<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Enjoy Our Life Stories™</title>
	<atom:link href="http://www.utuhwibowo.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.utuhwibowo.com</link>
	<description>Utuh Wibowo &#38; Novita Wibowo Public Website</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 01:40:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berbagi Kisah Perjalanan Hidupku #4</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-4.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 10:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Top]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan Pertama &#8211; Aku &#38; Dia
Tulisan ini kupersempahkan untuk: &#8220;Dia &#38; Kalian Semua&#8221;.
Tak banyak orang yang tahu bukan? Kapan kita berdua bertemu. Hhe, tepat pada tanggal yang dirahasiakan (Maaf ya, tidak untuk dipublikasikan   ), Aku tertidur pulas diruangan yang panasnya minta ampun, kebetulan Jakarta waktu itu agak mendung, yang menandakan akan datang hujan. Begitulah Jakarta kalau akan datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Pertemuan Pertama &#8211; Aku &amp; Dia</strong></h2>
<p>Tulisan ini kupersempahkan untuk: <strong>&#8220;Dia &amp; Kalian Semua&#8221;.</strong></p>
<p>Tak banyak orang yang tahu bukan? Kapan kita berdua bertemu. Hhe, tepat pada tanggal yang dirahasiakan (<strong>Maaf ya, tidak untuk dipublikasikan</strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), Aku tertidur pulas diruangan yang panasnya minta ampun, kebetulan Jakarta waktu itu agak mendung, yang menandakan akan datang hujan. Begitulah Jakarta kalau akan datang hujan, seluruh air menguap &amp; siap menjadi butiran butiran air yang akan kembali menyirami Jakarta.</p>
<p>Tepat pada pukul 13:05 HP berbunyi dengan ringtone yang sekarang sudah berbeda, ringtone yang bernada khusus, lagu yang dinyanyikan oleh Dia sendiri. Namun ringtone ini tak kalah bagusnya loh seperti &#8220;<strong>I Am Yours</strong>&#8221; nya Jazon Myraz. Dan akhirnya terjadilah perbincangan:</p>
<p><strong>Dia:</strong> Assalamualaikum Wr.Wb</p>
<p><strong>Aku:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb</p>
<p><strong>Dia:</strong> Mas, Ade&#8217; udah nyampe di Jakarta ni, di Kebon Jeruk, Perusahaan A.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Lho, itu didaerah mana? Di daerah Kedoya bukan.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Gak tahu di daerah mana, cuman tadi sih melewati RCTI, trus muter kebawah, di daerah perumahan Kebon Jeruk Baru.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Kebon Jeruk Baru, dimana ya? Hmm, nanti ditanya dulu deh di daerah sana, jangan lupa kabarin alamat lengkapnya ya.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Oke, nanti Ade&#8217; mungkin akan mulai proses jam setengah 2, cepet kok, setengah jam sudah bisa selesai.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Sip deh, nanti ditunggu dulu ya, mau mandi dulu baru terus kesana skalian mau interview ke perusahaan FA.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Iya, ya udah ya Mas. Ade&#8217; tunggu disini ya. Asssalamualaikum Wr.Wb</p>
<p><strong>Aku:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb</p>
<p>Segera langsung ambil peralatan mandi + anduk, otw ke kamar mandi. Walhasil beberapa menit kemudian selesai mandi, siap&#8221; Pake baju rapi soalnya sekalian mau pergi ke perusahaan FA. Sudah selesai semua perlengkapannya, kunci motor, help, dompet, laptop dan jacket sudah lengkap. Tiba saatnya langsung berangkaaaaattt..</p>
<p>Kebetulan daerah Kebon Jeruk ngikutin arah M11, jadi gampang nyarinya, lewat Batusari sampe dah di Jln. Panjang. Kemudian karena gak tahu dimana lokasi Perum Kebon Jeruk Baru, nanya sama seseorang di pinggir jalan. Akhirnya Aku menepikan motor &amp; mendekati seorang pemuda:</p>
<p><strong>Aku:</strong> Maaf Mas mengganggu, kalau Perumahan Kebon Jeruk Baru dimana ya?</p>
<p><strong>Pemuda:</strong> Oh gampang kok Mas, nanti sebelum ada jembatan naik kan ada dua jalur, yang kanan ke atas &amp; yang kiri kebawah. Jadi Mas ambil yang sebelah kiri, terus belok kebawah jembatan. Ikutin ajah terus Mas jalan itu sampe ada tulisan Perumahan Kebon Jeruk Baru.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Jadi, ambil kiri, lewat bawah, terus lurus ya Mas? ( Sambil memperagakan arah jalan Pake tangan ).</p>
<p><strong>Pemuda:</strong> Iya betul Mas, nah kalau misalkan sudah sampai disana, bisa tanya lagi ke orang yang ada didaerah sana.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Sip deh Mas, terima kasih banyak ya..</p>
<p>Kembali membelokkan dan tancap gas melaju terus hingga ada dua persimpangan jalan, dengan arah kiri &#8220;<strong>KEMANGGISAN</strong>&#8221; &amp; arah kanan &#8220;<strong>DAAN MOGOT</strong>&#8220;. Langsung saja belok ke arah kiri ngikutin jalan sampai belok ke bawah jembatan di samping tol, kemudian ngikutin arah jalan lurus terus. Dan terlihat sebuah plang berwarna hijau dengan tulisan &#8220;<strong>PERUMAHAN KEBON JERUK BARU</strong>&#8221; di ikuti dengan penunjuk arah.</p>
<p>Di daerah situ terdapat taman bunga dan sebuah rukan tepat didepannya, kemudian kuhentikan motor didekat seorang penjual makanan sambil bertanya:</p>
<p><strong>Aku:</strong> Pak, perusahaan A dimana ya?</p>
<p><strong>Bapak:</strong> Wah, saya kurang tahu bos, coba ajah Masuk mungkin didaerah dalem.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Oh ya udah, terima kasih ya Pak.</p>
<p>Tancap gas lagi, namun dengan kecepatan pelan, sambil toleh kanan kiri kucari tulisan &#8220;Perusahaan A&#8221; namun tak kunjung juga kelihatan. Hingga 2x berputar, akhirnya kutelp dah:</p>
<p><strong>Aku:</strong> Assalamualaikum Wr.Wb</p>
<p><strong>Dia:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb</p>
<p><strong>Aku:</strong> Mas udah nyampe di daerah Perumahan Kebon Jeruk Baru ni de&#8217;, itu perusahaannya dimana ya? Kok gak ada.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Ada kok, cari ajah kantor yang ada tulisan &#8220;Perusahaan A&#8221; warnanya abu&#8221;.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Warnanya abu&#8221;? Oh kebetulan sekali ini Mas dah diluarnya. (Dalam hati: Kebetulan banget, ternyata sudah di depan Perusahaan A, abis tulisan nama perusahaannya kecil banget, sampe gak klihatan ). Coba Ade&#8217; keluar deh..</p>
<p><strong>Dia:</strong> Oke deh, ini Ade&#8217; udah keluar. Mas dimana? Kelihatan ga?</p>
<p>Kulambaikan tanganku sambil memanggilnya di telephone.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Oh iya, Ade&#8217; dah klihatan Mas. Ya udah Masuk ajah.</p>
<p><strong>Aku</strong>: Sip, Mas masuk ya.</p>
<p>Kembali kunyalakan motorku, tarik gas dan langsung masuk ke gedung kantor itu. Tak sengaja langsung saja kulewati satpam. Langsung Aku temui Dia, sambil tersenyum ku ucapkan &#8220;<strong>Assalamualaikum Wr.Wb</strong>&#8220;, kemudian Dia turun dari lantai perusahaan sambil mengucapkan &#8220;<strong>Walaikumsalam Wr.Wb</strong>&#8221; dan saling bersalaman, mencium tanganku. <strong>Kupandangi dan kuperhatikan tubuh tinggi, wajah nan ayu yang ditutupi oleh jilbab yang anggun dan perkataannya yang santun</strong>. Tanpa kusadari Dia berkata: Mas, dipanggil satpam tuh, kayaknya harus lapor dulu sebelum masuk ke kantor ini &amp; ambil kartu parkir. Oh ya udah de&#8217;, Mas kesana dulu ya. Langsung saja kubawa motorku kedepan satpam dan Aku bilang ke Pak Satpam:</p>
<p><strong>Aku:</strong> Sebentar doank Pak, mau jemput terus langsung mau jalan lagi.</p>
<p><strong>Satpam:</strong> Sip, oke Pak. (Sambil mengacungkan jempol).</p>
<p><strong>Aku:</strong> Oke, terima kasih..</p>
<p>Akhirnya Aku kembali menemui Dia dan perasaan canggung saat pertama kali bertemu itu ternyata memang ada.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Kita mau kemana ini de&#8217;, mau disini atau mau makan?</p>
<p><strong>Dia:</strong> Hmm, bingung. Enaknya gimana ya, takutnya telat. Tapi ya udah, makan ajah yu, tapi sebentar ajah ya.</p>
<p>Kemudian kita mencari makan, awalnya salah masuk rumah makan &amp; pindah tempat deh. Setelah agak lama berjalan, kita menemukan rumah makan &#8220;<strong>Sate Kambing</strong>&#8220;. Ade&#8217; mau makan ga? Dia jawab: Tadi Ade&#8217; udah makan kok Mas, sekarang masih kenyang. Dan akhirnya aku bilang sama Abang tukang satenya:</p>
<p><strong>Aku:</strong> Pak pesan sate kambing 1 porsi.</p>
<p><strong>Abang Sate:</strong> 1 porsi ya Mas, minumnya apa?</p>
<p><strong>Aku:</strong> Es jeruk 2 Pak.</p>
<p>Sambil menunggu, kita duduk sambil berbincang dan tak seberapa lama kita menelephone <strong>Mama</strong> Ade&#8217;. Memberikan kabar pertemuan kita berdua, dan Beliau mendoakan kita berdua, sungguh indah doa Beliau untuk kita berdua: &#8220;<strong>Semoga Nanti Setelah Pertemuan Ini Perasaannya Kalian Gak Akan Berubah Selamanya, Menjadi Pasangan Yang Bahagia Dunia &#8211; Akhirat, Mama Cuma Bisa Mendoakan Yang Terbaik Buat Anak² Mama</strong>&#8220;. Terima kasih<strong> Mama</strong> buat doanya. Akan kami ingat sepanjang masa. Amien Ya Robbal Alamin..</p>
<p>Selang berapa menit seseorang membawa nasi &amp; piring berisi sate. Tanpa pikir panjang, makan sate deh. Tapi.. Ckckck, ternyata sate kambingnya &#8220;<strong>Alot</strong>&#8221; banget, dikunyah ajah susah kayaknya pas kena ke kambing yang udah tua ni, udah berotot semua dagingnya. Jadinya &#8220;<strong>Alot</strong>&#8221; banget dah.. Tapi satenya abis juga kok, bersih tak bersisa <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah selesai makan &amp; sudah membayar, kita akhirnya kembali pulang menuju perusahaan A. Dalam perjalanan, kita saling berbincang diatas motor:</p>
<p><strong>Aku:</strong> Abis ini langsung mau kemana?</p>
<p><strong>Dia:</strong> Katanya sih mau mampir dulu ke Roxy, mau lihat&#8221; HP.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Untung mendung ni Jakarta, klo gak bisa panas banget ni di atas motor.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Iya, untung ajah mendung. Eh iya, kata siapa Mas Item, prasaan enggak deh, biasa ajah. Cowo itu bagusnya item loh.</p>
<p><strong>Aku:</strong> Oh ya? Masa sih. Sambil kusodorkan tanganku ke samping. Dan Diapun menyodorkan tangannya. Sambil membandingkan tangan kita berdua. (Dalam hatiku: Kayak TV Jaman dulu &#8211; Hitam Putih) warna kulitnya.</p>
<p><strong>Dia:</strong> Nah emang bagusnya seperti itu, terlalu putih juga gak bagus loh Mas.</p>
<p><strong>Aku:</strong> (Dalam hatiku Aku berucap Alhamdulillah, ternyata Dia mau menerima Aku apa adanya). Terima kasih ya Allah atas segala rahmatMu.</p>
<h4><strong><strong>&#8220;DALAM KETIDAKSEMPURNAANKU INI, KUHARAPKAN ADA KEBAHAGIAAN DUNIA &#8211; AKHIRAT. AMIN YA ROBBAL ALAMIN..&#8221;</strong></strong></h4>
<p>Akhirnya kita tiba di perusahaan A, kuantar Dia sampai ke mobil. Kupandangi wajah cantik nan anggunnya sekali lagi, kemudian kami saling bersalaman. Dalam hati Aku berdoa: &#8220;<strong>Ya Allah, Jadikanlah Dia Wanita Yang Sholehah, Istri &amp; Ibu Yang Baik Kelak</strong>&#8220;. Dan akhirnya Akupun pergi sambil mengucapkan salam..</p>
<p><strong>Inilah Dua Wanita Baru Yang Membuatku Kagum:</strong></p>
<p><img class="alignnone" title="Ade' &amp; Mama" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs169.snc3/19666_1121888827343_1830763735_247525_488941_n.jpg" alt="" width="450" height="334" /></p>
<p><em><strong>P.S: Terima Kasih Telah Menyediakan Waktu Membaca Cerita Usangku Ini</strong></em> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencarian Seorang Istri Yang Sempurna</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-pencarian-seorang-istri-yang-sempurna.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-pencarian-seorang-istri-yang-sempurna.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 10:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[Sholehah]]></category>
		<category><![CDATA[Suami]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Hamba mencari Istri yang sempurna. Lelah hati dan jiwa. Hamba mencari kemana-mana, Alhasil Hamba tak sanggup temukan belahan jiwa itu. Setiap hari Hamba berdoa, namun belum juga terkabul. Mungkin inilah perjuangan. Lama-lama Hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun jemu pernah hinggap dalam kamus kehidupan Hamba, meraung-raung dalam sunyi.
Sungguh, di dunia yang maya ini, Hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..<br />
</strong><br />
Hamba mencari Istri yang sempurna. Lelah hati dan jiwa. Hamba mencari kemana-mana, Alhasil Hamba tak sanggup temukan belahan jiwa itu. Setiap hari Hamba berdoa, namun belum juga terkabul. Mungkin inilah perjuangan. Lama-lama Hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun jemu pernah hinggap dalam kamus kehidupan Hamba, meraung-raung dalam sunyi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh, di dunia yang maya ini, Hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, namun laron-laron dosa itu sesekali berduyun mendekati Hamba. Sekuat ruh Hamba berlari-berlari menuju cahaya, dan konon, salah satu kendaraan untuk mendekatkan diri dengan cahaya itu adalah mendapatkan seorang Istri. Ya, Hamba mencari Istri sempurna, agar Hamba bisa menyempurnakan niat Hamba, bercengkrama dengan cahaya sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba bergelut dengan hari-hari, mencari secercah cahaya untuk bisa Hamba huni dari kegelapan yang semakin gandrung menyelimuti hati Hamba lagi. Hamba akui di setiap arah jam yang bergulir ada terpendam berjuta rahasia yang tak bisa Hamba singkap keberadaannya, tak mampu Hamba kuliti satu persatu apa gerangan yang diinginkan Allah. Tadinya Hamba berpikir bahwa Hamba telah mampu meredam satu niatan Hamba itu, mengubur riak-riak kehidupan yang Hamba bangun dengan pondasi rapuh. Rupanya detak suara jarum jam semakin besar menghentak-hentak dan memekakan telinga Hamba, lalu Hamba kembali terpuruk, pikiran Hamba terhuyung-huyung melangkahkan kaki tak tentu arah.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, Hamba bertemu dengan mawar. Di taman itu ia hidup sendiri. Warnanya yang merah merekah membuat mata terkagum-kagum. Ingin rasanya Hamba mempersuntingnya, memetik segala hasrat yang mulai basah kuyup dengan segala keinginan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang mawar tak sadar bahwa ada yang mengamatinya. Ya Tuhan harum sekali. Ya, ketika pagi merambat, Hamba merasakan keharuman yang luar biasa. Merambat ke seluruh ubun-ubun, keharuman yang menakjubkan. Hamba memberanikan diri untuk menyapanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi, Mawar.&#8221; Mawar tersenyum, senyum yang menyejukkan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi. Ada apakah gerangan, sehingga pagi-pagi begini Anda bertamu ke taman yang sepi ini?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hamba berniat mencari Istri yang sempurna. Setiap hari tanpa sepengetahuan Anda, Hamba mengamati Anda, lalu tumbuhlah sejumput rasa tertentu yang tak bisa terdefinisi. Anda telah menyampaikan keharuman itu lewat wewangian yang disampaikan angin. Hamba pikir Andalah yang Hamba cari, belahan jiwa yang sekian lama memikat Hamba untuk hidup dalam kembara.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Betulkah aku yang Anda cari? Tak malukah Anda menikah dengan bunga sederhana sepertiku? Apa yang membuat Anda terkagum? Tak banyak yang bisa aku berikan untuk Anda.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mawar, sudah lama Hamba mencari Istri yang sempurna. Mungkin inilah harapan terakhir. Melihat warnamu yang memerah, Hamba terkesima. Jika Anda mengizinkan, Hamba ingin melamar Anda. Mari kita arungi bahtera hidup ini.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau betul itu yang Anda inginkan, baiklah. Tunggu barang satu minggu, setelah itu jenguklah aku kembali.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terimakasih mawar. Ternyata Hamba tak salah pilih. Seminggu lagi Hamba akan kesini.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba lantas meninggalkannya sendiri di taman itu. Hamba pergi diiringi senyum yang dramatis. Hati Hamba seketika terbang ke langit. Sebentar lagi penantian Hamba berakhir, Hamba akan mendapatkan Istri yang sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu berlalu, Hamba mendatangi taman itu. Langkah kaki bersijingkat dengan sempurna, cepat dan gemulai. Ketika Hamba tiba di tempat itu, tiba-tiba hati Hamba melepuh, berterbanganlah harapan yang sempat mewarnai relung hati yang basah dengan tinta penantian. Mawar yang akan Hamba persunting, yang akan Hamba petik ternyata tak lagi berada di tangkainya. Ia telah luruh ke tanah merah, beserakan tak karuan, tak jelas lagi juntrungannya. Hamba tak habis mengerti, mengapa semua ini harus terjadi? Warna yang tadinya memerah, kini berubah kecoklat-coklatan, menjadi keriput, tak sesegar seperti minggu kemarin. Hamba menghampirinya, duduk termenung seperti seorang bocah yang merengek meminta mainan yang telah rusak. Dengan terbata-bata Hamba berusaha menyusun kata-kata, menuai kalimat-kalimat. Namun mulut Hamba teramat kelu, tak bisa lagi dengan sporadis menelurkan deretan huruf.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi. Masihkah ada keinginan untuk menikah dengan ketidaksempurnaanku? Inilah aku, sang mawar yang sempat membuatmu terkagum. Mengapa wajah Anda tercengang dan seolah tak memahami hakikat hidup?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mengapa Anda menjadi seperti ini? Apakah gerangan yang salah?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tak ada yang patut disalahkan. Ini adalah siklus kehidupan. Hamba hanya bisa bertabah menghadapi takdir yang membelenggu. Ini jalan yang harus Hamba jalani.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi Hamba mencari Istri yang sempurna, Mawar.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika demikian, aku bukanlah belahan jiwamu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba beranjak dari tempat itu. Kekecewaan menghantui setiap langkah yang Hamba bangun. Air mata menderas. Mawar yang sempat mencengkram jiwa, kini hanya onggokan ketakutan yang tak pernah Hamba mimpikan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Hamba berjalan lagi menyusuri waktu, mencari Istri yang sempurna. Di tengah perjalanan, Hamba melihat merpati yang terbang, menari di udara. Sayap-Sayapnya ia sombongkan ke seluruh penjuru alam. Sungguh cantik ia, membuat cemburu para petualang. Lagi-lagi terbersit sebuah keinginan. Keinginan klasik: Inilah Istri yang sempurna, semoga Hamba bisa mendapatkannya. Merpati itu hinggap di ranting pohonan. Hamba memberanikan diri untuk memulai percakapan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wahai merpati, tadi Hamba melihatmu bercengkrama dengan angin. Bulu putihmu yang kudus, menjadikan harapan dalam batin kembali tumbuh.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa yang hendak Anda inginkan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hamba mencari Istri yang sempurna. Andalah yang Hamba cari.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Betulkah aku yang Anda cari?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya tentu. Hamba ingin Anda terbang bersama Hamba, membangun sebuah keindahan, mengarungi bahtera kehidupan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika demikian, silahkan tangkap aku. Apabila Anda berhasil menangkap diriku, aku berani menjadi belahan jiwa Anda. Aku akan belajar menjadi apa yang Anda inginkan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi bagaimana mungkin Hamba bisa menangkap Anda? Anda mempunyai dua Sayap yang indah dan memesona, sedangkan Hamba hanya manusia yang bisa menerbangkan imajinasi saja, selebihnya Hamba adalah pemimpi yang takut dengan kehidupan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Segala sesuatu mungkin saja terjadi, asalkan ada maksud yang jelas dan lurus. Lebih baik Anda pikirkan kembali niatan Anda itu. Betulkah aku pasangan yang Anda cari? Maaf, Hamba aku bercengkrama dulu dengan angin, sampai jumpa.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Hamba tak bisa berkata banyak, merpati telah terbang bersama angin. Angin, oh&#8230;rupanya kekasih sejati merpati adalah angin. Hamba tak mau merusak takdir mereka. Bagaimana kata dunia kalau Hamba dengan paksa menikahi sang merpati? Dunia akan mencemooh Hamba sebagai manusia paling bodoh yang pernah dilahirkan. Tapi kemanakah lagi Hamba harus mencari pasangan jiwa?</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah kabar Hamba dulu. Meniti berbagai penderitaan untuk menyempurnakan segala beban yang melingkar di dasar palung jiwa Hamba. Itulah gelagat Hamba dulu, seperti seorang pecinta yang berkelana tak jelas arah dan tujuan, menghujani kulit lepuh para bidadari, menjadikan mereka gundah, berenang di atas lautan hampa. Begitu juga Hamba. Ya, kabar Hamba dulu! Memekik cinta yang bergemuruh, membadai, bercengkrama, meraja, bersengketa, meracau seperti burung kondor yang rindu bangkai-bangkai kematian. Dulu Hamba tersesat dalam labirin sunyi tanpa nama. Hamba nyaris seperti mayat yang bergentayangan di siang hari, diperbudak angan-angan, bertubi-tubi mulut Hamba memukul angin.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai suatu malam, ketika keheningan mengambang di udara, berderinglah sebuah telepon selular yang teronggok di atas sajadah harapan. Kala itu Hamba tidur lelap, mencipta mimpi yang samar. Hamba dibangunkan oleh gemuruh suara ring tone. Anehnya, suara selular itu tidak lagi menggelayutkan melodi seperti biasanya. Suaranya aneh tapi nikmat dan menyejukkan. Kalau tidak salah seperti ini: Allahuakbar&#8230;.Allahuakbar&#8230;Allahuakbar&#8230; Kontan saja Hamba terhenyak dan sempat kaget. Hamba mencoba memicingkan mata yang berat seperti terbebani satu ton serbuk besi. Di dinding kamar Hamba melihat detak jam yang mengarah pada nomor tiga. Masih sepertiga malam. Siapa gerangan yang berani mengusik persemayaman indah ini? Lalu Hamba mulai merunut kata-kata.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Halo, siapa Anda? Mengapa membangunkan Hamba? Biarkan Hamba beristirahat barang sejenak.&#8221; Hening, tak ada jawaban. Hamba pikir, ini pasti gelagat orang jahil yang mencoba berimprovisasi. Tapi ketika Hamba mau menutup telepon selular, Hamba mendengar suara yang menggelegar. Bukan, suara ini bukan dari telepon selular, tapi dari segala penjuru mata angin. Keringat mulai menghujan, ketakutan bersalaman di batin, air mata tak bisa Hamba bendung, dan rasa rindu mencengkram Hamba dari belakang, rindu yang tak terdefinisi. Mungkinkah doa-doa Hamba yang terdahulu akan terkabul? Siapakah gerangan yang bicara? Setelah bermilyar doa berjejalan di udara, Hamba harap seuumpt cahaya itu yang bicara Ya, semoga bukan kepalsuan yang bicara. Suara itu makin keras terdengar. Suara itu berkata seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Betulkah kau mencari Istri yang sempurna?&#8221; Dengan terbata-bata Hamba bilang,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya&#8230;ya..Hamba mencari Istri yang sempurna. Mampukah Anda mengabulkan keinginan Hamba yang belum terwujud ini?&#8221; Suara itu kembali berujar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Berbaringlah, lalu tutuplah matamu. Bukalah ketika suaraku tak terdengar lagi.&#8221; Hamba ikuti keinginannya. Hamba tutup mata Hamba, dan berbaringlah. Riangnya hati Hamba, sebentar lagi Hamba akan berjumpa dengan Istri sempurna. Jodoh Hamba akan hadir. Ah, suara itu hening. Hamba mulai memicingkan mata. Hamba lihat di sekeliling. Mengapa yang terlihat hanya gumpalan-gumpalan tanah yang kecoklatan? Mengapa begitu sejuk? Kemudian Hamba melihat pakaian Hamba. Putih! Semua serba putih. Bukankah ini kain kafan? Alam barzah, pikir Hamba. Lalu Hamba melihat sesosok tubuh datang menghampiri, begitu bercahaya, cantik rupawan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Siapa Anda?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hamba adalah <em>AMALAN</em>. Hamba tercipta dari Anda, Istri sempurna yang Anda ciptakan sendiri. Menikahlah dengan Hamba, sambil menunggu semua manusia kembali ke alam sunyi ini.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Ayah Bunda Tercinta, Doa&#8217;kan Putramu Ini Mendapatkan Istri Sholehah.</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-pencarian-seorang-istri-yang-sempurna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Kisah Perjalanan Hidupku #3</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-3.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 17:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[ PERJALANANKU &#8211; Kisah Perjalanan Pulang Kampung
Tulisan ini kupersempahkan untuk: &#8220;SEMUA ORANG DISEKITARKU, SPECIAL FOR AKBAR&#8221;.
Lelah rasanya, ketika harus pulang pergi ke lampung untuk mengerjakan sebuah pekerjaan. Lelah bukan karena pekerjaannya, namun karena tenaga sudah terkuras habis yang menyebabkan tubuh ini terasa sulit untuk melakukan sesuatu. Mana keesokan harinya harus pulang kampung, pulang ke rumah untuk menjenguk Ponakan (RAHMAT DIRGANTARA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: left;"><strong> PERJALANANKU &#8211; Kisah Perjalanan Pulang Kampung</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini kupersempahkan untuk: <strong>&#8220;SEMUA ORANG DISEKITARKU, SPECIAL FOR AKBAR&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lelah rasanya, ketika harus pulang pergi ke lampung untuk mengerjakan sebuah pekerjaan. Lelah bukan karena pekerjaannya, namun karena tenaga sudah terkuras habis yang menyebabkan tubuh ini terasa sulit untuk melakukan sesuatu. Mana keesokan harinya harus pulang kampung, pulang ke rumah untuk menjenguk Ponakan (<strong>RAHMAT DIRGANTARA AKBAR</strong>) dan sujud sungkem kepada orang tua serta meminta doa.</p>
<p style="text-align: justify;">Memulai persiapan pada tanggal 15- 01- 2010 ditemani oleh seseorang via telp. Pesannya, <strong>&#8220;Mas, hati-hati dijalan besok ya, semoga diberikan keselamatan sampai rumah. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Ade berdoa buat Mas&#8221;</strong> Thanks for <strong>NID q:D</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Malam, packingpun dipersiapkan. Hanya membawa 2 baju ganti &amp; berbagai baju lama yang  mau dibawa pulang. Lumayan bisa diberikan kepada orang yang bekerja disawahku, karena tak perlu baju bagus &amp; trendy untuk membajak sawah yang penuh lumpur, <strong>hanya baju yang layak untuk dipakai saja mereka sudah sangat bahagia</strong>. Berbeda dengan kalangan atas yang butuh baju super bagus hanya untuk kesawah (lho kok malah ke yang lain), skip &amp; lewati saja hal ini ya <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, packingpun selesai. Waktunya tidur dan subuh terbangun, kemudian tidur lagi hingga terdengar lagu <strong>&#8220;I&#8217;am Yours&#8221;</strong> berkumandang lagi. Ternyata Kak Ana menelephone <strong>&#8220;Utuh ada dimana? Jadi pulang hari ini? Mau nitip sesuatu, Insya Allah pagi² nanti titipannya diantar kesana&#8221;</strong>. Kutunggu sambil mempersiapkan segala sesuatu &amp; bersih² kamar sebelum berangkat pulang. Dan ternyata Mas Adie menelphone <strong>&#8220;Utuh, sudah ada dimana? Mas Adie gak bisa nganter titipannya kesana, Utuh ajah yang kesini ambil titipannya klo bisa ya&#8221;</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun segera mandi dan segera berangkat ke tempat Mas Adie, Wuzzzzttt.. Nyampe juga akhirnya dicengkareng. Barang² yang mau dititpin teleh dipersiapkan, disana ketemu dengan ponakan yang satu lagi, kecil, cantik nan lucu (<strong>AZALEA</strong>). Tak terasa sudah jam 12 dicengkareng, berhubung hari Jumat, Jumatan dulu disana. Treng treng, setelah Jumatan, ditemani dengan mendungnya Jakarta, langsung berangkat menuju terminal Rawamangun, <strong>Jakarta yang PANAS pun tertunduk oleh sang MENDUNG</strong>. Akhirnya tiba di Rawamangun, pesan tiket <strong>PAHALA KENCANA</strong> Bus Malam <strong>Jakarta-Bali</strong>. Setelah beberapa menit kemudian Bude datang, yang sebelumnya sudah kuhubungi dulu untuk langsung berangkat ke Rawamangun, Bude membawa titipan tambahan, jadinya titipannya ++ deh.<br />
<strong>P.S: Tiket Pahala Kencana Jakarta-Probolinggo Rp.260.000,-</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hmm, tak berasa di Rawamangun serasa lama sekali, karena Bus berangkat jam 16:30. Sambil menunggu waktu yang lama, karena waktu tiba di Rawamangun pukul 14:30, <strong>ada waktu sekitar 2 jam untuk menunggu</strong>. Aku telp Ibu untuk memberikan kabar kepulanganku..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku:</strong> Assalamualaikum Wr.Wb, Bu.. Aku pulang sore ini.<br />
<strong>Ibu:</strong> Iya, hati² dijalan ya, semoga selamat sampai dirumah.<br />
<strong>Aku:</strong> Terima kasih Ibu, aku bareng karo Bu&#8217;de kie. Mau ngomong?<br />
<strong>Ibu:</strong> Iya, mana Budenya?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Beralih HP ke Bude &amp; Ibu</strong>. Aku hanya mendengarkan, dan mencoba memahami pembicaraan mereka. Loudspeaker mode on, karena di Rawamangun rame sekali. Kira² seperti ini pembicaraannya:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibu:</strong> Assalamualaikum.. Dek remmah kaberreh ben yu?<br />
<strong>Bude:</strong> Walaikumsalam.. Alhamdulillah, sehat buleh lik, dikah beremmah kaberreh? Emak bik Kang Jono sehat?<br />
<strong>Ibu:</strong> Alhamdulillah kiyah yu, sehat kakabbi. Mak gi sehat kiyah, berik mareh entar ka guksak kuleh yu.<br />
<strong>Bude:</strong> Enggi Alhamdulillah mon engak benekah. Mander mogeh kabbi se&#8217;e guksak sehat. Murah rejekenah, lanjeng omorrah, barokah. Salamagi gi ka Kang Jono.<br />
<strong>Ibu:</strong> Amien yu, enggi, kedik e salamaginah ka kabbi.<br />
<strong>Bude:</strong> Enggepon ge, senekah beih pon. Pebeliah ka Utuh pole pon gi telponah. Wassalaualaikum Wr.Wb<br />
<strong>Ibu:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb<br />
<strong>- Intinya Ada Kedekatan Antara Kakak &amp; Adik Yang Sama² Selalu Mendoakan -</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah obrolan <strong>Bahasa Madura</strong> antara kakak &amp; adik. Bagi yang gak ngerti bisa tanya langsung sama orang madura ya <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  HP kembali padaku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibu:</strong> Iyo, ngunu ae wes yo le, ati&#8221;.. Semoga selamet..<br />
<strong>Aku:</strong> Amien, sampe ketemu dirumah Bu.. Wassalamualaikum Wr.Wb<br />
<strong>Ibu:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah 2 jam menunggu, dan sesudah sholat Ashar di Musholla Rawamangun, Aku menaiki bus <strong>New Mercedes-Benz EURO3 Pahala Kencana</strong> dan bus siap berangkat. Aku dikursi 4C, dan disampingku ada seorang Mbak dikursi 4D. Tepat jam 16:40 bus mulai merangsak keluar dari terminal Rawamangun. Ditemani oleh dia via telp, bercengkerama dan saling mendoakan. Perjalananpun kembali penuh warna q:) Tiba di Rumah Makan khusus Bus Malam Pahala Kencana, turun dari bus langsung makan karena sudah terasa lapar. Kemudian menuju Masjid yang kebetulan dekat dengan Rumah Makan. Jama&#8217; Isya &amp; Maghrib. Kemudian bus berangkat kembali. HP ku kembali berbunyi, lagu <strong>&#8220;I&#8217;am Yours&#8221;</strong> berkumandang. <strong>Ditemani kembali oleh dia</strong>.. Hingga tengah malampun, kita belum berhenti saling bercerita, bercerita banyak hal yang berdurasi kurang lebih 3,5jam. <strong>Hingga akhirnya HP ku berbunyi &#8220;Twiilltt Twulltt&#8221; 2x, pertanda &#8220;Low Bat&#8221; dan akhirnya KO&#8217;IT</strong>. Aku lupa gak bawa charger HP, bingung mau pinjem kesiapa ya? Terbalut dengan jacket dan selimut yang menyelimuti tubuh, AC dalam Bus sangat dingin yang kebetulan bertepatan dengan hujan lebat yang turun.. Brrr.. Brrr.. Dan akhirnya Akupun terlelap..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terbangun subuh</strong>, terlihat sedang terjadi kemacetan yang sangat panjang di daerah Rembang. Terlihat Mbak disampingku sedang mengeluarkan HP + chargernya yang kemudian dimasukkan lagi kedalam tasnya. <strong>Ide cemerlang</strong> itupun kembali muncul di otakku:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku:</strong> Lagi ditelp sama suaminya tadi ya mbak?<br />
<strong>Mbak:</strong> Iya, nanyain kabar sudah sampai mana. Gak taunya macet begini, bisa sampi sore ini di Surabaya.<br />
<strong>Aku:</strong> Iya, apalagi saya Mbak, bisa sampe malem sampe Probolinggo. Oh iya mbak, HP nya Nokia juga ya Mbak, tipe N72 ya?<br />
<strong>Mbak:</strong> Iya bener sekali, pemerhati HP ya dik.<br />
<strong>Aku:</strong> Engga Mbak, tadi saya lihat chargernya. Kebetulan HP saya mati ni Mbak. Kalau boleh, saya mau pinjem.. (Sambil senyum)<br />
<strong>Mbak:</strong> Oh, bentar ya.. (Sambil buka tasnya, mencari Charger). Ini dik, memangnya di Bus bisa ngecas ya?<br />
<strong>Aku:</strong> Hhe, bisa Mbak. Kan didepan deket sopir ada colokan untuk ngecharge. Terima kasih ya Mbak, saya mau pasang charger dulu didepan.<br />
<strong>Mbak:</strong> Ya.. Silahkan..</p>
<p style="text-align: justify;">Didepan, aku ngobrol dengan <strong>Kondektur &amp; Sopir</strong>. Sambil mencari colokan HP..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku:</strong> Mas, mau ngecharge HP, mati sama sekali HP saya.<br />
<strong>Kon:</strong> Bentar ya, mana cas²annya. Colokin disana Mas.<br />
<strong>Aku:</strong> Oke mas, sip.. Macet darimana tadi ini mas? Kok panjang banget.<br />
<strong>Kon:</strong> Ini dirembang, gak tau juga tadi tepatnya dimana. Bisa telat² ini sampai Bali.<br />
<strong>Aku:</strong> Berapa jam kira² telatnya ini Mas.<br />
<strong>Kon:</strong> Paling ya sekitar 6-8 jam.<br />
<strong>Aku:</strong> Masya Allah.. Wah, lama juga itu.<br />
<strong>Sop:</strong> Ya jelas lama toh Mas, lha wong macetnya kayak begini. Gak bisa zig zag ini, mau nyalip jalannya sempit.<br />
<strong>Aku:</strong> Iya Pak, yang penting selamat ae sampe Paiton, saya sudah bersyukur.<br />
<strong>Sop:</strong> Tenang, dijamin kok Mas.<br />
<strong>Aku:</strong> Ya sudah kalau begitu, saya balik ke kursi lagi yo Pak <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Kon&amp;Sop:</strong> Monggo Mas..</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke tempat duduk, si Mbaknya dah tidur lagi &amp; kulihat semua orang juga masih pada tertidur. Akhirnya akupun ikut tidur juga. Hhe.. Terbangun sekitar pukul 8:00 pagi. <strong>Inipun masih juga di daerah Rembang, tepatnya ditepi Pantai</strong>. Aku menghubungi Ibu, Bapak, Kakak untuk ngasi kabar dan info bahwa masih macet dirembang.  Wah, macetnya minta ampun dah.. Akhirnya aku juga memberikan kabar buat dia, sambil telp² juga lama dari Rembang &#8211; Tuban, hingga aku mau turun makan &amp; istirahat sebentar. Sampai dituban sekitar pukul 12:00, di rumah makan dekat Pantai Tuban. Sholat Jama&#8217; Dzuhur + Ashar  di Musholla, dan kemudian langsung berangkat lagi. Penumpang yang ke arah malang di oper ke Bus Pahala Kencana lain yang jurusan Jakarta-Bogor-Semarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga HP pun <strong>KO&#8217;IT</strong> kedua kalinya, sebelum kesempatan pinjem charger hilang. Pas sampai didaerah Lamongan. Aku pinjem charger sama Mbak itu, <strong>sekali lagi hingga terisi penuh</strong>..</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun tiba di <strong>PAITON, PROBOLINGGO</strong> sekitar pukul <strong>20:03</strong>.<br />
Disambut &amp; dijemput oleh Bapak &amp; Ibu yang sudah menunggu dirumah Mbak Leny. Bertunduk, bersalaman &amp; berpelukan dengan Ibu &amp; Bapak. <strong>MEREKA BERDUA TERSENYUM KEPADAKU, DAN AKU YAKIN SENYUMAN ITU SENYUMAN KEBAHAGIAAN &amp; DOA</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Hatiku Aku Berkata:<br />
<strong>TERIMA KASIH IBU, TERIMA KASIH BAPAK. BERKAT KALIAN BERDUALAH AKU MASIH BISA BERDIRI DIHADAPAN KALIAN BERDUA DENGAN SENYUMAN. AKU BANGGA PADA KALIAN, AKU SALUT PADA PERJUANGAN KALIAN &amp; YANG PALING AKU SYUKURI, AKU SANGAT BAHAGIA BISA DILAHIRKAN KEDUNIA INI KARENA KALIAN BERDUA. SEMBAH SUNGKEM DARI HATIKU YANG TERDALAM KUPERSEMBAHKAN UNTUK KALIAN BERDUA..</strong><br />
Hingga akhirnya Aku sampai dirumah sekitar pukul <strong>20:38</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>WELCOME HOME</strong> &amp; <strong>Wwwooowww</strong>, <strong>PONAKANKU SUDAH GEDE, SUDAH UMUR 2 BULAN LEBIH</strong>. Dialah yang namanya <strong>RAHMAT DIRGANTARA AKBAR</strong>. Pulang kampung OM ini dalam misi special untukmu AKBAR.. <strong>q:)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terima kasih buat seluruh keluargaku</strong> yang sudah mendoakanku. Agar Aku sampai dengan selamat dirumah. Terima kasih buat seluruh doa kalian kepadaku..<br />
<strong>Terima kasih buat dia</strong>, yang sudah berkenan menemani perjalanan panjangku. <strong>Terima kasih buat mamanya ade&#8217;</strong> yang juga sudah mendoakan perjalananku, terima kasih untuk semua keluarga kalian disana..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hey sahabat dari situbondo</strong>, maaf tidak sempat menuliskan ceritamu. Tapi akan selalu ada dalam benakku cerita panjang di ruang tamu rumahku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Buat Nenekku, Mbah Hj. Siti Rokayyah (Mbah Wiryo)</strong>. Aku kecil ada bersamamu mbah &amp; wejanganmupun sampai saat ini sangat melekat dibenakku.<br />
<strong>&#8220;JANGAN PERNAH BERHENTI BERJUANG &amp; JANGAN PERNAH LUPA. SUKSES AKAN SELALU MENYERTAI&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>- HIDUPKU PENUH KEBAHAGIAAN &amp; KECERIAAN WALAU SELALU ADA RINTANGAN -</strong><br />
<strong>- ALHAMDULILLAH AKU BISA MELEWATI ITU SEMUA, THANKS ALLAH FOR ALL -</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Kisah Perjalanan Hidup 3" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs263.ash1/19075_256732693494_610443494_3390109_5861581_n.jpg" alt="" width="604" height="452" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Terima Kasih Yang Terdalam Buat: KELUARGAKU, KELUARGANYA &amp; KALIAN &#8211; Meniti Perjalanan Panjang Menusuri Masa Depan <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri Istri Idaman &#8211; Istri Yang Sholehah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ciri-istri-idaman-istri-yang-sholehah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ciri-istri-idaman-istri-yang-sholehah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 17:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Idaman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Sholehah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah S.W.T.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah S.W.T dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah S.W.T.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:<br />
1. Taat kepada Allah dan RasulNya<br />
2. Taat kepada suami</p>
<p style="text-align: justify;">Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Taat kepada Allah dan RasulNya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah S.W.T dan RasulNya ?<br />
- Mencintai Allah S.W.T. dan Rasulullah S.A.W. melebihi dari segala-galanya<br />
- Wajib menutup aurat<br />
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah<br />
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya<br />
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa<br />
- Berbuat baik kepada ibu &amp; bapak<br />
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang<br />
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa<br />
- Bersikap baik terhadap tetangga<br />
- Berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Taat kepada suami</strong><br />
- Memelihara kewajipan terhadap suami<br />
- Sentiasa menyenangkan suami<br />
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah<br />
- Tidak cemberut di hadapan suami<br />
- Tidak menolak ajakan suami<br />
- Tidak keluar tanpa izin suami<br />
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami<br />
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran<br />
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya<br />
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp; kecantikannya serta rumah tangga</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor-faktor tersebut ialah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Lupa mengingat Allah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah S.W.T. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sabda Rasulullah S.A.W.: artinya:<br />
&#8220;Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.&#8221; (Riwayat Tarmizi)</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingati Allah S.W.T. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.<br />
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah S.W.T. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allah S.W.T. di dalam surah al-An&#8217;am: artinya:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Mudah terpedaya dengan syahwat</strong><br />
<strong>4) Lemah iman</strong><br />
<strong>5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk</strong></p>
<h4 style="text-align: justify;">Ad-Dun Ya Mata&#8217;, Wa Khoirul Mata&#8217; Al Mar&#8217;atus Sholich</h4>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Dunia Adalah Perhiasan, Dan Perhiasan Dunia Yang Baik Adalah Wanita Sholihah. </span></h4>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em>&#8220;Siapapun Istriku Nanti, Dia Akan Selalu Istimewa&#8221;</em></h1>
<p style="text-align: justify;">Dirujuk dari:<br />
<strong>http://wanita.wordpress.com/2007/11/03/ciri-ciri-wanita-sholehah/</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adapun rujukan lainnya yang wajib dibaca adalah:<br />
<strong>http://myayshee.blogspot.com/2005/12/20-ciri-wanita-sholehah.html</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-sf2p/v648/178/85/610443494/n610443494_1310493_6244.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;">Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al Banni didalam Shahihut Targhib wat Tarhib)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-ciri-istri-idaman-istri-yang-sholehah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Kisah Perjalanan Hidupku #2</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-2.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 15:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Aku]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Mama]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[
AKU, DIA &#38; MAMA &#8211; Awal Dari Sebuah Perjalanan Baru 
Tulisan ini kupersembahkan untuk &#8220;MEREKA&#8221;.
Tepat hari ini, tanggal 12 Jan 2010.
Lewat 1 hari setelah tanggal 11 Januari 2010, itu kan lagunya gigi ya 
Pagi pagi dah telphon²an.. Sekitar jam 8:37 am
HP berbunyi dan berdering, kebetulan kan ringtone nya &#8220;Im Yours&#8221; nya Jazon Myraz..
Mantap suratap deh lagunya..
Mulai deh conversation kita berdua:
Dia: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong></strong></p>
<h4 style="text-align: left;"><strong>AKU, DIA &amp; MAMA &#8211; Awal Dari Sebuah Perjalanan Baru </strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini kupersembahkan untuk <strong>&#8220;MEREKA&#8221;</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat hari ini, tanggal 12 Jan 2010.<br />
Lewat 1 hari setelah tanggal 11 Januari 2010, itu kan lagunya gigi ya <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Pagi pagi dah telphon²an.. Sekitar jam 8:37 am<br />
HP berbunyi dan berdering, kebetulan kan ringtone nya <strong>&#8220;Im Yours&#8221;</strong> nya Jazon Myraz..<br />
Mantap suratap deh lagunya..<br />
Mulai deh conversation kita berdua:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dia:</strong> Assalamualaikum..<br />
<strong>Aku:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb<br />
<strong>Dia:</strong> Hujan gak disana? Disini soalnya lagi gerimis loh.<br />
<strong>Aku:</strong> Disini gak hujan kok, cuman mendung. Makanya ni mau buru² ambil laptop di mangdu.<br />
<strong>Dia:</strong> Oh iya? Ati² dijalan, klo hujan jangan lupa neduh dulu. Jgn ngebut²..<br />
<strong>Aku:</strong> Beres, tenang ajah. Klo gerimis ajah lewat ya.. Hhe..<br />
<strong>Dia:</strong> Ya pokoknya jaga kesehatan aja.<br />
<strong>Aku:</strong> Oke, sip.. Gimana kerjaan disana? Sibukkah?<br />
<strong>Dia:</strong> Iya, nanti sih rencana mau ke Jakarta. Cuman lagi siapin dokumen²nya nih.<br />
<strong>Dia:</strong> Oh iya, katanya mau telp mama? Jadi ga?<br />
<strong>Aku:</strong> Iya, kapan bisa telp mama? Kemaren kan gak bisa kan pas mama istirahat.<br />
<strong>Dia:</strong> Iya, nanti telp mama dulu ya, nanti dikabarin lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menunggu dikabarin, online deh bentar sambil ngecheck email + adsense. Barangkali ada duit nyasar masuk / kerjaan yang masuk kan lumayan. Tapi belum ada, yg ada cuman konfirmasi pesanan di email. Hhe.. Setelah beberapa saat, HP Aku sudah berbunyi lagi.. <strong>&#8220;Im Yours&#8221;</strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dia:</strong> Assalamualaikum..<br />
<strong>Aku:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb<br />
<strong>Dia:</strong> Mama katanya lagi sholat dhuha, jadi telpnya 10 menit lagi.<br />
<strong>Aku:</strong> Oke deh klo begitu, nanti ditelp setelah sholat dhuha aja.<br />
<strong>Dia:</strong> Jadi kan ambil laptopnya?<br />
<strong>Aku:</strong> Iya jadi donk, klo dah selesai telp mama baru deh langsung berangkat.<br />
<strong>Dia:</strong> Ya udah klo gitu, inget jangan lupa neduh klo hujan. Jaga kesehatan ya <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Aku:</strong> Beres&#8230;<br />
<strong>Dia: </strong>Ya udah dulu ya, bos² perusahaan dah pada dateng nih.<br />
<strong>Aku:</strong> Yaps, jangan lupa semangat, tebarkan kebaikan &amp; cinta. Jangan lupa berdoa juga..<br />
<strong>Dia:</strong> Oke, Wassalamualaikum..<br />
<strong>Aku:</strong> Walaikumsalam Wr.Wb</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menunggu mama selesai dhuha, akhirnya Aku mandi dulu dah. Maklum baru mandi sekitar jam 9:01 pagi. Jadi rencananya setelah selesai mandi bisa berangkat ke mangdu untuk ambil laptop kesayangan yang di service center.<br />
Huahhh.. Swegerrrr.. Dinginnn.. Sejukkk.. Abis mandi,jadi langsung handuk pake baju lengkap. Dah siap ke mangdu, tapi sebelum itu duduk santai sambil pencet² nyari contact yang ada awalan <strong>&#8220;Mama&#8221;</strong>..<br />
Hingga akhirnya nada sambungpun berbunyi..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku:</strong> Assalamualaikum Wr.Wb<br />
<strong>Mm: </strong>Walaikumsalam Wr.Wb, nak utuh ya?<br />
<strong>Aku:</strong> Iya bener mama, ini utuh..<br />
<strong>Mm:</strong> Bagaimana kabarnya?<br />
<strong>Aku:</strong> Alhamdulillah baik, kabar Mm bagaimana?<br />
<strong>Mm:</strong> Alhamdulillah sehat, walaupun sempat ada kendala kesehatan jg sebelumnya.<br />
<strong>- Percakapan kemudian berbincang tentang keluarga, personal &amp; agama. Hingga berlanjut pada hal berikut ini -</strong><br />
<strong>Aku:</strong> Ya mungkin itu yang bisa disampaikan dan yang bisa diberikan utuh untuk saat ini.<br />
<strong>Mm:</strong> Oh iya gpp, Mm kan jd gak khawatir klo dia bersama utuh nantinya.<br />
<strong>Aku:</strong> Alhamdulillah, Insya Allah utuh akan berusaha..<br />
<strong>- Percakapan semakin berlanjut, semakin seru dan semakin panjang -</strong><br />
Dan seterusnya hingga pada akhirnya percakapan kami berakhir karena kehabisan batere.<br />
Demikian juga si Dia, pas di telp sore² waktu pulang naek motor juga kehabisan batere.<br />
Ternyata ada kesamaan disana, <strong>ada kesamaan diantara mereka berdua</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tak bisa dipungkiri Aku bener² telah menambahkan keluarga baru dalam kehidupan ini, bertambah suka, senang, bahagia bercampur semua menjadi satu &amp; Aku mulai belajar untuk sangat mencintai kedua orang ini dan mencintai semua yang berkaitan dengan mereka. Terima kasih kupersembahkan untuk mereka..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hikmah dari percakapan yang panjang itu adalah:</strong><br />
Gak ada manusia yang sempurna, oleh sebab itu kita harus berani menerima kekurangan &amp; kelebihan yang kita miliki. Berusaha semaksimal mungkin memanfaatkannya agar berguna bagi diri kita sendiri dan semuanya. Saling berbagi, saling mengingatkan, saling melengkapi dan berjuang bersama sama untuk meraih kesuksesan Dunia &#8211; Akhirat.<strong> Walaupun dibalik itu semua. Segala sesuatu yang ada di dunia ini semu. Tak ada yang kekal!</strong></p>
<h4 style="text-align: justify;">Aku Bisa Bersaksi Bahwa Jika Kita Percaya &amp; Yakin Kepada Allah SWT. Allah SWT Itu Maha Adil &amp; Maha Tahu Mana Yang Terbaik Buat Hambanya. Dan Kita Pasti Akan Mendapatkan Jawabannya Disana!</h4>
<h4 style="text-align: justify;"><strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  RENUNGAN DARI SEORANG FALSAFAH <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Falsafah mengatakan manusia akan <strong>&#8220;selalu ingin menjadi sempurna&#8221;</strong> meskipun <strong>&#8220;tidak ada manusia yang sempurna&#8221;</strong>. Dunia ini tidak ada yang sempurna, tak ada gading yang tak retak.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang manusia dihadapkan pada situasi untuk mencari kesempurnaan dengan mengubah situasi itu sendiri. Tetapi apa yang terjadi, <strong>Kesempurnaan Itu Semu Belaka</strong>. Hanya sebuah kesempurnaan fana yang akan hilang dihapus oleh hujan sehari. Maka dari itu kadang manusia terjebak dalam kerakusan tanpa batas yang menjadikan manusia tersebut tidak pernah puas. Sebenarnya manusia itu terjebak dalam permainannya sendiri yaitu <strong>&#8220;Sebuah Pencarian Kesempurnaan&#8221;</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersyukurlah, jangan terus melihat keatas, sesekalii lihatlah kebawah. Masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung dirimu, jadikanlah hidupmu lebih menyenangkan dengan ketidaksempurnaanmu,maka hidupmu akan lebih berwarna. Ada sedikit tantangan yang harus diselesaikan, tantangan tanpa akhir &amp; merupakan tugas utama kita yaitu <strong>&#8220;Menikmati Sebuah Ketidaksempurnaan&#8221;</strong>. Mencoba menerima kondisi dan diri ini apa adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkesan apatis memang.. Tetapi lebih baik bukan? Daripada terjebak permainan semu dan bodoh. Sekali kamu menemukan yg kamu rasa sempurna, logika berpikirmu akan diracuni lagi dengan ketamakan dan kerakusan yang menyatakan: Ah! Disana ada yg lebih bagus.. Ah! Itu pasti cocok buatku.. Ah! Itu sepertinya sempurna.. Ah! Persetan!! <strong>Akhirnya kita akan terus terjebak dalam lingkaran kesemuan pencarian kesempurnaan yang tanpa akhir, yang sebenarnya kita jugalah yang menciptakan kesemuan itu sendiri..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbuat yang terbaik, memilih yang terbaik tidaklah salah.. Tapi ingat! Jangan rakus.. Karena kerakusan akan membuat orang menunjukkan sisi terburuk mereka. Orang akan cenderung menghalalkan segala cara karena kerakusan itu. Jadi kalau hidup kita tidak sempurna. Selalu saja ada yang kurang.. Terimalah itu, karena kita memang manusia.. <strong>Hanya satu yang sempurna di alam ini.. Dan yang pasti itu bukan kita.. Bukan Manusia..</strong></p>
<h4 style="text-align: justify;">&#8220;PERCAYALAH KEPADA ALLAH DENGAN SEGENAP HATIMU DAN SEGENAP JIWAMU DAN JANGAN BERSANDAR PADA PENGERTIANMU SENDIRI MAKA ALLAH AKAN MELURUSKAN JALANMU SERTA MEMELIHARA HIDUPMU&#8221;</h4>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Kisah Perjalanan Hidup 2" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1329/178/85/610443494/n610443494_1208534_6215.jpg" alt="" width="450" height="600" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Terima Kasih Yang Terdalam Buat: KELUARGAKU, DIA, MAMA &amp; SEMUANYA &#8211; Meniti Perjalanan Panjang Menusuri Masa Depan Kita Berdua <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polemik Dan Kontroversi UU-ITE</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-polemik-dan-kontroversi-uu-ite.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-polemik-dan-kontroversi-uu-ite.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 18:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini Kontroversi dan Polemik UU-ITE
Undang-Undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini pada dasarnya adalah salah satu konsekuensi dari skema konvergensi bidang telekomunikasi, computing dan entertainment (media), dimana pada awalnya masing-masing masih berbaur sendiri-sendiri. Undang-undang ini dibuat untuk memberikan kepastian hukum dan implikasinya pada saat transaksi elektronik seperti transaksi keuangan via ponsel, dari mulai saat memasukkan password, melakukan transaksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut ini Kontroversi dan Polemik UU-ITE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Undang-Undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini pada dasarnya adalah salah satu konsekuensi dari skema konvergensi bidang telekomunikasi, computing dan entertainment (media), dimana pada awalnya masing-masing masih berbaur sendiri-sendiri. Undang-undang ini dibuat untuk memberikan kepastian hukum dan implikasinya pada saat transaksi elektronik seperti transaksi keuangan via ponsel, dari mulai saat memasukkan password, melakukan transaksi keuangan, sampai bagaimana pesan itu sampai ke recipient yang dituju. Kepastian hukum ini diperlukan untuk para stakeholder terkait di dalamnya, mulai dari operator seluler, penyedia service transaksi keuangan tersebut, bank dimana sang nasabah menyimpan uangnya, sampai ke bank dimana recipient menjadi nasabahnya (yang mungkin saja berbeda dengan bank si sender).</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh5.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QC0mMfUI/AAAAAAAAAKs/gF2HNOEZT-g/s1600-h/image%5B14%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 1. UU ITE sebagai konsekuensi dari sebuah skema konvergensi teknologi dan hukum</p>
<p style="text-align: justify;">UU ITE ini diterbitkan per tanggal 25 Maret 2008 lalu oleh pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), dengan cakupan materi yang cukup komprehensif (gambar 2). Didahului dengan berbagai pertimbangan yang mendasari dibuatnya undang-undang ini, penekanan terhadap globalisasi, perkembangan teknologi informasi, dan keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh5.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QJZkuReI/AAAAAAAAAK0/H5czofxXEW8/s1600-h/image%5B9%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 2. Cakupan Materi UU ITE</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah mengklaim bahwa UU ini sudah mengakomodasi berbagai masukan dari para stakeholder terkait, dan sudah pula mengacu kepada aturan internasional seperti Brussels Convention on Online Transaction 2002, United Nations Commissions on International Trade Law (UNCITRAL), World Trade Organization (WTO), Uni Eropa (UE), APEC, ASEAN, dan OECD. Namun dalam proses pengerjaannya sampai selesai saat inipun masih ada sebagian kalangan menentangnya bahkan menginginkan judicial review.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membahas lebih jauh tentang hal-hal yang masih dipermasalahkan, ada baiknya dipahami dulu tentang apa itu tandatangan elektronik dan apa itu sertifikat elektronik, yang selalu disebut-sebut dalam sebagian pasal pada UU tersebut.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Tandatangan Elektronik</h3>
<p style="text-align: justify;">Proses terjadinya tandatangan elektronik (TE) dimulai dengan suatu pesan asli yang dimasukkan dalam suatu fungsi Hash sehingga menghasilkan suatu message digest. Message digest ini sama dengan suatu “sidik jari” sehingga jika ada perubahan sekecil apapun dari message digest ini maka message asli tidak akan dapat direproduksi lagi karena “sidik jari” telah berubah.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QOUbJMgI/AAAAAAAAALA/5CqDGrjJP8Q/s1600-h/image%5B19%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 3. Mekanisme Tandatangan Elektronik</p>
<p style="text-align: justify;">Dari gambar tersebut maka yang disebut dengan TE adalah Message Digest yang telah ditandatangani menggunakan private key. Selanjutnya recipient ketika menerima “plain text + tandatangan” akan memisahkan antara “plain text” dengan “tandatangan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian “tandatangan“ tadi akan dibuka menggunakan public key yang dimiliki recipient sehingga menjadi message digest (sebut saja message digest A), lalu “plain text” tadi akan dimasukkan ke fungsi Hash yang sama dengan sender, maka muncullah “message digest” kedua (sebut saja message digest B). Maka kedua message digest A dan B ini lalu dibandingkan. Jika sama, berarti tidak ada perubahan dalam proses pengiriman sampai ke recipient.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Penyelenggara Sertifikat Elektronik dan Sistem Elektronik</h3>
<p style="text-align: justify;">Identifikasi penandatangan suatu dokumen elektronik bukan hal mudah. Jika suatu proses penandatanganan dokumen ini diragukan, maka keabsahannya bisa hilang. Karenanya, agar menjadi dokumen yang dapat dipercaya dan sah secara hukum, maka diperlukan bantaun pihak ketiga yang disebut dengan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSE) atau Certificate Authority (CA). CA akan membantu untuk identifikasi penandatanganan dan membantu menghubungkan antara kunci publik dengan subyek hukumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika subyek hukum tersebut adalah X, maka X akan meregister kunci publiknya terlebih dulu kepada suatu PSE. Lalu PSE ini akan membuatkan suatu sertifikast elektronik yang merupakan hasil “binding” antara X dengan kunci publiknya. Jadi sertifikat elektronik ini sebenarnya berisi kunci publik X yang dioperasikan secara AND dengan kunci publik X yang sudah ditandatangani oleh PSE.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh3.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QTrkDtJI/AAAAAAAAALI/tIY42_il8ZM/s1600-h/image%5B25%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 4. Proses pembentukan sertifikat elektronik oleh PSE</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian jika pengguna Y ingin membuka dokumen elektronik dari pengguna X tadi, maka pengguna Y harus terlebih dulu mendapatkan sertifikat elektronik X. Lalu dengan menggunakan kunci publik dari PSE, maka tandatangan digital (dari PSE) yang ada di dalam sertifikat X akan dapat dibuka. Dengan demikian maka kini kunci publik X bisa didapatkan.</p>
<h1 style="text-align: justify;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_P8Zk6i-CP6Q/SX3QZbFRj4I/AAAAAAAAALQ/W06-IhodQME/s1600-h/image%5B30%5D.png"></a></h1>
<p style="text-align: justify;">Gambar 5. Contoh sertifikat elektronik dan beberapa isinya</p>
<h3 style="text-align: justify;">Peluang dan Kontroversi</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peluang yang dapat diambil dengan kehadiran UU ITE ini adalah sebagai berikut :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Penyelenggaran Sistem Elektronik (Certificate Authority / CA) diharuskan berbadan hukum dan berdomisili di Indonesia (pasal 13 sampai 16). CA dari luar negeri yang terkenal seperti Verisign dan Geotrust dianggap tidak memiliki cukup informasi untuk melakukan verifikasi terhadap identitas seseorang di dalam Indonesia. Ini memberi peluang bagi bisnis baru di Indonesia. Juga dalam hal audit kehandalan atau kesesuaian yang meliputi banyak paramater, dari manajemen umum, kebijakan, manajemen resiko, otentikasi, otorisasi, pengawasan, ekpertise yang memadai, dll. Sebagian besar UU ini memang mengatur Infrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure/PKI). Untuk diketahui pada tahun 2006 sudah diterbitkan Peraturan Menkominfo 29/PERM/M.KOMINFO/11/2006 tentang pengorganisasian, pengawasan, dan pengamanan infrastruktur CA ini.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>UU ini dapat mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan internet yang dapat merugikan. Aksi membobol sistem pihak lain (cracking) kini dilarang secara eksplisit. Pencegahan terhadap sabotase terhadap perangkat digital dan jaringan data yang dapat mengganggu privasi seseorang membutuhkan suatu sistem security yang baik.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah peluang bagi masyarakat untuk menjadi praktisi keamanan jaringan. Jika seseorang tidak memanfaatkan internet untuk hal-hal negatif, tidak ada yang perlu ditakutkan dengan kehadiranUU ITE ini. Karenanya kekawatiran pengusaha Warnet sebenarnya tidak beralasan, mungkin dalam hal petunjuk pelaksanaannya saja yang memang belum jelas karena ada beberapa Peraturan di bawahnya yang belum selesai dibuat.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Transaksi dan sistem elektronik beserta perangkat pendukungnya mendapat perlindungan hukum. Kini Tandatangan Elektronik sudah memiliki kekuatan hukum sehingga dianggap sama dengan tandatangan konvensional, sehingga alat bukti elektronik sudah diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Kegiatan ekonomi bisa mendapatkan perlindungan hukum, misalnya E-tourism, E-learning, implementasi EDI, transaksi dagang via, sehingga jika ada yang melakukan pelanggaran akan bisa segera digugat berdasarkan pasal-pasal UU ITE ini. Hambatan pengurusan ekspor-import terkait dengan transaksi elektronik dapat diminimalkan, apalagi jika nantinya sudah kerjasama berupa mutual legal assistance sudah dapat terealisasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Walaupun masih perlu ada Mutual Legal Assistance (MLA), UU ini sudah dibuat dengan menganut prinsip extra territorial jurisdiction<strong> </strong>sehingga<strong> </strong>kejahatan yang dilakukan oleh seseorang dari luar Indonesia, akan bisa diadili dengan UU ini.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Penyelesaian sengketa juga dapat diselesaikan dengan metode penyelesaian sengketa alternative atau arbitrase.</p>
<p style="text-align: justify;">6. UU ITE ini memberi peluang sebesar-besarnya kepada pemerintah untuk mengadakan program pemberdayaan internet (terlepas dari sisi negatifnya) untuk digunakan sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. Public awareness harus dibangun secara kontinyu, sehingga “bahasa” internet di Indonesia menjadi bahasa yang bermartabat. Tentu saja ini harus dibarengi dengan infrastruktur yang mumpuni untuk mengurangi dampak negatifnya. Pembentukan ID-SIRTI tampaknya sudah mengarah ke sana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Di balik segala peluang tersebut, muncul banyak kontroversi yang disebabkan beberapa kelemahan pada UU ITE ini. Apa saja kelemahan yang menjadi dasar bagi para kalangan yang kontra terhadap kehadiran UU ITE ini ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. UU ini dianggap dapat membatasi hak kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat dan bisa menghambar kreativitas dalam ber-internet, terutama pada pasal 27 ayat (1), Pasal 27 ayat (3), Pasal 28 ayat (2), dan Pasal 31 ayat (3). Pasal-pasal tersebut pada dianggap umumnya memuat aturan-aturan warisan pasal karet (<em>haatzai artikelen</em>), karena bersifat lentur, subjektif, dan sangat tergantung interpretasi pengguna UU ITE ini. Ancaman pidana untuk ketiganya pun tak main-main yaitu penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 milyar rupiah</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tambahan lagi, dalam konteks pidana, ketiga delik ini berkategori delik formil, jadi tidak perlu dibuktikan akan adanya akibat dianggap sudah sempurna perbuatan pidananya. Ketentuan delik formil ini, di masa lalu sering digunakan untuk menjerat pernyataan-pernyataan yang bersifat kritik. Pasal-pasal masih dipermasalahkan oleh sebagian bloger Indonesia.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Belum ada pembahasan detail tentang spamming. Dalam pasal 16 UU ITE mensyaratkan penggunaan ’sistem elektronik’ yang aman dengan sempurna, namun standar spesifikasi yang bagaimana yang digunakan ? Apakah mengoperasikan web server yang memiliki celah keamanan nantinya akan melanggar undang-undang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Masih terbuka munculnya moral hazard memanfaatkan kelemahan pengawasan akibat euforia demokrasi dan otonomi daerah, seperti yang kadang terjadi pada pelaksanaan K3 dan AMDAL.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Masih sarat dengan muatan standar yang tidak jelas, misalnya standar kesusilaan, definisi perjudian, interpretasi suatu penghinaan. Siapa yang berhak menilai standarnya ? Ini sejalan dengan kontroversi besar pada pembahasan undang-undang anti pornografi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Ada masalah yurisdiksi hukum yang belum sempurna. Ada suatu pengaandaian dimana seorang WNI membuat suatu software kusus pornografi di luar negeri akan dapat bebas dari tuntutan hukum.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dampak nyata UU ITE ini akan berhulu kepada bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Semua stakeholder atau yang berkepentingan dengan undang-undang ini diharapkan tidak salah mengartikan pasal-pasalnya, tetapi juga tidak menyalahgunakannya. Lembaga sekuat KPK saja dalam hal penyadapan, misalnya, harus berhati-hati menggunakannya, jika tidak mau menuai kritikan dari para praktisi hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip pernyataan Menkominfo bahwa penerapan UU ITE harus memuat titik temu, harus seimbang, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Di situlah mungkin seninya.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Referensi</h3>
<p style="text-align: justify;">1. Edmon Makarim., S.Kom., S.H., LL.M, Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU-ITE), Depkominfo, 2008</p>
<p style="text-align: justify;">2. Cahyana Ahmadjayadi, Peran e-Government Untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik, Depkominfo, 2003</p>
<p style="text-align: justify;">3. I Wayan “Gendo” Suardana, UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik<em> </em>dan Ancaman Terhadap Kebebasan Berekspresi, 2008</p>
<p style="text-align: justify;">4. M Jafar Elly, Mengoptimalkan UU ITE, Republika 17 April 2008</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: http://makhdor.blogspot.com/2009/01/uu-ite-antara-peluang-dan-kontroversi_26.html</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dampak UU-ITE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ihwal Penting dan Lemahnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Eklektronika (UU ITE), dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">TIM Kuasa Hukum Pemantau Kebebesan Pers, Jaringan Jurnalis Presstalk, Masyarakat Peduli Internet Sehat, Indocontent, selanjutnya menyebut diri TIM PEDULI KEPASTIAN HUKUM ICT (selanjutnya disingkat TIM saja) beralamat di Gd. Manggala Wanabakti, Ruang 212, Wing B, menyampaikan kepada publik:</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melakukan verifikasi kepada Kadin Indonesia, termasuk ke komunitas online, seperti APWKOMITEL – &#8211; jaringan warnet seluruh Indonesia — UU ITE sangat dibutuhkan bagi kepastian transaksi elektronika, dengan berkembangnya perdagangan dunia maya, penggunaaan tanda-tangan digital, pembayaran mikro di dunia digital dan TIM sangat mendukung perihal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggabungan payung makro, tanpa merinci ihwal penyalah-gunaan pemakaian komputer (Computer Offensive), yang murni kejahatan, seperti carding, cracking, spamming, pencurian data melalui pemakaian flash disk, penggandaan keping cakram data dan teknis lainnya, tidak mendapatkan muara nyata dalam UU ITE tersebut, dan perihal ini, jelas-jelas tindakan pidana, yang seharusnya mendapatkan porsi rinci.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>UU ITE telah merambah ranah privat, publik, dengan muatan khusus di pasal 27, ayat 1 hingga ayat 3, dengan hukuman sangat tinggi dan denda besar mencapai miliaran; telah berimplikasi membawa kegelisahan, ketakutan, dan momok bagi publik.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akibat UU ITE pasal 27 tersebut sudah mulai ditangkapi warnet yang tidak terbukti menyelenggarakan konten pornogafi, penangkapan orang yang menyampaikan fakta buruknya layanan kesehatan rumah sakit melalui milis, penginterogasian hingga ”menembak” tersangka jurnalis dan citizen reporter, yang kesemuanya dapat mengacu ke kaedah hukum di KUHP, plus di banyak negara sesungguhnya masuk ke ranah perdata.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akibat butir 3 di atas, UU ITE bukan memberikan kepastian hukum, akan tetapi telah menjadi momok menakut-nakuti dunia online. Dimana saat ini, di setiap milis dan komunitas online, kreatifitas seakan direm untuk menyampaikan opini. Dunia online yang dapat mengasah dirinya, mendewasakan komunitas, seakan berhadapan dengan sebuah tembok buntu kemunduran.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">TIM menmghimbau kalangan ICT Indonesia,Kadin Indonesisa, asosiasi dunia usaha, komunitas online mengkriti UU ITE itu, khususnya kerancuan kata menstransmisikan dan sejenis dalam UU ITE tersebut, dan menghimbau kalangan Ombudsman global mengawasi UU ITE ini, yang terindikasi bertentangan piagam PBB khususnya pasal 19. TIM mendukung penuh segenap upaya judicial rewiew terhadap UU ITE khususnya pasal 27 tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian siaran pers ini kami sampaikan, agar dapat menjadi perhatian bagi komunitas ICT Indonesia khususnya dan masyarakat umumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jakarta 23 Februari 2009,<br />
Atas nama TIM, Narliswandi Piliang</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2009/02/23/siaran-pers-uu-ite-lemahnya-uu-no11-tahun-2008/" href="http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2009/02/23/siaran-pers-uu-ite-lemahnya-uu-no11-tahun-2008/">http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2009/02/23/siaran-pers-uu-ite-lemahnya-uu-no11-tahun-2008/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kasus Prita UU-ITE dan Perlindungan Konsumen</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gara-gara kasus Ibu Prita Mulyasari,… yang masuk bui dengan dakwaan pasal 27 ayat (3) UU ITE …. membuat semua orang gemaaaaz dengan UU ITE ini … !!! Bahkan ada yang berpendapat,… salaah menerapkan pasal ini… !!! Bahkan … banyak bola panas beredar… ndaak perlu laagh gue sebutin disini… namun gue tergelitik untuk melihat apa sih … penafsiran pasal 27 ayat (3) … pada UU ITE ini… ??? Mari kita telaah sejenaaak … !!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B</strong><strong>unyi Pasal 27 ayat (3) tersebut… adalah… ” Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik”</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita lihat kronologisnya, Ibu Prita Mulyasari ini complaint… dan termuat di detik.com ….!!! Dan atas dasar itulaagh maka Ibu Prita dituntut dengan pasal tersebut… !!! Mungkin pertimbangannya … Ibu Prita dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan… informasi elektronis… dan berimplikasi pada pencemaran nama baik… !!! Disini… terjadi penafsiran yang multitafsir… !!! Lha wong bisa aza… sudut pandang lain… dari sisi UU perlindungan konsumen… yang namanya keluhan itu adalah hak konsumen… !!! Artinya apa… Negara menjamin hak itu… !!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian penafsiran… membuat dapat diaksesnya informasi elektronis… !!! Ini juga bisa multitafsir… Apa detik.com sebagai pengelola web bisa diartikan membuat dapat diaksesnya informasi elektronis… !!! Gimana dengan forum-forum yang ada di dunia maya ini… ??? Bagaimana TV yang menyiarkan tentang gosip selebrities sehingga nama baik selebrities merasa dirugikan… ??? Bagaimana dengan yang tidak elektronis… koran misalnya… ???</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>So.. menurut gue pasal 27 ayat (3) ini… sangat rancu.. dan nggak ada batasannya… !!! Bagaimana dengan kebebasan berpendapat yang terdapat pada UUD 1945… ??? Mana kedudukan yang lebih tinggi… ??? Apalagi bertabrakan dengan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen… !!! Dan bisa saza… karena ini kasus konsumen yang complaint mestinya dilindungi… tidak boleh dijerat…. jadi terjadi multitafsir dan bertabrakan…. !!! Ini tidak boleh terjadi… hukum memang harus ditegakkan… namun harus ada kepastian hukum… !!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Last,… menurut gue Majelis Konstitusi… kudu melihat lagi… pasal 27 secara umum… dan khususnya ayat (3)… !!! Jangan sampai … adanya celah hukum ini… terjadi keresahan di masyarakat … !!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://triatmono.wordpress.com/2009/06/03/mari-menafsirkan-pasal-27-ayat-3-uu-ite/" href="http://triatmono.wordpress.com/2009/06/03/mari-menafsirkan-pasal-27-ayat-3-uu-ite/">http://triatmono.wordpress.com/2009/06/03/mari-menafsirkan-pasal-27-ayat-3-uu-ite/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kala Blogger Tersandung UU-ITE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di saat masyarakat Indonesia mulai melek internet. Apalagi pasca Pesta Blogger 2007 (27 Oktober 2007) komunitas blogger pun bermunculan di pelbagai daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, para penikmat sekaligus pemerhati media alternativ itu harus sedikit resah. Pasalnya, kemunculan <a href="http://www.virtual.co.id/blog/wp-content/uploads/2008/03/ruu-ite.pdf">Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE)</a> (klik link untuk membaca UU ITE) berakibat negatif terhadap para blogger dan hacker.</p>
<p style="text-align: justify;">Blogger dan Hacker Negatif</p>
<p style="text-align: justify;">Betapak tidak, Roy Surya selaku pakar telematika menuturkan “Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para ’blogger’ dan ’hacker’ yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut.” Seperti yang dilansir Kompas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah,” cetusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang lebih mengeriakn lagi, Ia mengurai “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif” tegasnya kepada detikINET, Kamis (27/3).</p>
<p style="text-align: justify;">Hacker atau Cracker</p>
<p style="text-align: justify;">Bila mencermati pernyataan sikap orang nomer satu dalam bidang telematika itu, tentunya ada yang ganjil terhadap penamaan hacker. Pasalnya, di mata <a href="http://romisatriawahono.net/">Romi Satria Wahono</a> menuturkan ada perbedaan mendasar antara hacer dan cracker.</p>
<p style="text-align: justify;">Tengok saja, tulisanya <a href="http://romisatriawahono.net/2008/02/27/meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker/">‘</a><a href="http://romisatriawahono.net/2008/02/27/meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker/">Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker</a><a href="http://romisatriawahono.net/2008/02/27/meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker/">’</a></p>
<p style="text-align: justify;">hacker membangun banyak hal dan cracker merusaknya“. Hacker sejati adalah seorang programmer yang baik. Sesuatu yang sangat bodoh apabila ada orang atau kelompok yang mengklaim dirinya hacker tapi sama sekali tidak mengerti bagaimana membuat program. Sifat penting seorang hacker adalah senang berbagi, bukan berbagi tool exploit, tapi berbagi ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendek kata, Hacker sejati merupakan seorang penulis yang mampu memahami dan menulis artikel dalam bahasa Ibu dan bahasa Inggris dengan baik. Hacker adalah seorang nerd yang memiliki sikap (attitude) dasar yang baik, yang mau menghormati orang lain, menghormati orang yang menolongnya, dan menghormati orang yang telah memberinya ilmu, sarana atau peluang.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah Pelaku carding (penyalahgunaan kartu kredit), phreaking, dan defacing bukanlah hacker tapi mereka adalah cracker. Inilah Satu bukti perilaku lalim dari pegiat maya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menjalakan aksinya, para Hacker jarang memakai identitas dengan nickname, screenname atau handlename–yang lucu, konyol dan bodoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi <a href="http://catb.org/%7Eesr" target="_blank">Eric S Raymond</a> mengungkapkan “Menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan, perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang yang tak berani bertanggungjawab atas segala perbuatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian hacker merupakan sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan ingin aktivitas itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hacker tidaklah harus orang komputer, karena konsep hacking adalah para pembelajar sejati, orang yang penuh antusias terhadap pekerjaannya dan tidak pernah menyerah karena gagal. Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin, arsitektur, ekonomi, politik, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, bila perbuatan koyol yang dikategorikan oleh Roy Suryo, maka pantas sekaligus wajid di curigai para penggila cyber—termasuk di dalamnya blogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika yang hanya hacker sejati dan blogger bukan para pembohong belaka, maka sudah selayaknya kita tetap menghargai kejujuran dan iktiar kita untuk selalu menulis. Pasalnya, menulis merupakan petanda orang-orang yang mencoba beradab.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran UU TIE pun berbanding lurus dengan kuatnya arus informasi supaya tetap menulis hal-hal yang bermakna sekaligus bermanfaat. Semoga. [Ibn Ghifarie]</p>
<p style="text-align: justify;">Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://www.ayongeblog.com/2008/03/28/kala-blogger-tersandung-uu-ite/" href="http://www.ayongeblog.com/2008/03/28/kala-blogger-tersandung-uu-ite/">http://www.ayongeblog.com/2008/03/28/kala-blogger-tersandung-uu-ite/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Judicial Review UU-ITE Ditolak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk yang belajar marketing, khususnya e-marketing / <a href="http://road-entrepreneur.com/category/online-marketing/" target="_blank">Online Marketing</a> dan pengguna Social Network khususnya FaceBook yang profilenya bisa mudah ditracking… wajib hati hati !!!!! <strong>Judicial Review UU-ITE resmi Ditolak !!</strong> Entah sebagai Usaha ‘melindungi rakyat’, personal branding, corporate yang berkepentingan  atau peperangan ’say-no-to’ yang mulai memanas banyak….</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyatakan:</strong> “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan <strong>penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.</strong> ”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu isi dari UU-ITE yang dinilai memberatkan para pemilik web dan membingungkan pengguna internet.untuk itu diajukan permohonan uji materi (Judicial Review) ke Mahkamah Konstitusi karena menilai pasal tersebut bertentangan dengan asas Kebebasan Berpendapat.<br />
<strong><br />
Bahkan, dalam perkembangan sidang perkara uji materiil, saksi ahli yang dihadirkan pemohon meminta majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) agar membatalkan UU tersebut.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">HEBATnya…..<br />
<em>Hari ini, permohonan itu ditolak oleh <a href="http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2137" target="_blank">Mahkamah Konstitusi</a> dengan alasan bahwa <strong>Pemerintah menganggap UU ITE merupakan bentuk perlindungan umum (general prevention) yang diberikan oleh negara kepada setiap orang.</strong> </em><br />
Dari hal diatas, yang saya notice adalah ;</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>keberadaan Social Network ( FS, Facebook, etc ) , Blog, dan Web lainnya. <strong>Mempengaruhi suara rakyat</strong> terhadap pemerintah. dalam hal ini kebebasan bersuara untuk menyuarakan tanpa intervensi.<br />
<strong>Suara sesama lebih didengar</strong> dibanding corporate ataupun Pemerintah, Suara suara yang berada di dunia Online lebih terbuka, jujur,mempunyai kedudukan yang horizontal / sejajar dan mewakili suara personal yang lebih mudah kita dapatkan feedbacknya. Hasilnya adalah trust worthy yang lebih dipercaya</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana dengan kamu …?</strong> mau ngejaga suara untuk hati hati supaya ngak di bungkam tangan tangan ajaib atau tetep berjuang untuk bebas bersuara…..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://road-entrepreneur.com/judicial-review-uu-ite-resmi-ditolak/" href="http://road-entrepreneur.com/judicial-review-uu-ite-resmi-ditolak/">http://road-entrepreneur.com/judicial-review-uu-ite-resmi-ditolak/</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemerintah Dinilai Gagal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selasa, 16 Juni 2009<br />
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai gagal dalam menjalankan kebijakan penegakan hak asasi manusia (HAM. SBY juga dinilai gagal dalam melaksanakan penyesuaian peraturan perundang-undangan dengan prinsip-prinsip HAM internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan SBY dalam penegakan HAM hanya 57,68 persen dari total program yang tercantum dalam Rancangan Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN HAM) 2004-2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur Eksekutif Setara Institute, Hendardi, dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (15/6), mengemukakan, evaluasi penegakan HAM tersebut mengacu pada enam poin kriteria yang tercantum pada RAN HAM pemerintah periode 2004-2009 dalam Keppres Nomor 40 Tahun 2004.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebagian besar capaian SBY selama ini lebih terfokus pada bidang hak ekonomi, sosial, budaya. Sedangkan untuk pelanggaran HAM berat, SBY gagal menyelesaikannya,” kata Hendardi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Hendardi, keenam poin tersebut adalah, pertama, pembentukan dan penguatan institusi pelaksana RAN HAM dengan jumlah 18 program yang terlaksana 17 program. Kedua, dalam persiapan ratifikasi instrumen HAM internasional, dari 12 program, hanya terlaksana dua program, dan sisanya tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, untuk kriteria persiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan, dari lima program, tak satu pun terlaksana. Keempat, untuk diseminasi dan pendidikan HAM, dari 18 program, hanya setengahnya yang terlaksana. Kelima, untuk kriteria penerapan norma dan standar HAM, dari 39 program, hanya 21 terlaksana dan 18 tidak terlaksana. Keenam, untuk kriteria pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, dari 11 program, hanya tujuh terlaksana dan empat lainnya tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, menurut Hendardi, dari total 103 program dalam RAN HAM, 56 terlaksana dan 47 lainnya tidak terlaksana. Jadi, persentasenya adalah 48,41 persen tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, ia khawatir jika kebijakan pemerintahan hasil pilpres seperti ini, penegakan HAM dalam lima tahun mendatang akan mengalami kendala serius.</p>
<p style="text-align: justify;">“Makanya, dalam penyusunan RAN HAM 2010-2014, harus komprehensif dengan berpijak pada rumpun kebebasan yang harus dijamin negara dan membuka ruang respons kontekstual atas peristiwa pelanggaran HAM,” kata dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wakil Direktur Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos, menegaskan, harmonisasi dalam perundang-undangan, satu pun belum ada yang dijalankan. Karena itu, ia menilai, pemerintahan SBY lengah dalam menjamin kebebasan sipil dan politik, serta pemenuhan hak ekonomi sosial dan budaya, selama masa 2004-2009.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> “Dalam periode itu malah timbul UU yang tidak kondusif terhadap penegakan HAM. Misalnya UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), UU Pornografi, UU Mineral dan Batu Bara, UU BHP, dan UU Penanaman modal,”</strong> ujarnya Bonar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ia menjabarkan, lemahnya jaminan HAM dalam UU ITE sudah terbukti dengan adanya kasus pencemaran nama baik dalam kasus Prita Mulyasari. “Bagaimana mungkin UU ITE ancaman hukumannya bisa lebih tinggi dari KUHP,” kata dia.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, ia menambahkan, terdapat pula peraturan perundang-undangan setingkat UU yang masih kondusif dan sesuai dengan pemajuan serta harmonisasi terhadap Konvensi, Kovenan, dan Deklarasi Internasional tentang HAM.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakni, kata dia, UU Pemerintahan Aceh, UU Kewarganegaraan, UU Perlindungan Saksi dan Korban, UU Penanggulangan Bencana, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Ombudsman, dan UU Penghapusan Diskriminasi Rasial.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Harmonisasi perundang-undangan itu dengan instrumen internasional yang menjadi agenda RAN HAM juga gagal dipenuhi pemerintah,”</strong> kata dia. (Sugandi)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Source: <a title="Linkification: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=229245" href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=229245">http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=229245</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga informasi ini bisa bermnafaat bagi kawan-kawan dan bisa membuka pikiran untuk jauh lebih baik kedepannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana menurut anda???</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-polemik-dan-kontroversi-uu-ite.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Kisah Perjalanan Hidupku #1</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-1.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 17:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mylife]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[

AKU &#38; IBUKU &#8211; Mengingat Masa Laluku
Big thanks to My Mom: Lilik Sutatik
Aku bertanya kepada Ibu, beliau mendengarkannya ditelphone.
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita Bu?”
Ibuku terdiam kemudian berkata,
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon maaf kepada orang &#38; mohon ampun kepada Allah setiap hari.”
Aku kemudian kembali termenung dan bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<h4 style="text-align: left;"><strong>AKU &amp; IBUKU &#8211; Mengingat Masa Laluku</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Big thanks to My Mom: <strong>Lilik Sutatik</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku bertanya kepada Ibu, beliau mendengarkannya ditelphone.</strong><br />
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku terdiam kemudian berkata,</strong><br />
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon maaf kepada orang &amp; mohon ampun kepada Allah setiap hari.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku kemudian kembali termenung dan bertanya lagi,</strong><br />
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku kembali terdiam, sedikit tertawa sambil berkata,</strong><br />
&#8220;Tidak mungkin nak. Sungguh sangat sulit.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku kemudian berkata,</strong><br />
“Ibu, Bagaimana kalau 1 bulan, apakah putramu ini bisa hidup tanpa melakukan kesalahan dalam 1 bulan?”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku terdiam &amp; tertawa lirih sejenak, dan berkata lagi,</strong><br />
“Sama seperti sebelumnya nak, itupun sangat sulit”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku terdiam lagi, kemudian bertanya lagi,</strong><br />
“OK Ibu, ini yang terakhir kali aku bertanya, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ibuku terdiam agak lama, mungkin sedang berfikir, kemudian beliau menjawab,</strong><br />
&#8220;Mungkin saja nak, jika kamu berusaha dan Allah memberikan hidayah, kemungkinan besar bisa”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aku kini tersenyum lega..</strong><br />
“Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, Ibu. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar..”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan di usia yang beranjak ke-24 ini, aku telah tumbuh dewasa dan tak lagi banyak bertanya..<br />
Aku menyadari bahwa tak mudah untuk hidup benar, bahwa salah itu perlu..<br />
Lebih baik pernah salah tapi selalu belajar dari kesalahan itu. Daripada terus-terusan benar tapi salah pada akhirnya!</strong></p>
<p><strong>Semoga Allah SWT Senantiasa Memberikan Nur-NYA Pada Orangtuaku, Keluargaku, Aku, Kalian Dan Semuanya.. Amin Ya Robbal Alamin..</strong></p>
<h4><strong> <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  DIMALAM DIMANA AKU TERMENUNG <img src='http://www.utuhwibowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya malam yang menggelapiku kali ini.<br />
Dan aku sendiri.. di sini..<br />
Kenapa selalu ada gelap setelah terang datang?<br />
Lalu apa guna matahari bila begini?<br />
Bila apa yang baik dan buruk selalu punya arti, lalu gelap itu apa?<br />
Masih adakah iman ketika gelap datang? ketika abu-abu mencoba hitam?</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan Maha Sempurna, oleh karenanya manusia pasti punya salah.<br />
Tuhan Maha Pemaaf, maka dengannya selalu ada maaf untuk tiap kesalahan.<br />
Aku selalu punya doa, tapi menunggu di-ijabah-kan bukanlah pekerjaan mudah.<br />
Aku lelah selalu baik, aku ingin punya salah.. aku ingin KAU maafkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan malaikat Raqib di dada kananku terus saja mengawasiku..<br />
Catatlah, jangan sungkan, itu tugasmu kawan.. Tunjukkan pada-NYA bahwa aku butuh DIA!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Kurenungi hal-hal baik yang muncul dari kesadaran, juga hal-hal buruk yang muncul dari ketaksadaran, keduanya lahir karena Keberadaan. Bagiku saat ini, setiap tindakan adalah doa. Jika jiwa hanya melakukan segala yang diperintahkan oleh-Nya, maka setiap tindakan adalah doa. Begitu juga halnya, pada masa sebelum adanya para Nabi, yaitu ketika orang-orang masih berdoa kepada berhala. Aku yakin bahwa seluruh doa mereka pasti juga telah diterima oleh-Nya – dan segala ketidaksadaran mereka pasti juga telah dimaafkan oleh-Nya. Bahkan saat ini, di berbagai tempat pada belahan dunia lain, dimana garis kenabian kita tak diketahui, aku tetap yakin setiap doa manusia di sana pasti telah didengar dan diterima oleh-Nya. Aku ingin hidup di sana, aku ingin kembali lagi ke sana, aku ingin kembali mengalami saat-saat indah ketika ketidaksadaranku telah dijamin untuk dimaafkan, dan ketika perpisahan dianggap sebagai jalan menuju penyatuan.” (Maarif, Kitab Satu, Bagian 87)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh akupun rindu akan masa itu, masa ketika Tuhan benar-benar menjadi Maha Pemaaf.<br />
Ketika hitam tak perlu dipersalahkan, ketika gelap takkan melemahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang filsuf mengatakan, sebenarnya yang namanya gelap itu tidak ada, yang ada hanyalah kekurangan cahaya.<br />
Aku tidak sepenuhnya setuju, yang namanya gelap itu tetap ada, gelap itu perlu, gelap tidak berarti suram dan tanpa mimpi serta harapan.<br />
Apakah gelap itu selalu buruk? Apakah gelap itu tidak berguna? Apakah gelap itu tidak lebih mulia dari sebuah cahaya?<br />
Bagiku gelap adalah sebuah awal, gelap adalah masa menunggu, tapi tidak terus menunggu.<br />
Gelap adalah sebuah keadaan yang sebenarnya sedang mempersiapkan cahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, mempersiapkan cahaya! Jangan tunggu cahaya itu, dia takkan datang..<br />
Ciptakan sendiri cahaya itu, jika tidak bisa mencipta, jalan satu-satunya adalah cari cahaya itu..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan Aku adalah gelap yang melaju dengan gagah berani mencoba berpijar untuk menjadi terang!<br />
Berusaha membawa lilin-lilin kecil yang terang benderang untuk kubagi dengan semua orang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Kisah Perjalanan Hidup 1" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1617/178/85/610443494/n610443494_1230894_2046.jpg" alt="" width="604" height="453" /></p>
<p><strong>-={@ Selamat Hari Raya 1431 Hijriah &amp; Selamat Hari Ibu @}=-</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>- Utuh 22-12-2009 -</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-berbagi-kisah-perjalanan-hidupku-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Menyayangi Hambanya Walaupun Tuhan Sering Dituduh &amp; Diprotes</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tuhan-menyayangi-hambanya.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tuhan-menyayangi-hambanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 15:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.
Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegagalan yang lain dan kadang TUHAN-pun menjadi &#8220;TERTUDUH&#8221;, TUHAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang yang mengusik jiwa, ketika ketiadaan, musibah, kegagalan atau cita-cita tak tercapai yang datang mendera pada seseorang. Seakan dunia mau runtuh dan hidup jadi begitu sempit, pikiran pusing, makan tak enak dan jiwa ragapun menjadi sakit. Lalu menutup diri dari manusia, malu, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kata gagal ini muncul mata rantai kegagalan yang lain dan kadang <strong>TUHAN</strong>-pun menjadi <strong>&#8220;TERTUDUH&#8221;</strong>, <strong>TUHAN</strong> tak adil, <strong>TUHAN</strong> tak mengabulkan doa , buat apa sholat, toh sholat tak merubah nasib dan seterusnya. <strong>TUHAN</strong> kadang <strong>&#8220;<strong>DIPROTES</strong>&#8220;</strong> pada tengah malam, &#8220;Mengapa Engkau biarkan ini terjadi ? Mengapa kejadian ini terjadi ? Mengapa dan banyak pertanyaan mengapa lainnya, seakan <strong>TUHAN</strong> salah dalam mengatur hidup dan kehidupan ini&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, sering kali <strong>TUHAN</strong> menjadi <strong>&#8220;TERTUDUH&#8221;</strong> atas kegagalan manusia mencapai sesuatu yang diinginkan dan <strong>TUHAN</strong> seringkali <strong>&#8220;<strong>DIPROTES</strong>&#8220;</strong> oleh orang-orang yang mendapat musibah atau bencana, sekali lagi seakan-akan <strong>TUHAN</strong> salah dalam mengatur hidup ini. <strong>TUHAN</strong> tak pernah salah sedikitpun, kalau <strong>TUHAN</strong> salah, bukan <strong>TUHAN</strong> namanya! Mustahil <strong>TUHAN</strong> salah, itu bertentangan dengan logika manapun. Kalau <strong>TUHAN</strong> salah, kehidupan tak pernah ada sejak diciptakan! Loh gimana ada kehidupan kalau <strong>TUHAN</strong> salah sejak awal?</p>
<p style="text-align: justify;">Nyatanya, menurut geologi dan astronomi usia kehidupan di bumi ratusan juta tahun lalu dan alam jagat raya milyaran sampai tak terhingga usianya. Tak ada yang bergeser dalam sistem tata surya seincipun, planet-planet sejak diciptakan tetap pada orbitnya masing-masing. Wah kalau mau dipanjangkan kisahnya bisa beratus halaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali kepada kegagalan atau musibah, seringkali terjadi, dibalik yang awalnya dikatakan musibah ternyata membawa berkah dan hikmah yang banyak. Banyak orang yang gagal pada satu bidang, ternyata sukses di bidang lain. Ada yang gagal di terima di suatu pekerjaan, ternyata malah sukses gemilang ditempat pekerjaan yang tak di duganya, terhadap pasangan yang gagalpun, seringkali mendapat pengganti yang lebih baik dari yang semula ditangisi, bahkan nyaris putus asa. Itulah rahasia <strong>TUHAN</strong>, <strong>TUHAN</strong> yang <strong>DIPROTES</strong>, tetap saja menyayangi hamba-hamba-NYA, apa lagi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada-NYA.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi pula kalau <strong>TUHAN</strong> <strong>DIPROTES</strong>.. <strong>TUHAN</strong> menantang.. Silahkan cari <strong>TUHAN</strong> yang lain. Atau lebih serem lagi.. Keluarlah dari Bumi-KU ! Ayo, mau kemana kalau kita di usir dari bumi <strong>TUHAN</strong>? Di usir manusia, masih bisa pindah ke tempat lain, loh kalau <strong>TUHAN</strong> yang mengusir, mau pindah ke mana? Pindah ke planet lain, planetpun milik-NYA, lagi pula sampai detik ini belum ditemukan planet di seluruh jagat raya yang bisa ditinggali manusia seperti di Bumi !</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, <strong>TUHAN</strong> tetap <strong>DIPROTES</strong>, karena dituduh tidak adil atau tak memberi rejeki atau karunia. Baik, kalau memang merasa <strong>TUHAN</strong> tidak adil dan tidak memberikan rejeki bahkan <strong>DIPROTES</strong> hingga tidak menjalani perintah-NYA, silahkan kembalikan satu saja nikmat <strong>TUHAN</strong> yang diberikan padamu, misalnya mata. Ayo.. Siapa yang mau matanya, maaf, buta satu aja, ga usah dua-duanya, satu saja.. Pasti semua yakin tak ada yang mau ! Itu baru mata, belum mulut, telinga, hidung, lidah, kulit, jantung, paru-paru, ginjal usus, gigi, bibir, rambut, kaki, tangan, jari-jari dst. Pernahkah mencoba menghitung nikmat-NYA? Kalau belum, mari mencoba, ambil kertas dan tulis nikmat-NYA yang ada pada anggota tubuh kita saja dulu, jangan ke luar, cukup pada diri kita dulu. Coba hitung.. Berapa banyak nikmat-NYA yang telah diberikan pada anggota tubuh kita? <strong>Masihkah <strong>TUHAN</strong> <strong>DIPROTES</strong>?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Baik, kalau <strong>TUHAN</strong> masih juga <strong>DIPROTES</strong>, mari kita lihat cahaya dan suara, dua aja dulu. Pernahkah kita hidup tanpa cahaya dan suara? Pernahkah <strong>TUHAN</strong> meninggalkan kita, tanpa cahaya dan suara? <strong>Bayangkan, bila <strong>TUHAN</strong> mencabut cahaya dan suara dari kehidupan manusia? Dunia akan gelap gulita dan sepi!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masih kurang puas juga? Oke, mari masuk ke dalam metro kereta bawah tanah. Nah setelah masuk, penumpang sudah di dalam kereta tiba-tiba listrik mati dan tak ada suara. Bayangkan, jangankan sehari! Sejam dua jam saja manusia akan panik luar biasa, anak anak akan menangis, tak ada suara. Perempuan menjerit-jerit ketakutan, mereka menjerit sekeras kerasnya, tapi tak ada suara, tiba- tiba stress masal akan terjadi, manusia tiba-tiba kan menjadi kacau balau. Semua saling menyelamatkan diri, bertabrakan satu sama lain, saling injak dan maut bertebaran di mana-mana, karena mereka tak melihat, padahal semua punya mata dan telinga, kenapa? Karena hanya tak ada cahaya dan suara !</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masihkah tetap mengatakan <strong>TUHAN</strong> tak adil atau merasa tak punya apa²? Kalau iya? ISTIGHFARLAH.. Masih banyak waktu untuk bertobat, selama ajal belum menjelang..</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em>Maka Nikmat <strong>TUHAN</strong> Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?</em></h1>
<p style="text-align: justify;"><em>(QS: Ar-Rahman)</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Referensi: http://www.eramuslim.com/oase-iman/ketika-tuhan-DIPROTES-dia-tetap-menyayangi-hambanya.htm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-tuhan-menyayangi-hambanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Wasiat Rasulullah Kepada Fatimah</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 14:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiah]]></category>
		<category><![CDATA[Wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..
Ukhti, Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&#8221; (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)
Ukhti,
Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ukhti, <strong>Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&#8221;</strong> (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)</p>
<p style="text-align: justify;">Ukhti,</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia<br />
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yg solehah.<br />
(HR. Muslim)</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h2 style="text-align: justify;">Hai Akhi: Carilah Wanita Yang Sholehah Agar Engkau Mendapatkan Harta Yang Paling Indah Di Dunia Dan Jagalah Diri Kalian Serta Berusahalah Agar Menjadi Lelaki Yang Pantas Dijadikan Imam Oleh Wanita.</h2>
<h2 style="text-align: justify;">Hai Ukhti: Carilah Suami Yang Sholeh Agar Engkau Bisa Dituntun Ke Jalan Allah SWT &amp; Agar Engkau Dicintai Oleh Allah SWT, Jagalah Diri Kalian Agar Senantiasa Menjadi Wanita Yang Sholehah.</h2>
<p style="text-align: justify;"><em><br />
</em></p>
<h1 style="text-align: justify;"><em> Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tak beriman. (QS. Al-A’raf: 27)</em></p>
<p><em>Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir: 6).</em></p>
<p><em><img class="alignnone" title="10 Wasiat Rasulullah" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs037.snc3/12433_158839723494_610443494_2822348_4118506_n.jpg" alt="" width="400" height="320" /></em></h1>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Rujukan bacaan:<br />
<strong>http://freshcerita.blogspot.com/2009/01/10-wasiat-nabi-muhammad-kepada-fatimah.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-wasiat-rasul-kepada-fatimah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Orang Sukses</title>
		<link>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html</link>
		<comments>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 11:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>utuhwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar IT]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat IT]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Top Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.utuhwibowo.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillahirrahmanirrahim..
“Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..”  (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Bismillahirrahmanirrahim..</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Allah menolong kamu maka tak adalah orang yg dapat mengalahkan kamu..” </strong> (Q. S Ali. Imran (3) : 160 ) Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. Mungkin juga seseorang yg gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena ia telah memilih dunia wirausaha lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah sehingga mewujudlah segala buah jerih payah itu dalam belasan perusahaan besar yg menguntungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang ayah dihari tua tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia sementara anak anak telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidup ketika jutaan umat telah menjadi jamaah yg setia dan telah menjadikan sebagai panutan sementara pesantren selalu dipenuh sesaki ribuan santri. Pendek kata adalah hak tiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik diri sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya? Membangun Fondasi Kalau kita hendak membangun rumah maka yg perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena fondasi yg tak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atap dibuat sekuat dan sebagus apapun. Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan misal yg asal memiliki kinerja yg baik sehingga maju pesat tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebab adalah karena didalam merajalela ketidakjujuran penipuan intrik dan aneka kezhaliman lainnya. Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantor sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat sementara anak-anak pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi bahkan yg sudah bekerjapun beroleh posisi yg bagus. Namun apa yg terjadi kemudian? Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangga itu karena beberapa faktor yg mungkin mental mereka tak sempat dipersiapkan sejak sebelum utk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta gelar pangkat dan kedudukan sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaan kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisi sendiri terjebak dalam prasangka mudah iri terhadap sesama dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tak lagi menemukan ketenangan krn sehari-hari menonton keteladanan yg buruk dan menyantap harta yg tak berkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yg harus kita lakukan utk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada kesuksesan yg sesungguh kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yg berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip yakni sukses dgn dan krn pertolongan-Nya. Inilah yg dimaksud dgn fondasi yang tak bisa tak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sunnatullah dan Inayatullah</strong>, seseorang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yg tak diharapkan ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah arti sunnah-sunnah Allah yg mewujud berupa hukum alam yg terjadi menghendaki proses sebab akibat sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studi tepat waktu dan dgn predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad utk bersungguh-sungguh dalam belajar mempersiapkan fisik dan pikiran dgn sebaik-baik lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajar sedemikian rupa sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah sangat mungkin ia bisa meraih apa yg dicita-citakan itu.Akan tetapi ada bis yg terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpang tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yg terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tak apa-apa padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebalik mahasiswa yg telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi bisa saja gagal total hanya krn Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studi misalnya. Segala yg mustahil menurut akal manusia sama sekali tak ada yg mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja maka sangat mungkin akan beroleh sukses krn toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi bukankah rencana manusia tak mesti selalu sama dgn rencana Allah. Dan adakah manusia yg mengetahui persis apa yg menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan krn dgn begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tak mengubah apapun. Lagipula kecewa yg timbul dihati tiada lain krn kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dgn rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian krn hanya Dia yg Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rekayasa Diri</strong> Apa kuncinya? Kunci adl kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yg layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan yakni tercapai apa yg kita dambakan &#8211; krn faktor sunnatullah tadi &#8211; namun juga tak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain. Lain hal kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dgn ikhtiar bathin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mengawali dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah</strong>. Berikhtiar dgn cara yg benar kesungguhan yg tinggi ilmu yg tepat sesuai yg diperlukan jujur lurus tak suka menganiaya orang lain dan tak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dgn segenap hati kepada Nya agar bisa sekira apa-apa yg tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi diri mapun bagi orang lain kira Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tak lupa menyerahkan sepenuh segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian. Bila Allah sudah menolong maka siapa yg bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia utk menghalangi pertolongan yg diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tak akan pernah terhalang krn Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yg beriman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“Jika Allah menolong kamu maka tak adl orang yg dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu maka siapakah gerangan yg dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal” </strong>(Q. S Ali. Imran (3) : 160 )</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>USAHA, DOA &amp; PASRAH (IHKTIAR, DO&#8217;A, TAWAKKAL)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Berdo’a tanpa usaha bagaikan pengemis, berusaha tanpa do’a bagaikan komunis&#8221;</strong>, adagium ini sangat merakyat, di sisi lain kita pun mendengar seruan bernada pasrah dalam menjalani kehidupan <strong>&#8220;Hidup matiku ada di tangan Tuhan&#8221;</strong>, saya yakin kebanyakan dari kita pernah mendengar ungkapan tersebut. Lantas apa pesan dari kalimat-kalimat sederhana yang sarat dengan makna ini? Sehingga gaungnya benar-benar merambah ke segenap penjuru dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah sadar atau tidak, ternyata hari-hari kita selalu diliputi dengan beragam keinginan dan angan-angan, timbul silih berganti tidak pernah hilang, semakin hari semakin bertambah, karena inilah sebenarnya yang dinamakan dengan tabiat manusia. Potensi <strong>&#8220;tidak puas&#8221;</strong> adalah sifat dasar yang selalu melekat dalam diri kita. Munculnya keinginan erat berhubungan dengan adanya ketidak puasan, Allah SWT berfirman: <strong>&#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir&#8221;</strong> (Qs. al Maarij: 19). Kalau kenyataanya demikian, bagaimanakah Islam menyikapi sifat dasar yang melekat dalam diri setiap manusia ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan dan angan-angan di sini sifatnya universal, mencakup cita-cita dan harapan. Seorang pedagang berkeinginan sukses dalam berbisnis, stok dagangannya laku kemudian meraup keuntungan, komunitas pelajar berharap lulus saat ujian sehingga cita-citanya dapat tercapai, para pemikir berangan-angan mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang damai sejahtera agar tercipta baldatun thayibah wa rabbun ghafur (gemah ripah loh jinawi). Ujung dari semuanya akan berhubungan dengan &#8220;kesuksesan&#8221; atau &#8220;kegagalan&#8221; (predikat berhasil atau gagal).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada deskripsi singkat tadi, apakah hanya dengan berusaha kita bisa meraih target yang diinginkan? Adakah unsur-unsur lain yang sekiranya penting diperhatikan dalam menyikapi derasnya angan, keinginan, harapan dan cita-cita? Sebab, bukankah kita sering mendengar kabar kegagalan seorang negarawan dalam menjalankan tugasnya, padahal dia telah mencurahkan segala kemampuan. Atau kita sering mendengar kabar buruk para pelajar dalam menghadapi ujian, padahal mereka telah belajar maksimal, bahkan kita juga sering mendengar cerita orang-orang yang frustasi dan berakhir dengan bunuh diri akibat depresi saat menghadapi kegagalan. Disinilah ajaran Islam datang memberikan solusi atas fenomena di atas, dalam Islam kita dikenalkan anjuran berdo’a dan berpasrah di samping kita dituntut untuk berusaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berusaha:<br />
<strong>&#8220;Dan katakanlah; bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu&#8221;</strong> (Qs. at Taubah: 105), spirit berusaha dan berikhtiar terkandung dalam ayat ini. perintah untuk bekerja artinya perintah untuk berusaha keras dalam menggapai suatu tujuan baik duniwai maupun ukhrowi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berusaha</strong> adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan seorang muslim dalam meraih sejuta impian dan harapan, tanpa unsur &#8220;usaha&#8221; jangan berharap orang akan bisa mewujudkan keinginannnya. Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah memberi contoh konkrit dalam hal ini, yaitu dengan terjun berbisnis sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam al Qur&#8217;an dijelaskan; <strong>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri&#8221;</strong> (Qs. ar Ra’d : 11) Artinya, Allah SWT tidak akan merubah keadaan kita selama kita tidak berusaha merubah sebab-sebab kemunduran. Kalaupun terjadi &#8220;kesuksesan&#8221; tanpa dilalui dengan proses usaha, maka hal itu termasuk dalam katagori anugerah khusus dari Allah, bagaimanapun jika Allah SWT berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangi. &#8220;Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; jadilah ! maka terjadilah&#8221; (Qs. Yasin : 82)</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berdo’a:<br />
Dalam segala aktivitas, kita dianjurkan untuk berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT. Al-Qur’an menjelaskan: <strong>&#8220;Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku&#8221;</strong> (Qs. al Baqarah: 186). Menjadi jelaslah bahwa Allah akan mendengar setiap permintaan para hamba-Nya, dan bahkan akan mengabulkan segala permintaanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, apa yang dimaksud dengan pengabulan setiap do’a di sini? Apakah Allah akan menuruti setiap permintaan kita (sesuai bentuk, kualitas dan kuantitas) dari apa yang kita inginkan saat berdo’a, atau memiliki makna yang lebih luas?</p>
<p style="text-align: justify;">Pakar tafsir Muhamad bin Ali as Syaukani (w: 1250 H) dalam bukunya fath Al Qadir menjelaskan; pengabulan do’a bisa seketika, bisa juga ditunda, bisa sesuai dengan apa yang terlintas saat berdo’a, atau bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi si pendo’a. Rasulullah Saw bersabda: <strong>&#8220;Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam&#8221;.</strong> (HR. Bukhori).</p>
<p style="text-align: justify;">Makna berpasrah:<br />
Di antara ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang urgensi tawakkal (berpasrah) bagi pribadi muslim dalam menjalani kehidupan adalah firman Allah dalam surat At Talaq: <strong>&#8220;Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu&#8221;</strong> (Qs. at Talaq: 3)</p>
<p style="text-align: justify;">Dikisahkan, sufi besar Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang pemuda yang tampak gelisah, beliau berkata: saya akan bertanya tentang tiga hal: 1- apakah ada sesuatu di alam ini terjadi tanpa kehendak dari Allah?, Pemuda menjawab: tidak ada. 2- apakah rizkimu bisa berkurang dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah?, Pemuda menjawab: tidak, 3- apakah ajalmu bisa datang sebelum tanggal yang telah ditetapkan oleh Allah? Pemuda menjawab: tidak mungkin, kemudian Ibrahim bin Adham berkata: kalau begitu kamu harus mengkhawatirkan apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tawakal (berpasrah) harus diposisikan setelah proses usaha dan berdo’a, hal ini sebagai antisipasi agar kita tidak berburuk sangka terhadap Allah SWT (atas segala ketetapan-Nya). Maka dengan berpasrah saat menunggu hasil jerih payah dan usaha keras, kita diarahkan kepada dua hal positif, yaitu; bersyukur saat menemukan kesuksesan, dan bersabar saat menghadapi kegagalan. Di sinilah Rasulullah Saw bersabda: &#8220;saya kagum dengan keadaan orang Islam, semuanya istimewa; ketika sukses mereka bersyukur, dan ketika gagal mereka bersabar&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align: justify;">Epilog:<br />
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa: <strong>Dalam menjalani kehidupan di alam fana, kita dianjurkan berusaha keras untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita, hal ini tentunya dibarengi dengan berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT, kemudian apapun hasil dari usaha keras yang telah kita curahkan, semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT. Saat usaha kita berhasil kita tidak lupa daratan, begitu juga saat usaha gagal, kita tidak dihinggapi rasa frustasi dan kekecewaan. Yang demikian inilah sebagai bentuk penyelarasan antara tiga hal yang ditekankan dalam ajaran Islam; yaitu berusaha, berdo’a dan berpasrah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>** CATATAN PRIBADI UTUH WIBOWO:</strong></p>
<h1 style="text-align: justify;">HEY AKHI! HEY UKHTI! MARILAH KITA SENANTIASA BERIKHTIAR, BERDOA, DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT. SEMOGA KITA TERMASUK GOLONGAN MUSLIM YANG SHOLEH/HAH, SABAR DAN AHLI SURGA &amp; SELALU DALAM LIMPAHAN RAHMAT SERTA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT&#8221;</h1>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Kunci Orang Sukses" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs244.snc1/9118_155057613494_610443494_2794531_905963_n.jpg" alt="" width="350" height="330" /></p>
<p style="text-align: justify;">Rujukan:<br />
<strong>http://blog.re.or.id/kunci-hidup-sukses-tausyiah-aa-gym.htm<br />
http://arwani-syaerozi.blogspot.com/2007/10/antara-usaha-doa-dan-pasrah_06.html</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.utuhwibowo.com/top-blogger-indonesia-pakar-it-indonesia-kunci-orang-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
