>
<p style="text-align: justify;">Bila mencermati pernyataan sikap orang nomer satu dalam bidang telematika itu, tentunya ada yang ganjil terhadap penamaan hacker. Pasalnya, di mata <a href="http://romisatriawahono.net/">Romi Satria Wahono</a> menuturkan ada perbedaan mendasar antara hacer dan cracker.</p>
<p style="text-align: justify;">Tengok saja, tulisanya <a href="http://romisatriawahono.net/2008/02/27/meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker/">‘</a><a href="http://romisatriawahono.net/2008/02/27/meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker/">Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker</a><a href="http://romisatriawahono.net/2008/02/27/meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker/">’</a></p>
<p style="text-align: justify;">hacker membangun banyak hal dan cracker merusaknya“. Hacker sejati adalah seorang programmer yang baik. Sesuatu yang sangat bodoh apabila ada orang atau kelompok yang mengklaim dirinya hacker tapi sama sekali tidak mengerti bagaimana membuat program. Sifat penting seorang hacker adalah senang berbagi, bukan berbagi tool exploit, tapi berbagi ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendek kata, Hacker sejati merupakan seorang penulis yang mampu memahami dan menulis artikel dalam bahasa Ibu dan bahasa Inggris dengan baik. Hacker adalah seorang nerd yang memiliki sikap (attitude) dasar yang baik, yang mau menghormati orang lain, menghormati orang yang menolongnya, dan menghormati orang yang telah memberinya ilmu, sarana atau peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah Pelaku carding (penyalahgunaan kartu kredit), phreaking, dan defacing bukanlah hacker tapi mereka adalah cracker. Inilah Satu bukti perilaku lalim dari pegiat maya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menjalakan aksinya, para Hacker jarang memakai identitas dengan nickname, screenname atau handlename–yang lucu, konyol dan bodoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi <a href="http://catb.org/%7Eesr" target="_blank">Eric S Raymond</a> mengungkapkan “Menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan, perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang yang tak berani bertanggungjawab atas segala perbuatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian hacker merupakan sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan ingin aktivitas itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hacker tidaklah harus orang komputer, karena konsep hacking adalah para pembelajar sejati, orang yang penuh antusias terhadap pekerjaannya dan tidak pernah menyerah karena gagal. Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin, arsitektur, ekonomi, politik, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, bila perbuatan koyol yang dikategorikan oleh Roy Suryo, maka pantas sekaligus wajid di curigai para penggila cyber—termasuk di dalamnya blogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika yang hanya hacker sejati dan blogger bukan para pembohong belaka, maka sudah selayaknya kita tetap menghargai kejujuran dan iktiar kita untuk selalu menulis. Pasalnya, menulis merupakan petanda orang-orang yang mencoba beradab.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran UU TIE pun berbanding lurus dengan kuatnya arus informasi supaya tetap menulis hal-hal yang bermakna sekaligus bermanfaat. Semoga. [Ibn Ghifarie]</p>
<p style="text-align: justify;">Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://www.ayongeblog.com/2008/03/28/kala-blogger-tersandung-uu-ite/" href="http://www.ayongeblog.com/2008/03/28/kala-blogger-tersandung-uu-ite/">http://www.ayongeblog.com/2008/03/28/kala-blogger-tersandung-uu-ite/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Judicial Review UU-ITE Ditolak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk yang belajar marketing, khususnya e-marketing / <a href="http://road-entrepreneur.com/category/online-marketing/" target="_blank">Online Marketing</a> dan pengguna Social Network khususnya FaceBook yang profilenya bisa mudah ditracking… wajib hati hati !!!!! <strong>Judicial Review UU-ITE resmi Ditolak !!</strong> Entah sebagai Usaha ‘melindungi rakyat’, personal branding, corporate yang berkepentingan  atau peperangan ’say-no-to’ yang mulai memanas banyak….</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyatakan:</strong> “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan <strong>penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.</strong> ”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu isi dari UU-ITE yang dinilai memberatkan para pemilik web dan membingungkan pengguna internet.untuk itu diajukan permohonan uji materi (Judicial Review) ke Mahkamah Konstitusi karena menilai pasal tersebut bertentangan dengan asas Kebebasan Berpendapat.<br />
<strong><br />
Bahkan, dalam perkembangan sidang perkara uji materiil, saksi ahli yang dihadirkan pemohon meminta majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) agar membatalkan UU tersebut.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">HEBATnya…..<br />
<em>Hari ini, permohonan itu ditolak oleh <a href="http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2137" target="_blank">Mahkamah Konstitusi</a> dengan alasan bahwa <strong>Pemerintah menganggap UU ITE merupakan bentuk perlindungan umum (general prevention) yang diberikan oleh negara kepada setiap orang.</strong> </em><br />
Dari hal diatas, yang saya notice adalah ;</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>keberadaan Social Network ( FS, Facebook, etc ) , Blog, dan Web lainnya. <strong>Mempengaruhi suara rakyat</strong> terhadap pemerintah. dalam hal ini kebebasan bersuara untuk menyuarakan tanpa intervensi.<br />
<strong>Suara sesama lebih didengar</strong> dibanding corporate ataupun Pemerintah, Suara suara yang berada di dunia Online lebih terbuka, jujur,mempunyai kedudukan yang horizontal / sejajar dan mewakili suara personal yang lebih mudah kita dapatkan feedbacknya. Hasilnya adalah trust worthy yang lebih dipercaya</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana dengan kamu …?</strong> mau ngejaga suara untuk hati hati supaya ngak di bungkam tangan tangan ajaib atau tetep berjuang untuk bebas bersuara…..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://road-entrepreneur.com/judicial-review-uu-ite-resmi-ditolak/" href="http://road-entrepreneur.com/judicial-review-uu-ite-resmi-ditolak/">http://road-entrepreneur.com/judicial-review-uu-ite-resmi-ditolak/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemerintah Dinilai Gagal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selasa, 16 Juni 2009<br />
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai gagal dalam menjalankan kebijakan penegakan hak asasi manusia (HAM. SBY juga dinilai gagal dalam melaksanakan penyesuaian peraturan perundang-undangan dengan prinsip-prinsip HAM internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan SBY dalam penegakan HAM hanya 57,68 persen dari total program yang tercantum dalam Rancangan Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN HAM) 2004-2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur Eksekutif Setara Institute, Hendardi, dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (15/6), mengemukakan, evaluasi penegakan HAM tersebut mengacu pada enam poin kriteria yang tercantum pada RAN HAM pemerintah periode 2004-2009 dalam Keppres Nomor 40 Tahun 2004.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebagian besar capaian SBY selama ini lebih terfokus pada bidang hak ekonomi, sosial, budaya. Sedangkan untuk pelanggaran HAM berat, SBY gagal menyelesaikannya,” kata Hendardi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Hendardi, keenam poin tersebut adalah, pertama, pembentukan dan penguatan institusi pelaksana RAN HAM dengan jumlah 18 program yang terlaksana 17 program. Kedua, dalam persiapan ratifikasi instrumen HAM internasional, dari 12 program, hanya terlaksana dua program, dan sisanya tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, untuk kriteria persiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan, dari lima program, tak satu pun terlaksana. Keempat, untuk diseminasi dan pendidikan HAM, dari 18 program, hanya setengahnya yang terlaksana. Kelima, untuk kriteria penerapan norma dan standar HAM, dari 39 program, hanya 21 terlaksana dan 18 tidak terlaksana. Keenam, untuk kriteria pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, dari 11 program, hanya tujuh terlaksana dan empat lainnya tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, menurut Hendardi, dari total 103 program dalam RAN HAM, 56 terlaksana dan 47 lainnya tidak terlaksana. Jadi, persentasenya adalah 48,41 persen tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, ia khawatir jika kebijakan pemerintahan hasil pilpres seperti ini, penegakan HAM dalam lima tahun mendatang akan mengalami kendala serius.</p>
<p style="text-align: justify;">“Makanya, dalam penyusunan RAN HAM 2010-2014, harus komprehensif dengan berpijak pada rumpun kebebasan yang harus dijamin negara dan membuka ruang respons kontekstual atas peristiwa pelanggaran HAM,” kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wakil Direktur Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos, menegaskan, harmonisasi dalam perundang-undangan, satu pun belum ada yang dijalankan. Karena itu, ia menilai, pemerintahan SBY lengah dalam menjamin kebebasan sipil dan politik, serta pemenuhan hak ekonomi sosial dan budaya, selama masa 2004-2009.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> “Dalam periode itu malah timbul UU yang tidak kondusif terhadap penegakan HAM. Misalnya UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), UU Pornografi, UU Mineral dan Batu Bara, UU BHP, dan UU Penanaman modal,”</strong> ujarnya Bonar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ia menjabarkan, lemahnya jaminan HAM dalam UU ITE sudah terbukti dengan adanya kasus pencemaran nama baik dalam kasus Prita Mulyasari. “Bagaimana mungkin UU ITE ancaman hukumannya bisa lebih tinggi dari KUHP,” kata dia.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, ia menambahkan, terdapat pula peraturan perundang-undangan setingkat UU yang masih kondusif dan sesuai dengan pemajuan serta harmonisasi terhadap Konvensi, Kovenan, dan Deklarasi Internasional tentang HAM.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakni, kata dia, UU Pemerintahan Aceh, UU Kewarganegaraan, UU Perlindungan Saksi dan Korban, UU Penanggulangan Bencana, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Ombudsman, dan UU Penghapusan Diskriminasi Rasial.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Harmonisasi perundang-undangan itu dengan instrumen internasional yang menjadi agenda RAN HAM juga gagal dipenuhi pemerintah,”</strong> kata dia. (Sugandi)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=229245" href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=229245">http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=229245</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga informasi ini bisa bermnafaat bagi kawan-kawan dan bisa membuka pikiran untuk jauh lebih baik kedepannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana menurut anda???</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-polemik-dan-kontroversi-uu-ite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Kisah Perjalanan Hidupku #1</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-1.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 17:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[

AKU &#38; IBUKU &#8211; Mengingat Masa Laluku
Big thanks to My Mom: Lilik Sutatik
Aku bertanya kepada Ibu, beliau mendengarkannya ditelphone.
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita Bu?”
Ibuku terdiam kemudian berkata,
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon maaf kepada orang &#38; mohon ampun kepada Allah setiap hari.”
Aku kemudian kembali termenung dan bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<h4 style="text-align: left;"><strong>AKU &amp; IBUKU &#8211; Mengingat Masa Laluku</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Big thanks to My Mom: <strong>Lilik Sutatik</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku bertanya kepada Ibu, beliau mendengarkannya ditelphone.</strong><br />
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku terdiam kemudian berkata,</strong><br />
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon maaf kepada orang &amp; mohon ampun kepada Allah setiap hari.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku kemudian kembali termenung dan bertanya lagi,</strong><br />
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku kembali terdiam, sedikit tertawa sambil berkata,</strong><br />
&#8220;Tidak mungkin nak. Sungguh sangat sulit.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku kemudian berkata,</strong><br />
“Ibu, Bagaimana kalau 1 bulan, apakah putramu ini bisa hidup tanpa melakukan kesalahan dalam 1 bulan?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku terdiam &amp; tertawa lirih sejenak, dan berkata lagi,</strong><br />
“Sama seperti sebelumnya nak, itupun sangat sulit”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku terdiam lagi, kemudian bertanya lagi,</strong><br />
“OK Ibu, ini yang terakhir kali aku bertanya, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku terdiam agak lama, mungkin sedang berfikir, kemudian beliau menjawab,</strong><br />
&#8220;Mungkin saja nak, jika kamu berusaha dan Allah memberikan hidayah, kemungkinan besar bisa”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku kini tersenyum lega..</strong><br />
“Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, Ibu. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar..”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan di usia yang beranjak ke-24 ini, aku telah tumbuh dewasa dan tak lagi banyak bertanya..<br />
Aku menyadari bahwa tak mudah untuk hidup benar, bahwa salah itu perlu..<br />
Lebih baik pernah salah tapi selalu belajar dari kesalahan itu. Daripada terus-terusan benar tapi salah pada akhirnya!</strong></p>
<p><strong>Semoga Allah SWT Senantiasa Memberikan Nur-NYA Pada Orangtuaku, Keluargaku, Aku, Kalian Dan Semuanya.. Amin Ya Robbal Alamin..</strong></p>
<h4><strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  DIMALAM DIMANA AKU TERMENUNG <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya malam yang menggelapiku kali ini.<br />
Dan aku sendiri.. di sini..<br />
Kenapa selalu ada gelap setelah terang datang?<br />
Lalu apa guna matahari bila begini?<br />
Bila apa yang baik dan buruk selalu punya arti, lalu gelap itu apa?<br />
Masih adakah iman ketika gelap datang? ketika abu-abu mencoba hitam?</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan Maha Sempurna, oleh karenanya manusia pasti punya salah.<br />
Tuhan Maha Pemaaf, maka dengannya selalu ada maaf untuk tiap kesalahan.<br />
Aku selalu punya doa, tapi menunggu di-ijabah-kan bukanlah pekerjaan mudah.<br />
Aku lelah selalu baik, aku ingin punya salah.. aku ingin KAU maafkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan malaikat Raqib di dada kananku terus saja mengawasiku..<br />
Catatlah, jangan sungkan, itu tugasmu kawan.. Tunjukkan pada-NYA bahwa aku butuh DIA!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Kurenungi hal-hal baik yang muncul dari kesadaran, juga hal-hal buruk yang muncul dari ketaksadaran, keduanya lahir karena Keberadaan. Bagiku saat ini, setiap tindakan adalah doa. Jika jiwa hanya melakukan segala yang diperintahkan oleh-Nya, maka setiap tindakan adalah doa. Begitu juga halnya, pada masa sebelum adanya para Nabi, yaitu ketika orang-orang masih berdoa kepada berhala. Aku yakin bahwa seluruh doa mereka pasti juga telah diterima oleh-Nya – dan segala ketidaksadaran mereka pasti juga telah dimaafkan oleh-Nya. Bahkan saat ini, di berbagai tempat pada belahan dunia lain, dimana garis kenabian kita tak diketahui, aku tetap yakin setiap doa manusia di sana pasti telah didengar dan diterima oleh-Nya. Aku ingin hidup di sana, aku ingin kembali lagi ke sana, aku ingin kembali mengalami saat-saat indah ketika ketidaksadaranku telah dijamin untuk dimaafkan, dan ketika perpisahan dianggap sebagai jalan menuju penyatuan.” (Maarif, Kitab Satu, Bagian 87)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh akupun rindu akan masa itu, masa ketika Tuhan benar-benar menjadi Maha Pemaaf.<br />
Ketika hitam tak perlu dipersalahkan, ketika gelap takkan melemahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang filsuf mengatakan, sebenarnya yang namanya gelap itu tidak ada, yang ada hanyalah kekurangan cahaya.<br />
Aku tidak sepenuhnya setuju, yang namanya gelap itu tetap ada, gelap itu perlu, gelap tidak berarti suram dan tanpa mimpi serta harapan.<br />
Apakah gelap itu selalu buruk? Apakah gelap itu tidak berguna? Apakah gelap itu tidak lebih mulia dari sebuah cahaya?<br />
Bagiku gelap adalah sebuah awal, gelap adalah masa menunggu, tapi tidak terus menunggu.<br />
Gelap adalah sebuah keadaan yang sebenarnya sedang mempersiapkan cahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, mempersiapkan cahaya! Jangan tunggu cahaya itu, dia takkan datang..<br />
Ciptakan sendiri cahaya itu, jika tidak bisa mencipta, jalan satu-satunya adalah cari cahaya itu..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan Aku adalah gelap yang melaju dengan gagah berani mencoba berpijar untuk menjadi terang!<br />
Berusaha membawa lilin-lilin kecil yang terang benderang untuk kubagi dengan semua orang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Kisah Perjalanan Hidup 1" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1617/178/85/610443494/n610443494_1230894_2046.jpg" alt="" width="604" height="453" /></p>
<p><strong>-={@ Selamat Hari Raya 1431 Hijriah &amp; Selamat Hari Ibu @}=-</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>- Utuh 22-12-2009 -</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Menyayangi Hambanya Walaupun Tuhan Sering Dituduh &amp; Diprotes</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tuhan-menyayangi-hambanya.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tuhan-menyayangi-hambanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 15:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.
Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegagalan yang lain dan kadang TUHAN-pun menjadi &#8220;TERTUDUH&#8221;, TUHAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegagalan yang lain dan kadang <strong>TUHAN</strong>-pun menjadi <strong>&#8220;TERTUDUH&#8221;</strong>, <strong>TUHAN</strong> tak adil, <strong>TUHAN</strong> tak mengabulkan doa , buat apa sholat, toh sholat tak merubah nasib dan seterusnya. <strong>TUHAN</strong> kadang <strong>&#8220;<strong>DIPROTES</strong>&#8220;</strong> pada tengah malam, &#8220;Mengapa Engkau biarkan ini terjadi ? Mengapa kejadian ini terjadi ? Mengapa dan banyak pertanyaan mengapa lainnya, seakan <strong>TUHAN</strong> salah dalam mengatur hidup dan kehidupan ini&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, sering kali <strong>TUHAN</strong> menjadi <strong>&#8220;TERTUDUH&#8221;</strong> atas kegagalan manusia mencapai sesuatu yang diinginkan dan <strong>TUHAN</strong> seringkali <strong>&#8220;<strong>DIPROTES</strong>&#8220;</strong> oleh orang-orang yang mendapat musibah atau bencana, sekali lagi seakan-akan <strong>TUHAN</strong> salah dalam mengatur hidup ini. <strong>TUHAN</strong> tak pernah salah sedikitpun, kalau <strong>TUHAN</strong> salah, bukan <strong>TUHAN</strong> namanya! Mustahil <strong>TUHAN</strong> salah, itu bertentangan dengan logika manapun. Kalau <strong>TUHAN</strong> salah, kehidupan tak pernah ada sejak diciptakan! Loh gimana ada kehidupan kalau <strong>TUHAN</strong> salah sejak awal?</p>
<p style="text-align: justify;">Nyatanya, menurut geologi dan astronomi usia kehidupan di bumi ratusan juta tahun lalu dan alam jagat raya milyaran sampai tak terhingga usianya. Tak ada yang bergeser dalam sistem tata surya seincipun, planet-planet sejak diciptakan tetap pada orbitnya masing-masing. Wah kalau mau dipanjangkan kisahnya bisa beratus halaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali kepada kegagalan atau musibah, seringkali terjadi, dibalik yang awalnya dikatakan musibah ternyata membawa berkah dan hikmah yang banyak. Banyak orang yang gagal pada satu bidang, ternyata sukses di bidang lain. Ada yang gagal di terima di suatu pekerjaan, ternyata malah sukses gemilang ditempat pekerjaan yang tak di duganya, terhadap pasangan yang gagalpun, seringkali mendapat pengganti yang lebih baik dari yang semula ditangisi, bahkan nyaris putus asa. Itulah rahasia <strong>TUHAN</strong>, <strong>TUHAN</strong> yang <strong>DIPROTES</strong>, tetap saja menyayangi hamba-hamba-NYA, apa lagi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada-NYA.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi pula kalau <strong>TUHAN</strong> <strong>DIPROTES</strong>.. <strong>TUHAN</strong> menantang.. Silahkan cari <strong>TUHAN</strong> yang lain. Atau lebih serem lagi.. Keluarlah dari Bumi-KU ! Ayo, mau kemana kalau kita di usir dari bumi <strong>TUHAN</strong>? Di usir manusia, masih bisa pindah ke tempat lain, loh kalau <strong>TUHAN</strong> yang mengusir, mau pindah ke mana? Pindah ke planet lain, planetpun milik-NYA, lagi pula sampai detik ini belum ditemukan planet di seluruh jagat raya yang bisa ditinggali manusia seperti di Bumi !</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, <strong>TUHAN</strong> tetap <strong>DIPROTES</strong>, karena dituduh tidak adil atau tak memberi rejeki atau karunia. Baik, kalau memang merasa <strong>TUHAN</strong> tidak adil dan tidak memberikan rejeki bahkan <strong>DIPROTES</strong> hingga tidak menjalani perintah-NYA, silahkan kembalikan satu saja nikmat <strong>TUHAN</strong> yang diberikan padamu, misalnya mata. Ayo.. Siapa yang mau matanya, maaf, buta satu aja, ga usah dua-duanya, satu saja.. Pasti semua yakin tak ada yang mau ! Itu baru mata, belum mulut, telinga, hidung, lidah, kulit, jantung, paru-paru, ginjal usus, gigi, bibir, rambut, kaki, tangan, jari-jari dst. Pernahkah mencoba menghitung nikmat-NYA? Kalau belum, mari mencoba, ambil kertas dan tulis nikmat-NYA yang ada pada anggota tubuh kita saja dulu, jangan ke luar, cukup pada diri kita dulu. Coba hitung.. Berapa banyak nikmat-NYA yang telah diberikan pada anggota tubuh kita? <strong>Masihkah <strong>TUHAN</strong> <strong>DIPROTES</strong>?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Baik, kalau <strong>TUHAN</strong> masih juga <strong>DIPROTES</strong>, mari kita lihat cahaya dan suara, dua aja dulu. Pernahkah kita hidup tanpa cahaya dan suara? Pernahkah <strong>TUHAN</strong> meninggalkan kita, tanpa cahaya dan suara? <strong>Bayangkan, bila <strong>TUHAN</strong> mencabut cahaya dan suara dari kehidupan manusia? Dunia akan gelap gulita dan sepi!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masih kurang puas juga? Oke, mari masuk ke dalam metro kereta bawah tanah. Nah setelah masuk, penumpang sudah di dalam kereta tiba-tiba listrik mati dan tak ada suara. Bayangkan, jangankan sehari! Sejam dua jam saja manusia akan panik luar biasa, anak anak akan menangis, tak ada suara. Perempuan menjerit-jerit ketakutan, mereka menjerit sekeras kerasnya, tapi tak ada suara, tiba- tiba stress masal akan terjadi, manusia tiba-tiba kan menjadi kacau balau. Semua saling menyelamatkan diri, bertabrakan satu sama lain, saling injak dan maut bertebaran di mana-mana, karena mereka tak melihat, padahal semua punya mata dan telinga, kenapa? Karena hanya tak ada cahaya dan suara !</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masihkah tetap mengatakan <strong>TUHAN</strong> tak adil atau merasa tak punya apa²? Kalau iya? ISTIGHFARLAH.. Masih banyak waktu untuk bertobat, selama ajal belum menjelang..</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em>Maka Nikmat <strong>TUHAN</strong> Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?</em></h1>
<p style="text-align: justify;"><em>(QS: Ar-Rahman)</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Referensi: http://www.eramuslim.com/oase-iman/ketika-tuhan-DIPROTES-dia-tetap-menyayangi-hambanya.htm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tuhan-menyayangi-hambanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Wasiat Rasulullah Kepada Fatimah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 14:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[Wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..
Ukhti, Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&#8221; (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)
Ukhti,
Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ukhti, <strong>Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&#8221;</strong> (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)</p>
<p style="text-align: justify;">Ukhti,</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia<br />
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yg solehah.<br />
(HR. Muslim)</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h2 style="text-align: justify;">Hai Akhi: Carilah Wanita Yang Sholehah Agar Engkau Mendapatkan Harta Yang Paling Indah Di Dunia Dan Jagalah Diri Kalian Serta Berusahalah Agar Menjadi Lelaki Yang Pantas Dijadikan Imam Oleh Wanita.</h2>
<h2 style="text-align: justify;">Hai Ukhti: Carilah Suami Yang Sholeh Agar Engkau Bisa Dituntun Ke Jalan Allah SWT &amp; Agar Engkau Dicintai Oleh Allah SWT, Jagalah Diri Kalian Agar Senantiasa Menjadi Wanita Yang Sholehah.</h2>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em> Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tak beriman. (QS. Al-A’raf: 27)</em></p>
<p><em>Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir: 6).</em></p>
<p><em><img class="alignnone" title="10 Wasiat Rasulullah" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs037.snc3/12433_158839723494_610443494_2822348_4118506_n.jpg" alt="" width="400" height="320" /></em></h1>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Rujukan bacaan:<br />
<strong>http://freshcerita.blogspot.com/2009/01/10-wasiat-nabi-muhammad-kepada-fatimah.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Orang Sukses</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 11:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..
“Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..”  (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..” </strong> (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. Mungkin juga seseorang yg gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena ia telah memilih dunia wirausaha lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah sehingga mewujudlah segala buah jerih payah itu dalam belasan perusahaan besar yg menguntungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang ayah dihari tua tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia sementara anak anak telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidup ketika jutaan umat telah menjadi jamaah yg setia dan telah menjadikan sebagai panutan sementara pesantren selalu dipenuh sesaki ribuan santri. Pendek kata adalah hak tiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik diri sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya? Membangun Fondasi Kalau kita hendak membangun rumah maka yg perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena fondasi yg tak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atap dibuat sekuat dan sebagus apapun. Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan misal yg asal memiliki kinerja yg baik sehingga maju pesat tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebab adalah karena didalam merajalela ketidakjujuran penipuan intrik dan aneka kezhaliman lainnya. Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantor sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat sementara anak-anak pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi bahkan yg sudah bekerjapun beroleh posisi yg bagus. Namun apa yg terjadi kemudian? Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangga itu karena beberapa faktor yg mungkin mental mereka tak sempat dipersiapkan sejak sebelum utk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta gelar pangkat dan kedudukan sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaan kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisi sendiri terjebak dalam prasangka mudah iri terhadap sesama dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tak lagi menemukan ketenangan krn sehari-hari menonton keteladanan yg buruk dan menyantap harta yg tak berkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yg harus kita lakukan utk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada kesuksesan yg sesungguh kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yg berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip yakni sukses dgn dan krn pertolongan-Nya. Inilah yg dimaksud dgn fondasi yang tak bisa tak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sunnatullah dan Inayatullah</strong>, seseorang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yg tak diharapkan ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah arti sunnah-sunnah Allah yg mewujud berupa hukum alam yg terjadi menghendaki proses sebab akibat sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studi tepat waktu dan dgn predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad utk bersungguh-sungguh dalam belajar mempersiapkan fisik dan pikiran dgn sebaik-baik lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajar sedemikian rupa sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah sangat mungkin ia bisa meraih apa yg dicita-citakan itu.Akan tetapi ada bis yg terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpang tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yg terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tak apa-apa padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebalik mahasiswa yg telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi bisa saja gagal total hanya krn Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studi misalnya. Segala yg mustahil menurut akal manusia sama sekali tak ada yg mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja maka sangat mungkin akan beroleh sukses krn toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi bukankah rencana manusia tak mesti selalu sama dgn rencana Allah. Dan adakah manusia yg mengetahui persis apa yg menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan krn dgn begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tak mengubah apapun. Lagipula kecewa yg timbul dihati tiada lain krn kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dgn rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian krn hanya Dia yg Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rekayasa Diri</strong> Apa kuncinya? Kunci adl kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yg layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan yakni tercapai apa yg kita dambakan &#8211; krn faktor sunnatullah tadi &#8211; namun juga tak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain. Lain hal kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dgn ikhtiar bathin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengawali dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah</strong>. Berikhtiar dgn cara yg benar kesungguhan yg tinggi ilmu yg tepat sesuai yg diperlukan jujur lurus tak suka menganiaya orang lain dan tak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dgn segenap hati kepada Nya agar bisa sekira apa-apa yg tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi diri mapun bagi orang lain kira Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tak lupa menyerahkan sepenuh segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian. Bila Allah sudah menolong maka siapa yg bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia utk menghalangi pertolongan yg diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tak akan pernah terhalang krn Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yg beriman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Allah menolong kamu maka tak adl orang yg dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu maka siapakah gerangan yg dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal” </strong>(Q. S Ali. Imran (3) : 160 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>USAHA, DOA &amp; PASRAH (IHKTIAR, DO&#8217;A, TAWAKKAL)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Berdo’a tanpa usaha bagaikan pengemis, berusaha tanpa do’a bagaikan komunis&#8221;</strong>, adagium ini sangat merakyat, di sisi lain kita pun mendengar seruan bernada pasrah dalam menjalani kehidupan <strong>&#8220;Hidup matiku ada di tangan Tuhan&#8221;</strong>, saya yakin kebanyakan dari kita pernah mendengar ungkapan tersebut. Lantas apa pesan dari kalimat-kalimat sederhana yang sarat dengan makna ini? Sehingga gaungnya benar-benar merambah ke segenap penjuru dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah sadar atau tidak, ternyata hari-hari kita selalu diliputi dengan beragam keinginan dan angan-angan, timbul silih berganti tidak pernah hilang, semakin hari semakin bertambah, karena inilah sebenarnya yang dinamakan dengan tabiat manusia. Potensi <strong>&#8220;tidak puas&#8221;</strong> adalah sifat dasar yang selalu melekat dalam diri kita. Munculnya keinginan erat berhubungan dengan adanya ketidak puasan, Allah SWT berfirman: <strong>&#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir&#8221;</strong> (Qs. al Maarij: 19). Kalau kenyataanya demikian, bagaimanakah Islam menyikapi sifat dasar yang melekat dalam diri setiap manusia ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan dan angan-angan di sini sifatnya universal, mencakup cita-cita dan harapan. Seorang pedagang berkeinginan sukses dalam berbisnis, stok dagangannya laku kemudian meraup keuntungan, komunitas pelajar berharap lulus saat ujian sehingga cita-citanya dapat tercapai, para pemikir berangan-angan mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang damai sejahtera agar tercipta baldatun thayibah wa rabbun ghafur (gemah ripah loh jinawi). Ujung dari semuanya akan berhubungan dengan &#8220;kesuksesan&#8221; atau &#8220;kegagalan&#8221; (predikat berhasil atau gagal).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada deskripsi singkat tadi, apakah hanya dengan berusaha kita bisa meraih target yang diinginkan? Adakah unsur-unsur lain yang sekiranya penting diperhatikan dalam menyikapi derasnya angan, keinginan, harapan dan cita-cita? Sebab, bukankah kita sering mendengar kabar kegagalan seorang negarawan dalam menjalankan tugasnya, padahal dia telah mencurahkan segala kemampuan. Atau kita sering mendengar kabar buruk para pelajar dalam menghadapi ujian, padahal mereka telah belajar maksimal, bahkan kita juga sering mendengar cerita orang-orang yang frustasi dan berakhir dengan bunuh diri akibat depresi saat menghadapi kegagalan. Disinilah ajaran Islam datang memberikan solusi atas fenomena di atas, dalam Islam kita dikenalkan anjuran berdo’a dan berpasrah di samping kita dituntut untuk berusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berusaha:<br />
<strong>&#8220;Dan katakanlah; bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu&#8221;</strong> (Qs. at Taubah: 105), spirit berusaha dan berikhtiar terkandung dalam ayat ini. perintah untuk bekerja artinya perintah untuk berusaha keras dalam menggapai suatu tujuan baik duniwai maupun ukhrowi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berusaha</strong> adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan seorang muslim dalam meraih sejuta impian dan harapan, tanpa unsur &#8220;usaha&#8221; jangan berharap orang akan bisa mewujudkan keinginannnya. Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah memberi contoh konkrit dalam hal ini, yaitu dengan terjun berbisnis sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam al Qur&#8217;an dijelaskan; <strong>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri&#8221;</strong> (Qs. ar Ra’d : 11) Artinya, Allah SWT tidak akan merubah keadaan kita selama kita tidak berusaha merubah sebab-sebab kemunduran. Kalaupun terjadi &#8220;kesuksesan&#8221; tanpa dilalui dengan proses usaha, maka hal itu termasuk dalam katagori anugerah khusus dari Allah, bagaimanapun jika Allah SWT berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangi. &#8220;Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; jadilah ! maka terjadilah&#8221; (Qs. Yasin : 82)</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berdo’a:<br />
Dalam segala aktivitas, kita dianjurkan untuk berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT. Al-Qur’an menjelaskan: <strong>&#8220;Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku&#8221;</strong> (Qs. al Baqarah: 186). Menjadi jelaslah bahwa Allah akan mendengar setiap permintaan para hamba-Nya, dan bahkan akan mengabulkan segala permintaanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, apa yang dimaksud dengan pengabulan setiap do’a di sini? Apakah Allah akan menuruti setiap permintaan kita (sesuai bentuk, kualitas dan kuantitas) dari apa yang kita inginkan saat berdo’a, atau memiliki makna yang lebih luas?</p>
<p style="text-align: justify;">Pakar tafsir Muhamad bin Ali as Syaukani (w: 1250 H) dalam bukunya fath Al Qadir menjelaskan; pengabulan do’a bisa seketika, bisa juga ditunda, bisa sesuai dengan apa yang terlintas saat berdo’a, atau bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi si pendo’a. Rasulullah Saw bersabda: <strong>&#8220;Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam&#8221;.</strong> (HR. Bukhori).</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berpasrah:<br />
Di antara ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang urgensi tawakkal (berpasrah) bagi pribadi muslim dalam menjalani kehidupan adalah firman Allah dalam surat At Talaq: <strong>&#8220;Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu&#8221;</strong> (Qs. at Talaq: 3)</p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, sufi besar Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang pemuda yang tampak gelisah, beliau berkata: saya akan bertanya tentang tiga hal: 1- apakah ada sesuatu di alam ini terjadi tanpa kehendak dari Allah?, Pemuda menjawab: tidak ada. 2- apakah rizkimu bisa berkurang dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah?, Pemuda menjawab: tidak, 3- apakah ajalmu bisa datang sebelum tanggal yang telah ditetapkan oleh Allah? Pemuda menjawab: tidak mungkin, kemudian Ibrahim bin Adham berkata: kalau begitu kamu harus mengkhawatirkan apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tawakal (berpasrah) harus diposisikan setelah proses usaha dan berdo’a, hal ini sebagai antisipasi agar kita tidak berburuk sangka terhadap Allah SWT (atas segala ketetapan-Nya). Maka dengan berpasrah saat menunggu hasil jerih payah dan usaha keras, kita diarahkan kepada dua hal positif, yaitu; bersyukur saat menemukan kesuksesan, dan bersabar saat menghadapi kegagalan. Di sinilah Rasulullah Saw bersabda: &#8220;saya kagum dengan keadaan orang Islam, semuanya istimewa; ketika sukses mereka bersyukur, dan ketika gagal mereka bersabar&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Epilog:<br />
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa: <strong>Dalam menjalani kehidupan di alam fana, kita dianjurkan berusaha keras untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita, hal ini tentunya dibarengi dengan berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT, kemudian apapun hasil dari usaha keras yang telah kita curahkan, semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT. Saat usaha kita berhasil kita tidak lupa daratan, begitu juga saat usaha gagal, kita tidak dihinggapi rasa frustasi dan kekecewaan. Yang demikian inilah sebagai bentuk penyelarasan antara tiga hal yang ditekankan dalam ajaran Islam; yaitu berusaha, berdo’a dan berpasrah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;">HEY AKHI! HEY UKHTI! MARILAH KITA SENANTIASA BERIKHTIAR, BERDOA, DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT. SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN MUSLIM YANG SHOLEH/HAH, SABAR DAN AHLI SURGA &amp; SELALU DALAM LIMPAHAN RAHMAT SERTA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT&#8221;</h1>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Kunci Orang Sukses" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9118_155057613494_610443494_2794531_905963_n.jpg" alt="" width="350" height="330" /></p>
<p style="text-align: justify;">Rujukan:<br />
<strong>http://blog.re.or.id/kunci-hidup-sukses-tausyiah-aa-gym.htm<br />
http://arwani-syaerozi.blogspot.com/2007/10/antara-usaha-doa-dan-pasrah_06.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Hendak Berdakwah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-jika-hendak-berdakwah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-jika-hendak-berdakwah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 08:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah, adalah satu ibadah yang sangat agung, ladang untuk menuai pahala, dan tugas sangat mulia yang Allah embankan di pundak para rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat, para pengembannya merupakan manusia-manusia terbaik perkataanya. Akan tetapi banyak yang tidak memahami makna serta tujuan dakwah yang sebenarnya, sehingga tidak mengajak kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala tetapi justru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Dakwah</strong>, adalah satu ibadah yang sangat agung, ladang untuk menuai pahala, dan tugas sangat mulia yang Allah embankan di pundak para rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat, para pengembannya merupakan manusia-manusia terbaik perkataanya. Akan tetapi banyak yang tidak memahami makna serta tujuan dakwah yang sebenarnya, sehingga tidak mengajak kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala tetapi justru mengajak kepada selain-Nya. Ada yang mengajak kepada kelompok dan golongan tertentu. Ada yang menjadikan dakwah sebagai sarana untuk mencari dunia dan popularitas. Bahkan ada dengan tujuan untuk merekrut massa (pengikut). Maka, bagaimanakah tujuan dakwah yang sebenarnya, serta apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang dai ketika ia berdakwah? Simaklah uraian berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dakwah Ilallah</strong>, adalah mengajak kepada agama Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, kepada syariat-Nya, dan melarang semua yang menyelisihinya, baik yang berupa akidah, perbuatan, perkataan maupun akhlak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan utama dakwah</strong> ialah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Memberi petunjuk kepada manusia dan menjelaskan kebenaran kepada mereka. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah memuji pengemban amanah dakwah dengan firman-Nya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah&#8221;</strong> [Ali 'Imrân/3 : 110]</p>
<p style="text-align: justify;">Maka memerintahkan yang ma&#8217;ruf dan melarang yang mungkar adalah satu bentuk dakwah Ilallah. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung&#8221;</strong> [Ali 'Imrân/3 : 104]</p>
<p style="text-align: justify;">Dakwah merupakan tugas utama para rasul, lebih khusus lagi Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Katakanlah: &#8220;Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik&#8221;</strong> [Yûsuf/12 :108]</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah mengajak para hamba-Nya menuju kebaikan, kebahagiaan dan kepada jannah-Nya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)&#8221;</strong> [Yunus/10 : 25]</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman-Nya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan.&#8221;</strong> [Ibrâhîm/14 : 10).</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman-Nya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>"..sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya"</strong> [Al-Baqarah/2 : 221]</p>
<p style="text-align: justify;">Yakni Allah mengajak manusia untuk masuk ke dalam agama-Nya dan selalu taat kepada-Nya agar mereka mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila kita mencermati perintah dan larangan yang terdapat di dalam Al-Qur`ân, maka kita mendapatkan kandungan makna yang agung ini. Artinya, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan Rasul-Nya serta kaum mukminin mengajak kepada kebaikan serta kebahagiaan dunia akhirat. Sebaliknya, setan dan bala tentaranya selalu mengajak kepada neraka dan kebinasaan dunia akhirat. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala&#8221;</strong> [Fâthir/35 : 6]</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sebagaimana dikhabarkan oleh Rasulullah dengan sabdanya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Para dai yang berdiri di tepi neraka jahannam; siapa yang mentaatinya akan terjerumus ke dalamnya&#8221;</strong> [HR Bukhâri]</p>
<p style="text-align: justify;">Maka berhati-hatilah dari para dai tersebut, dan marilah kita kembali kepada al-haq. Dakwah Ilallah memiliki pilar-pilar yang dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala di dalam Al-Qur`ân dan dijelaskan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di dalam hadits-haditsnya. Di antara pilar serta syarat yang terpenting adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama :</strong> Seorang dai, hendaklah membekali diri dengan ilmu. Apabila seorang dai mengajak kepada Islam, hendaklah ia memiliki pengetahuan tentang Islam; karena mustahil seseorang mengajak kepada sesuatu yang ia tidak mengetahuinya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman kepada Nabi-Nya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Katakanlah: &#8220;Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata&#8221;.</strong> [Yûsuf /12 : 108]</p>
<p style="text-align: justify;">Makna dari &#8220;bashirah&#8221; adalah ilmu serta pengetahuan yang sempurna terhadap apa yang ia dakwahkan. Demikian itulah wasiat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu &#8216;anhu ketika beliau mengutusnya menuju khaibar. Beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Berangkatlah menuju tempat mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam. Beritahukanlah hak-hak Allah yang wajib mereka tunaikan&#8221;</strong> [HR Bukhâri]</p>
<p style="text-align: justify;">Maksudnya, jelaskan kepada mereka tentang hakikat Islam dengan sejelas-jelasnya, karena terkadang seseorang berada di atas kesesatan tetapi menganggap berada di atas kebenaran, sehingga perlu adanya penjelasan. Dan ini, tidak mungkin dilakukan oleh orang yang jahil yang tidak mengetahui hakikat kebenaran, karena ia tidak memiliki kemampuan untuk membantah syubhat-syubhat dan menjelaskan kesesatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua :</strong> Hendaklah tujuan utamanya ialah ikhlas karena Allah dan hanya meraih ridha Allah, serta memberikan manfaat kepada orang lain, bukan karena riya&#8217;, sum&#8217;ah, ingin mendapat ketenaran dan keinginan pribadi lainnya. Apabila seorang dai mengedapankan hal-hal tersebut, maka dakwahnya bukan mengajak kepada Allah tetapi mengajak kepada dirinya, padahal Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Aku mengajak (kamu) kepada Allah&#8221;</strong> [Yûsuf/12 : 108]</p>
<p style="text-align: justify;">Dakwah juga bukan mengajak kepada golongan dan kelompok serta madzhab tertentu, atau selain ajaran Rasulullah. Demikian pula, dakwah bukanlah sarana untuk mencari dunia. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Katakanlah: &#8220;Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu&#8221; </strong> [al-Furqân/25 : 57]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga :</strong> Memulai dengan yang terpenting.<br />
Masalah terpenting di dalam agama Islam adalah masalah aqidah. Oleh sebab itu, seorang dai hendaklah memulai dakwahnya dengan menjelaskan aqidah yang benar sebelum dia menyampaikan yang lainnya. Inilah yang diwasiatkan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika beliau mengutus Mu&#8217;adz bin Jabal ke Yaman. Beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Sesunguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka kepada syahadat La Ilaha Illallah wa Anna Muhammadar-Rasulullah. Kalau mereka menerima, sampaikanlah bahwa Allah mewajibkan shalat lima waktu sehari semalam. Kalau mereka menerima, sampaikanlah bahwa Allah mewajibkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya dan dibagikan untuk orang miskin&#8221;</strong> [HR Bukhâri]</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula para rasul sepakat dakwah pertama yang mereka sampaikan adalah tauhid. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun&#8221;</strong> [an-Nisâ`/4:36]</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, setiap dakwah yang tidak mengutamakan tauhid padahal banyak manusia yang terjerumus ke dalam perbuatan syirik dengan berbagai macam bentuknya, maka telah menyelisihi dakwah para rasul dan tidak akan membuahkan hasil.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat :</strong> Berusaha mengamalkan ilmu yang ia miliki sebelum menyampaikan kepada orang lain. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?&#8221;</strong> [al-Baqarah/2 : 44]</p>
<p style="text-align: justify;">Allah juga berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan&#8221;</strong> [ash-Shaf/61 : 2-3]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelima :</strong> Berhias diri dengan kesabaran.<br />
Seorang dai hendaklah bersabar atas gangguan yang ia dapatkan di jalan dakwah. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat- menasihati supaya menetapi kesabaran&#8221;</strong> [al-'Ashr :1-3]</p>
<p style="text-align: justify;">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala juga berfirman mengisahkan tentang perkataan Luqmân kepada anaknya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)&#8221;</strong> [Luqmân/31 : 17]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keenam :</strong> Tidak putus asa dalam dakwahnya.<br />
Seorang dai hendaklah tidak putus asa dalam menyampaikan dakwahnya kepada manusia sekalipun memerlukan waktu yang lama, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala mengisahkan tentang Ashabu Assabti</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: &#8220;Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan adzab yang amat keras?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabbmu, dan supaya mereka bertakwa&#8221;.</strong> [al-A'râf/7 : 164]</p>
<p style="text-align: justify;">Kesabaran dalam berdakwah akan membuahkan dua hal.<br />
Pertama. Apabila menerima maka itu petunjuk bagi manusia dengan dakwahnya tersebut.<br />
Kedua. Apabila mereka menolak maka lepaslah tanggung jawab dari pundak seorang dai, karena tugas utamanya ialah menyampaikan kebenaran; adapun hidayah maka hanya di tangan Allah Azza wa Jalla</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian, beberapa perkara yang harus diketahui oleh seorang dai sebelum ia berdakwah. Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-jika-hendak-berdakwah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segeralah Berjilbab Wahai Muslimah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-segeralah-berjilbab-wahai-muslimah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-segeralah-berjilbab-wahai-muslimah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 08:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[Kerudung]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Ukhti]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..
Kemaren-kemaren, nggak sengaja lagi liat-liat notes di facebook, eh liat ada satu notes yang membuat tertarik. Judulnya &#8220;Ayo-Ayo Jilbabnya Dipake Ibu-Ibu&#8221; di facebooknya Maghleb Yudinna Elmir. Dan ternyata isinya keren banget, sumpah! Dan penulis aslinya itu bernama Sutan Gilang Pamenan. Langsung deh gw add aja orangnya. Dan nggak lama, terbesit deh pengen bikin notes tentang ini juga. Makasih ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kemaren-kemaren, nggak sengaja lagi liat-liat notes di facebook, eh liat ada satu notes yang membuat tertarik. Judulnya <strong>&#8220;Ayo-Ayo Jilbabnya Dipake Ibu-Ibu&#8221;</strong> di facebooknya Maghleb Yudinna Elmir. Dan ternyata isinya keren banget, sumpah! Dan penulis aslinya itu bernama Sutan Gilang Pamenan. Langsung deh gw add aja orangnya. Dan nggak lama, terbesit deh pengen bikin notes tentang ini juga. Makasih ya Sutan Gilang Pamenan yang udah menginspirasi ^_^</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>KENAPA HARUS PAKE JILBAB?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. DALIL</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Surat An-Nur (24) ayat 31 :</strong><br />
&#8220;Katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakan auratnya KECUALI kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara lelaki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (SESAMA ISLAM), hamba sahaya yang mereka miliki, pelayan laki-laki tua yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti aurat. Dan janganlah mereka menghentakan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada ALLAH, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Surat Al-Ahzab (33) ayat 59 :</strong><br />
&#8220;Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka MENGENAKAN JILBABNYA ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH maha pengampun lagi maha penyayang&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. HUKUMNYA WAJIB</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah baca dalil yang di atas, sekarang udah pada tau kan, menutup aurat <strong>HUKUMNYA WAJIB!</strong> Kalo amalan wajib nggak dikerjain, dapetnya apa coba? <strong>DOSA!</strong> Nah kalo udah dosa, terus masuknya kemana coba? <strong>NERAKA!</strong> Nah terus kalo udah di neraka, bakal diapain coba? <strong>Suatu hari Rasulullah pernah diperlihatkan siksaan wanita yang tidak menutup aurat di neraka, dan beliau sangat terkejut melihat rambut wanita itu ditarik kebelakang, diikat dengan kakinya sehingga tertarik, dan puting susunya diberi api, dibakar hingga hangus. Lalu dijadikan seperti semula lagi.</strong> Mau kayak gitu? Kalo gw cewek sih, jawabannya <strong>ENGGAK!</strong>. <strong>Makanya pada sadar nggak, WANITA YANG NGGAK BERJILBAB ITU TERUS MENERUS MENGUMPULKAN DOSA, TIAP BULAN, MINGGU, HARI, JAM, MENIT, BAHKAN DETIK KARENA MEMPERLIHATKAN AURATNYA KEPADA ORANG LAIN. Kebayang nggak? UDAH BERAPA KONTAINER DOSA yang kalian kumpulkan selama ini hanya gara-gara nggak pake jilbab? Belum dosa-dosa yang lainnya.</strong> Astagfirulloh. Mungkin, kenapa sebagian besar penghuni neraka itu diisi sama kaum wanita, gara-gara ini salah satunya. Ya berdoa aja semoga besok lo masih hidup dan masih sempet bertobat sama Allah, dan make jilbab tentunya. Satu lagi, kalo amalan wajib aja masih belum lo lakuin, buat apalagi lo masih menganggap ini agama lo. Cepet pindah agama kalo nggak mau pake jilbab, atau cepet revisi KTP lo khusunya pas pertanyaan apa agama anda dengan jawaban &#8220;ISLAM (HANYA DISINI)!&#8221;. Semoga umur lo semua masih panjang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. BUKAN CUMA LO YG MASUK NERAKA! ORANG TUA LO JUGA</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baik buruknya anak, soleh tidaknya anak, itu semua adalah tanggung jawab orang tuanya. Dan apa yang terjadi pada diri lo, itu sangat berpengaruh buat orang tua lo.</strong> Makanya, itu kenapa mereka ngajarin soal agama buat lo dari kecil, ngebimbing lo solat, bangunin lo kalo kesiangan bangun buat solat, itu semua dilakuin biar nanti pas dimintain pertanggungjawaban sama ALLAH orang tua lo bisa jawab dengan tenang dan bangga, dan akhirnya masuk surga. Kalo lo berbuat baik, jadi anak soleh, ya orang tua ikut dapet untungnya dan ikut masuk surga bareng lo. Tapi kalo lo jadi anak yang nggak soleh, terus-terusan berbuat dosa, terus-terusan melakukan keburukan, terus-terusan nggak pake jilbab, rela AYAH dan IBU lo ikutan disiksa di neraka cuma gara-gara lo? <strong>Mereka udah rajin banget solat malem, mereka udah rajin baca al-quran, mereka udah rajin puasa, mereka udah banyak zakat, mereka juga udah pergi haji, mereka udah ngumpulin pahala yang amat banyak, tapi tetep aja masuk neraka HANYA GARA-GARA LO, anaknya yang nggak mau pake jilbab!</strong> Yang terus-terusan berbuat dosa! Woi Ibu lo woi, yang udah ngelahirin lo, yang udah mengasuh lo dari kecil, yang udah mendidik lo, yang ngerawat lo, yang menyayangi lo sepenuh jiwa, tapi lo malah ngebales dengan hal yang sangat-sangat nggak pantes, <strong>NGIRIM IBU LO KE NERAKA! Tega lo, hah?</strong> Ayah lo, yang udah kerja pagi siang sore malem nyari duit buat lo, nyekolahin lo, mau capek kek mau kepanasan kek mau pegel-pegel kek semuanya nggak peduli cuma demi lo, demi anaknya, eh anaknya malah ngirim dia ke neraka! Sumpah gw nggak bisa bayangin betapa kejamnya lo! Astagfirulloh. Semoga besok pas lo mau berangkat ke kampus nggak ada kecelakaan yang bikin lo meninggal padahal lo belum sempet bertobat!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. MENGHINDARI MAKSIAT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nggak bisa dipungkiri, banyaknya kasus perkosaan yang terjadi akhir-akhir ini, terlepas dari bejatnya orang itu, juga disebabkan oleh para wanita yang selalu menghumbar auratnya. Mereka sang pemerkosa, melihat TV, melihat artis-artis yang seksi macam Jupe, Azhari bersaudara, Miyabi, dll dan akhirnya tergoda. Sekali melihat ada cewek dengan baju ketat berjalan, kulit putih, rambut panjang, celana jeans sangat ketat, apa nggak tergoda buat merkosa coba? Barusan minggu kemaren, ada kasus perkosaan di deket danau UI, satu cewek diperkosa sama 9 orang yang notabene adalah temennya sendiri. Beruntung itu bukan lo, tapi siapa yang bisa jamin besok-besok bukan lo yang jadi korban selanjutnya? Waktu lagi di angkot, di kereta, di bis, ada segerombolan nyulik lo, terus memerkosa lo, itu yang lo mau? Terserah sih. Semoga di jalan takdir lo nggak ada tuh yang namanya &#8220;Jadi Korban Pemekorsaan&#8221;, amin.<strong> Selain itu, kalo kata si Gilang, 85% cowok-cowok itu bakal MASTURBASI setelah melihat rok pendek, tengtop warna warni, hitam, apalagi tembus pandang kalo basah, baju super ketat yang sangat membentuk, rambut panjang, dada, belahan dan sekitarnya itu, pantat yang sengaja diumbar waktu berjalan, penampakan yang bersifat keberuntungan, dll.</strong> Lo mau jadi bahan masturbasinya cowok-cowok? Naudzubillah! <strong>Tolong dong, jangan memancing orang lain berbuat dosa hanya gara-gara lo yang selalu pake pakaian ketat dan seksi ke kampus.</strong> Semoga pas besok bangun pagi lo masih bisa bernafas padahal lo belum tobat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. IZZAH (HARGA DIRI)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari nanti lo bakal nikah kan? (ya siapa sih yang nggak mau nikah). Pernah ngebayangin nggak, aurat lo, dari ujung rambut sampai ujung kaki itu udah lo umbar-umbar ke semua orang padahal mereka bukan suami lo, dan waktu suami lo liat lo, itu nggak ada kesenangan tersendiri karena lo udah terlalu sering diliat sama cowok-cowok mana aja. <strong>Tolong dong, hormati calon suami lo nantinya. Jangan egois.</strong> Kalo kata si Azzam di film KCB 2, &#8220;Saya nggak sanggup punya calon istri yang KECANTIKANNYA (wajah dan tubuhnya) sudah dikonsumsi orang banyak!&#8221; <strong>Orang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik, begitupun sebaliknya. Hahaha gimana lo mau dapet jodoh yang soleh, tampan, gagah, mapan, dewasa, baik, pokoknya sesuai impian lo kalo lo nya aja masih nggak bener?</strong> Semoga nanti pas makan lo nggak keselek terus meninggal padahal lo belum sempet bertobat dan make jilbab tentunya. Selain itu, jilbab juga merupakan lambang suci agama kita. Coba deh kita lihat agama lain, kristen misalnya. Mereka sangat bangga sekali mengenakan kalung salib di lehernya, sebagai tanda suci agama mereka. Kenapa lo mesti malu pake jilbab yang notabene lambang suci umat islam? Sekarang gw tanya, lo islam bukan? Islam beneran apa KTP doang? Buktiin kalo lo bener-bener islam dan nggak cuma KTP dan turunan nenek moyang doang. Terus ada survei juga, kebanyakan orang yang pake jilbab itu jadi tambah cantik lo. Nah sekarang gw balikin buat semua yang nggak pake jilbab, mending lah kalo lo udah cantik duluan sebelum pake jilbab, nah kalo lo jelek? Hah? Masih ngga mau pake jilbab? Semoga nanti lo nggak kesandung terus meninggal padahal lo belum sempet bertobat. Umur seseorang siapa yang tahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. MENJALIN KEDEKATAN SAMA ALLAH SWT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nih buat contoh ya, kalo lo lagi butuh duit banget nih buat belanja ini belanja itu, gimana cara lo ngerayu buat minta duit sama nyokap? Pasti lo baik-baikin dulu kan. Lo lakuin semua perintahnya dan lo jauhin semua larangannya. Kalo udah gitu, pasti deh lo bakal dikasih uang. <strong>Nah ini sama kayak lo berdoa sama ALLAH. Gimana doa lo mau dikabulin kalo hal yang dilarang-Nya aja masih lo lakuin. Gimana IP lo mau cum laude, gimana masa depan lo mau cerah, kalo lo masih belum menuruti apa perintah-Nya.</strong> Semoga nanti lo nggak kesetrum komputer terus meninggal padahal lo belum sempet bertobat. Umur seseorang siapa yang tahu.</p>
<h1 style="text-align: justify;">ALASAN ALASAN KENAPA BELUM MAU MEMAKAI JILBAB!</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. BELUM MAU</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hahahaha ini adalah alasan pertama yang paling sering diutarakan sama cewek-cewek yang belum pake jilbab. Kalo kita ngomong mau atau nggak mau, itu mah relatif. <strong>Sekarang gw tanya balik, harus nunggu sampe kapan biar lo mau pake jilbab, hah?</strong> Nunggu sampe ada bendera kuning terpampang di depan rumah lo, pertanda salah satu orang tua telah berpulang lebih dulu, terus lo baru mau make jilbab, gitu. Kasian orang tua lo, keburu masuk neraka duluan! Mau nunggu apa lagi? Nunggu sampe lo kecelakaan dulu, sekarat, ada diambang kematian, kaki tangan bahkan leher patah, baru lo tobat dan make jilbab? Atau nunggu sampe ada gempa melanda Jakarta dengan skala 10 ritcher baru lo tobat? Alasan belum mau itu cuma KLISE, ingat KLISE! Semoga umur lo masih panjang dan nggak kesisa 2 jam buat bertobat dulu sama ALLAH baru pake jilbab. Kalo kata salah satu temen gw yang udah pake jilbab, <strong>NGGAK ADA KATA BELUM SIAP DAN BELUM MAU BUAT CEWEK TUK PAKE JILBAB! Emang lo nya aja yang masih 100% dikuasain setan dan nggak kuat ngelawan godaannya.</strong> Mumpung masih ada besok buat lo bertobat sebelum lo mati besok lusa, siapa tahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. BELUM SIAP, MANTAPKAN HATI, KERUDUNGIN HATI DULU BARU  BERJILBAB</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini juga adalah alasan kedua yang paling sering diungkapkan para cewek-cewek buat alasan mereka kenapa nggak pake jilbab. Heh para wanita, kalo hati lo itu yang ngeliat CUMA ALLAH. Tapi kalo muka lo, dada lo, perut lo, paha lo, dan seluruh bagian tubuh lo itu yang ngeliat orang-orang banyak! Alasan yang sangat tidak logis! <strong>Terus soal belum siap? Sebenernya apa sih yang harus dipersiapkan?</strong> Beli jilbab dulu, baju-baju panjang, peniti, iket rambut, harus nyiapin apalagi? Jujur gw bingung banget! Sumpah! Apa sebenarnya yang harus dipersiapkan? <strong>Inget, di Al-Quran itu, ngerudungin hati dan ngerudungin rambut itu harus dilakukan bersamaan.</strong> Semoga besok lo masih bisa bangun dan bernafas lega dan belum meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. BELUM DAPET HIDAYAH</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini alasan yang paling nggak masuk akal dibanding alasan yang lain. Pada tau nggak sih, <strong>HIDAYAH ITU UDAH ALLAH SEBAR KE SELURUH PENJURU DUNIA</strong>, tergantung kitanya aja mau ngambil apa enggak. Jangan pernah bilang ALLAH belum ngasih hidayah karena hidayah itu udah ada dimana aja, kapan aja, dan melalui siapa aja. Jadi kalo ada cewek yang nggak make jilbab hanya karena alasan belum dapet hidayah, dia aja bego yang nggak mau ngambil hidayah itu. Katanya anak UI, pada pinter kan? Semoga besok pas lo berangkat ke kampus, mobil atau motor lo nggak kecelakaan ditabrak truk gede.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. TAKUT PAS UDAH MAKE, NANTI KEBUKA LAGI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang gw tanya, emang lo udah ngerasain rasanya pake jilbab (khusus buat cewek-cewek yang belum make jilbab)? Terus darimana lo yakin kalo lo make jilbab bakal ngelepas lagi? &#8220;Kan takutnya rul?&#8221;, ih kenapa lo udah suudzon duluan padahal lo nyobain aja belum. <strong>Teman-temanku tercinta, gw jamin deh, walaupun kemungkinan itu pasti tetep ada, peluang untuk nyopot lagi susah terjadi kok. Allah itu pasti ngejagain kita kok, ngelindungin kita, dan menguatkan hati kita agar terus istiqomah dijalan-Nya kalo udah pake jilbab.</strong> Lagian kalo di kampus kayak UI gini, pasti lo malu lah kalo udah make jilbab tiba-tiba dicopot lagi, kuat ngadepin malu sebesar itu? Yakin kuat akan segala cibiran dan gunjingan? Gw sih enggak! Malu satu angkatan, malu satu fakultas, satu universitas, satu gang di rumah, malu di segala tempat! <strong>Pokoknya yang penting sekarang, lo pake jilbab dulu deh! Mending make kan, daripada tidak pernah sama sekali?</strong> Semoga ALLAH masih memanjangkan umur lo, amin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. MASIH BANYAK CEWE BERJILBAB PACARAN, BERZINA &amp; MELAKUKAN MAKSIAT² LAINNYA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini nih yang jadi alesan paling sulit dijawab, tapi tetep aja sama kayak alasan-alasan yang udah kayak di atas, KLISE! Pertanyaan pertama, presentase cewek berjilbab yang bener sama yang binal berapa jauh sih perbandingannya? Hah? Gw yakin lo pasti bisa jawab sendiri. <strong>Hampir sebagian besar wanita berjilbab yang masih ancur kayak gitu, biasanya karena menjadikan jilbab sebagai pelampiasannya aja, atau mungkin buat penutup identitas, semuanya terjadi karena pas make jilbabnya tidak dilandasi keikhlasan dalam hati, tidak takut pada ALLAH, tidak takut dosa, dan hanya karena pemaksaan (biasanya).</strong> Di sekolah diwajibin pake jilbab lah, disuruh orang tua lah. Makanya tunggu apalagi, segera bulatkan hati untuk segera pake jilbab. Semoga umur lo masih panjang dan masih sempet bertobat dan pake jilbab. Satu lagi, pernah liat nggak anggota DPR kita kalo lagi pake jas lengkap sama pas lagi pake baju tidur atau kaos oblong biasa? Pasti pas lagi pake jas lengkap, pantofel, rapi, dia akan menjaga kelakuan perkataan dan wibawanya kan? Dia ingin selalu menjaga image di depan orang banyak karena dia memang sedang menggunakan jas lengkap alias seorang anggota DPR. Nah kalo lagi pake kaos oblong biasa? Pasti ngomong juga ceplas-ceplos aja kan? Begitupun jilbab. Kalo lo udah pake jilbab, sensasinya beda deh. Lo pasti akan lebih menjaga diri lo sendiri, baik perkataan lo, kelakuan lo, sifat lo, itu pasti deh tanpa lo sadari juga. Semoga ntar malem nggak ada gempa 8.5 skala ritcher yang bikin lo ketiban lemari dan meninggal seketika.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. BUKAN ANAK GAUL, NANTI KLO MAKE JILBAB JADI GERAH LAGI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Au ah! Gw males jawab alesan yang satu ini. Sebenernya apa sih yang memotivasi lo tuk jadi anak gaul? Anak yang nggak kuper, yang nggak kolot karena masih mengenakan jilbab panjang? <strong>Emang kalo lo jadi anak gaul lo bakal dapet apa sih?</strong> Pacar yang banyak? Dihormati orang? Dianggep keren sama orang-orang? Sekarang lo pilih, pengen jadi anak gaul dunia apa anak gaul surga, hah? Atau lo lebih milih jadi anak gaul neraka? Apalagi sih yang lo semua takutin? Lagian, siapa yang bilang cewek yang berjilbab itu nggak gaul? Siapa, hah? Alesan apalagi sih, takut nggak dapet jodoh? Heh, pas lo lahir tuh udah tertulis 3 hal di Lauhul Mahfudz, REZEKI lo, KAPAN MATI lo, dan JODOH lo. Jadi jangan bilang takut nggak bakal dapet dan susah nyari jodoh deh! Soal gerah, gw akan pake hipotesis yang sama. <strong>Gerahnya di neraka sama gerah di dunia berapa kali lipat ya perbandingannya?</strong> Ada satu sumber yang bilang, satu kali hembusan paling kecil api neraka aja udah bisa bikin bumi hangus terbakar tanpa sisa, gimana kalo lo yang dibakar pake api itu? Nggak usah jauh-jauh di neraka deh. Di padang mahsyar aja, yang ada sembilan matahari udah gitu jaraknya sejengkal pula, berapa kali lipat ya sama gerahnya di dunia yang cuma ada satu matahari udah gitu jaraknya berjuta-juta kilometer? Semoga lo nanti nggak keselek waktu sarapan terus epiglotis lo ketutup dan lo langsung meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. SEMUANYA BUTUH PROSES DAN WAKTU YANG LAMA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Khusus untuk jawaban dari alesan yang satu ini, udah selalu gw cantumin di setiap akhir paragrap di artikel ini. <strong>SEMOGA LO MASIH PANJANG UMUR DAN MASIH SEMPET BERTOBAT SAMA ALLAH, TERUS PAKE JILBAB.</strong> Umur seseorang siapa yang tau woy. Pas lo tidur, pas lo makan, pas lo berangkat ke kampus, pas lo naik tangga buat kuliah, pas lo buang air, pas lo lagi BBMan dan FBan, <strong>SIAPA YANG BISA NGEJAMIN LO NGGAK BAKAL MATI.</strong> 1 jam, 2 jam, 3 jam, atau mungkin setengah jam malah sisa umur lo, siapa yang tau? Masih mau nunggu proses dulu yang sama sekali nggak beralasan dan nggak ilmiah! Lagi-lagi, semua ini terserah lo. Contohnya aja, kayak si Usain Bolt, si pelari handal itu. Dia nggak bakal menangin tuh olimpiade kalo nggak ada LANGKAH PERTAMA! <strong>Kapan lo mau berubah kalo nggak ada langkah pertama dari diri lo sendiri?</strong> Semoga pertemuan lo dengan malaikat izroil masih panjang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PESAN TERAKHIR</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk seluruh teman-temanku tersayang, cepatlah sadar dan bertobat. Gw berusaha mengingatkan. <strong>Maaf sebelumnya kalo terlalu plak-plok dan kasar kata-katanya. Kalo lo-lo semua pada nggak suka, silahkan omelin gw sesuka hati lo. Gw siap nerima dan mendengarkan asalkan kalian semua pada pake jilbab.</strong> Mungkin bahasa yang gw pake nggak sejago Khalil Gibran yang bisa bikin sampe nangis-nangis pas baca tulisannya. Gw juga nggak sekreatif Archimedes waktu nemuin Hukum Archimedes itu. Gw juga nggak sepinter Plato yang pemikirannya terus dipake sampe sekarang. Dan gw juga nggak sealim Bilal bin Rabbah yang bakiaknya aja udah kedengeran suaranya di surga. Gw ini ya Amrul, orang yang nggak tau apa-apa, sok tau, sok alim, dan sok pinter.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gw ingetin lagi ya, hidup di dunia itu NGGAK LEBIH DARI 2% dari total kehidupan lo! Tapi dengan 2% itulah lo menentukan nasib seluruh kehidupan lo, lo bahagia (di surga) atau lo sengsara (di neraka). </strong>Lo mau kehidupan lo yang masih sangat-sangat panjang bahkan bakal kekal nanti pas di akherat ancur semua gara-gara kehidupan lo di dunia yang cuma 2% bahkan kurang malah? Sia-sia men 98% hidup lo yang lain. Makanya mulai sekarang, berhentilah hanya memikirkan dunia, dunia, dan dunia. Berhentilah hanya bersenang-senang, jalan-jalan, shoping, nongkrong, kurangin lah kegiatan lo ini. Hadistnya tuh, Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selamanya di dunia, tapi Beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati besok! Berhentilah berbuat dosa, ya dengan make jilbab ini salah satu caranya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sekali lagi, kalo nggak suka silahkan protes dan omelin gw. Buat yang udah pake jilbab tapi belum panjang dan pake rok, terus berusahalah dan tetap istiqomah. Tolong di share dong pengalamannya buat temen-temennya yang lain yang belom pake jilbab. Sekali lagi maaf sebesar-besarnya. Semoga umur kita masih panjang dan masih sempet buat bertobat. Jangan sampe nunggu suatu hal terjadi dulu baru lo sadar dan bertobat. Penyesalan adanya selalu belakangan woy! Jadi, tunggu apalagi? Lagi-lagi, semua itu <em>TERSERAH LO</em>, gw nggak mau ikut campur lebih jauh lagi. Tugas gw cuma mengingatkan, <em>SAMA SEKALI NGGAK MEMAKSA</em>.<strong></strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>CATATAP PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></strong></strong></p>
<h1 style="text-align: justify;"><strong><strong>HEY KAWAN SEMUA, PADA GAK MAU KAN KALAU TEMAN, SAHABAT, KELUARGA, DAN WANITA² MUSLIMAH LAINNYA TERMASUK GOLONGAN AHLI NERAKA? AYO RAME² AJAK DAN DUKUNG PARA WANITA MUSLIMAH UNTUK SEGERA BERJILBAB, SEMOGA KITA SEMUA NANTINYA TERMASUK GOLONGAN AHLI SURGA! Amien Ya Robbal Alamin..<br />
</strong></strong></h1>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Ayo Pakai Jilbabnya" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs163.snc3/19075_225060828494_610443494_3234785_3927260_n.jpg" alt="" width="451" height="441" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><strong><br />
Disadur dari: <strong>http://amrul12.blogspot.com/2009/10/harus-nunggu-apa-lagi-sih-buat-pake.html</strong></strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-segeralah-berjilbab-wahai-muslimah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20 Ciri Ikhwan Genit</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-20-ciri-ikhwan-genit.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-20-ciri-ikhwan-genit.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 17:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ciri]]></category>
		<category><![CDATA[Genit]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Di edisi lalu temen saya membuat tulisan yang cukup menohok “ Akhwat Genit”. Sebenarnya dari dulu saya ingin membalas tulisan beliau dengan judul “Ikhwan Genit”, tapi karena banyak sekali pertimbangan (klo dikroscek lagi, apa pertimbangan saya waktu itu, saya lupa!) akhirnya saya tidak jadi menulis tentang itu. Kalau ada buku “Jangan Jadi Akhwat Nyebelin”, harusnya juga ada buku yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..<br />
</strong><br />
Di edisi lalu temen saya membuat tulisan yang cukup menohok “ Akhwat Genit”. Sebenarnya dari dulu saya ingin membalas tulisan beliau dengan judul “Ikhwan Genit”, tapi karena banyak sekali pertimbangan (klo dikroscek lagi, apa pertimbangan saya waktu itu, saya lupa!) akhirnya saya tidak jadi menulis tentang itu. Kalau ada buku “Jangan Jadi Akhwat Nyebelin”, harusnya juga ada buku yang membahas “Jangan Jadi Ikhwan Nyebelin”. Setelah baca tulisan beliau, saya jadi pengen mengubah diri saya. Yagh, point penting, selalu pastikan diri menuju lebih baik dimana dan kapan pun berada. Hehhe.. biar ga berjodoh ama ikhwan genit  Disini pun saya akan menulis tentang “ Ikhwan Genit” dengan harapan ada yang pengen memperbaiki diri juga.</p>
<p>Mencermati, mendengar, dan melihat kondisi akhir-akhir ini, akhirnya saya berani menulis tulisan ini, Tidak lain untuk menasehati diri sendiri. Bila sudah nulis masak segh mau dilanggar, bila sudah menyeru ke orang lain masak segh diri sendiri tidak melakukannya, gengsi dunk ama Allah, nti di cap Allah sebagai orang yang “ Kaburo Maktan “ (Qs As-Saff 2-3) bisa gaswat total. Di cap genit oleh manusia segh ga begitu masalah, tapi bila di cap “genit “ oleh Alloh sudah menjadi masalah yang teramat besar. [Ingat konteksnya “genit” pada lain jenis yang bukan mahramnya].</p>
<p>“ Ikhwan “ begitu kata bahasa arab yang artinya “ saudara laki-laki”, tetapi ternyata ada perkembangan makna, istilah bahasa indonesianya “ sinekdoke totem pro parte” ikhwan ialah seorang laki-laki yang sholeh, yang selalu ke masjid, seorang aktivis dakwah, mungkin ditambah lagi, jenggoters n congklangers ahh.. begitulah ikhwan. Mencoba menyoroti, duluw saya n teman saya (link mae) membuat kriteria ikhwan black list di bumi mipa, menyoroti ikhwan-ikhwan yang agak nyleneh di mipa [heheh, ada ada aja ya]. Ya karena sifat n karakter mereka ga ikhwan bangetzzz jadi ya dimasukin dalam daftar ikhwan black list. Jujur, saya yang sekarang orangnya open mind, open source (emange linuxers ), n ga se saklek duluw (walau duluw juga ga begitu saklek) mencoba membuat kriteria ikhwan genit ( ditunggu bagi akhwat yang saklek, mungkin bisa menambahkan kriteria) Diantaranya sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.</strong></p>
<p><strong>2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.</strong></p>
<p><strong>3. Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.</strong></p>
<p><strong>4. Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.</strong></p>
<p><strong>5. Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, dan mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.</strong></p>
<p><strong>6. Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.</strong></p>
<p><strong>7. Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.</strong></p>
<p><strong>8. Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”</strong></p>
<p><strong>9. Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.</strong></p>
<p><strong>10. Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.</strong></p>
<p><strong>11. Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.</strong></p>
<p><strong>12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.</strong></p>
<p><strong>13. Ikhwan genit suka menjanjikan “nikah“ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, and yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!</strong></p>
<p><strong>14. Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.</strong></p>
<p><strong>15. Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS nya.</strong></p>
<p><strong>16. Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca.</strong></p>
<p><strong>17. Ikhwan genit suka jalan-jalan di sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, … ?</strong> (QS.An-Nuur[24]:30-31)</p>
<p><strong>18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.</strong></p>
<p><strong>19. Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.<br />
</strong><br />
<strong>20. Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng &amp; alim banget pas di depan akhwat &amp; pas syuro’.<br />
</strong><br />
Whuacch… Alhamdulillah terlaksana sudah, janji saya, mau buwat 20 kriteria ikhwan genit. Bagi yang termasuk didalamnya, yuuk… marii.. perbaiki diri, [termasuk saya juga!]. Mari mengazzamkan diri menjadi insan yang baik dan terbaik di depan penglihatan Allah atas kita. Dari cerita teman liqo’ saya, yang katanya kualitas kader kampus saat ini menurun drastis, pakaiannya segh ikhwani dan akhwati tapi spirit ruhiyah, haroky dan keilmuannya minim banget. Melesunya dakwah kampus karena hegemoni sekuler dan tuntutan akademik yang mengharuskan untuk cepat lulus dengan IPK yang bagus. Semoga tulisan ini memberi sedikit kontribusi untuk dakwah kampus kedepannya.</p>
<p>Umar bin Utsman berkata: <strong>“ Ilmu itu adalah pemimpin, takut adalah pengemudi, sedangkan nafsu adalah kuda yang mogok diantara keduanya yang menipu dan berpura-pura. Waspadalah dan jagalah dia dengan siasat ilmu dan kemudikan dia dengan ancaman ketakutan, maka engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan.”</strong></p>
<p>Abu Ja’far Al-Mihwali berkata: <strong>“ Haram atas hati yang mencintai dunia untuk mendapatkan ketenangan dan kehormatan ilahi. Haram atas jiwa manusia yang senang keduniaan untuk mendapatkan kemanisan dan kelezatan akhirat. Haram atas orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya untuk dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa”</strong></p>
<p><strong>“ Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dan melipat gandakan pahala baginya.”</strong> (QS Ath-Thalaq: 5)</p>
<p>~ Ditulis oleh seorang akhowat yang mungkin bisa dikategorikan akhowat genit yang berusaha banget agar tidak menjadi akhowat genit, kecuali genit untuk suami tercinta nantinya  ~</p>
<p><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<p><strong><em>Dengan esensi informasi di atas, saya sebagai Ikhwan bisa mengambil sebuah hikmah. Bahwa Akhwat pun bisa melakukan hal yang sama terhadap Ikhwan. Ini didasari karena kita adalah manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf. Alangkah baiknya jika kita bisa memperbaiki diri menjadi jauh lebih baik dimasa mendatang. Sebenarnya masih banyak yang bisa dijelaskan antara hubungan Ikhwan &amp; Akhwat. Bahkan bukan hanya 20 ciri, namun ribuan sebenarnya yang menyangkut &#8220;khalwat, pacaran, dsb&#8221; seperti yang dijelaskan Rasulullah. Bagi Ikhwan lainnya, bukannya saya mengkhianati kalian semua. Tapi jadikan informasi ini sebagai lahan untuk Instrospeksi diri. Insya Allah semua akan menjadikan kita jauh lebih bermartabat dimata Allah SWT. Amien..</em></strong></p>
<p><strong><em>Bagi Yang Bertanya Kepada Saya Tentang Bagaimana Ciri 20 Akhwat Yang Genit. Mohon Maaf Saya Tidak Bisa Menjawabnya, Mungkin Bisa Di Tanyakan Langsung Kepada Akhwat Yang Lainnya. Terima Kasih.. </em></strong></p>
<h1>&#8220;HEY AKHI! HEY UKHTI! MARI KITA TINGKATKAN PONDASI ISLAM DENGAN SEGENAP KEMAMPUAN KITA &amp; BERTAQWALAH KEPADA ALLAH SWT&#8221;</h1>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Jangan Lupa Untuk Dibaca Juga Rujukan Dibawah Ini:</span></strong></p>
<p>Rujukan Ihkwan Genit, Sebagai Rujukan Untukmu Akhi:<br />
<strong>http://evans86.cybermq.com/post/detail/4769/ikhwan-genit</strong><br />
<strong>http://mafahimcenter.info/2009/07/ikhwan-ganjen-dan-dakwah-abal-abal</strong></p>
<p>Rujukan Akhwat Genit, Sebagai Rujukan Untukmu Para Ukhti:<br />
<strong>http://mafahimcenter.info/2009/07/akhwat-genit-dan-dakwah-abal-abal</strong><br />
<strong>http://evans86.cybermq.com/post/detail/5006/akhwat-genit-dan-dakwah-abal-abal</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-20-ciri-ikhwan-genit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
